
Saat David membuka pintu,bersamaan aku yang hendak keluar,
Aku pun kaget begitu pula dengan David yang juga kaget,
tanpa menunggu aba aba David memelukku yang berkali kali meminta maaf,namun aku hanya diam tanpa membalas pelukan serta kata maafnya.
"Sudah????"kataku yang masih dalam mode marah.
"Kamu masih marah???"tanyanya lalu melepaskan pelukannya.
Tanpa menjawab pertanyaan David,aku keluar kamar dan turun,
David pun mengekor di belakangku.
Di bawah Pak Herman dan pak Sopir kaget dengan kehadiranku pasalnya beberapa saat yang lalu David menyuruh mereka untuk mencariku.
"Kalian kenapa,melihatku seperti melihat hantu"kataku dengan ekspresi datar lalu melewati keduanya.
Mereka hanya diam tak menjawab,ntah apa yang ada dalam pikiran mereka,
"Kalau nyonya di rumah,kenapa kita di suruh mencarinya???"bisik pak Herman pada pak sopir yang bernama Pras.
"Mana saya tau pak,"jawab pak Pras heran.
"Kalian boleh istirahat,tugas kalian sudah selesai"perintah David dengan ekspresi datar.
Mereka pun undur diri dan masih saling berbisik
"Mungkin kita kena prank dari mereka pak"Bisik pak Pras,
Pak Herman hanya tertawa kecil,walaupun kesal namun apa daya,jangankan marah protes pun tak berani.
"Tumben mas kamu malam malam kesini,mana Bunga,bukannya tadi keluar bersamamu."tanyaku menyelidik.
"Jam sembilan aku sudah mengembalikan Bunga,tidak baik membawa anak orang lama lama"kekeh mas Raka
"La trus kenapa kesini???"tanyaku dengan ekspresi datar.
"Tanyakan tu pada suamimu,baru saja dia nge prank kami semua"jawab Raka sambil melirik David.
Aku bingung,lalu melirik David yang duduk di sebelahku.
"Ada apa lagi ini,"tanyaku padanya dengan ekspresi datar.
Raka yang tidak ingin mendengar perdebatan kami pun berjalan masuk kedalam,saat beberapa langkah suara David menghentikan langkahnya
"Mau kemana???pintu keluar arah sana"tanya David.
"Aku haus ingin mengambil minum,oh ya aku minta ijin menginap disini"jawab Raka lalu berlalu.
Setelah David menceritakan semua,aku pun tertawa dalam hati,
"Bodoh"gumamku.
"Kamu yang membuatku seperti ini"katanya dengan wajah lesu.
Aku yang masih mode marah pun beranjak untuk kembali ke kamar,
"Sayang,sudahlah jangan marah,aku minta maaf,lagian ini semua bukan seratus persen salahku,kan kamu pemicunya"David pun mencoba merayuku.
Aku hanya meliriknya dan bilang"tidur"
"Seharuanya yang marah kan aku,kenapa jadi dia sich"batin David
Karena tidak ingin membuat aku kesal,David pun memejamkan matanya.
__ADS_1
*********
Di sisi lain di kamar,Saat baru saja dirinya memejamkan mata tiba tiba ponselnya berbunyi...
Elizabeth calling,itu lah tulisan yang muncul di layar.
Dengan segera Raka menggeser tombol hijau
dan...
Elizabeth:"Halo pak Raka,,maaf mengganggu waktu istirahatnya,"
Raka:"Tidak apa apa dok,"
Elizabeth:"Mungkin lebih akrab kalau bapak panggil saya Elizabeth saja,
Raka:"Baiklah Elizabeth,dan kamu juga panggil saja saya Raka.
Elizabeth:"Baiklah Raka"
Raka:"Ada masalah apa???
Elizabeth:"Sebagai dokter yang menanganiDavid Reno,aku ingin menyampaikan keadaan David Reno kepadamu mengingat kamu lah orang yang pertama di ingatnya.
Raka:"Jadi pak David sudah mengingat saya"
Elizabeth:"Ingatannya sudah kembali,dan dia bersikeras untuk ke Indonesia untuk beberapa hari namun aku takut akan menjadi masalah di sana mengingat Puput dan David akan menikah."
Raka:"Apa dia juga ingin bertemu Puput??"
Elizabeth:"Thats right,menurutmu apa yang harus aku lakukan,sebagai dokternya tentu aku sangat merekomendasikan dia untuk ke Indonesia,dengan begitu dia akan segera pulih seratus persen, namun sebagai seorang kekasihnya tentu aku sangat tidak ingin dia menemui mantan kekasihnya apalagi sekarang akan menjadi kaka iparku."
Raka:"Kalau menurutku,biarkan saja dia datang ke Indonesia dan bertemu Puput biarkan mereka menyelesiakan kisah percintaan mereka yang masih menggantung karena memang yang terjadi di antara mereka bukan keinginan dari mereka sendiri."
Elizabeth:"Apa harus seperti itu!!!bagaimana kalau David Reno menginginkan Puput kembali".
Elizabeth:"Lalu bagaimana dengan David Bryan,dia tidak akan mungkin mengijinkan Puput,menemui David Reno."
Raka:"Kita tidak usah memberitahunya dulu"
Elizabeth:"Victor pasti memberitahunya,karena sekarang David Reno adalah asisten Victor di perusahaan kami.
Raka:"Kalau masalah itu kita pikir nanti yang terpenting,David Reno bisa benar benar pulih,kita percayakan saja semua pada mereka,kita yakin saja mereka tidak akan macam macam.
Elizabeth:Ya sudah Raka terima kasih untuk sarannya,you are the best pantas David Reno selalu mengingatmu"
Raka:"Sama sama,mungkin karena kami besar bersama jadi sudah seperti saudara.
Elizabeth:"Selamat malam Raka,selamat istirahat,maaf mengganggu waktunya.
Raka:"Selamat malam"
Tut..tut..tut
panggilan berakhir.
Setelah menerima panggilan dari Elizabeth,Raka tidak bisa memejamkan matanya,pikirannya tertuju ke David.
"David aku sangat merindukanmu"
Akhirnya Raka pun bisa memejamkan matanya.
********
Sang mentari pun datang menyapa,aku pun perlahan membuka mataku,kulihat sekelilingku,namun tidak ada David di sampingku,
__ADS_1
"Tumben dia bangun dulu"
Aku pun melangkahkan kaki,ke kamar mandi namun kamar mandi sudah kosong,
Masa bodoh dengan David,lalu aku pun mandi dan bersiap ke bawah,
Ibu dan ayah yang sudah di bawah,pun heran karena aku turun sendirian,
"Mana David??tanya ibu"
"Tidak tau bu,"jawabku singkat.
Tak lama kemudian Raka keluar,dari dalam kamar tamu
"Pagi mas,gimana tidurnya"aku basa basi.
"Pagi Put,tidurku nyenyak sekali,"kata Raka sambil terkekeh.
Saat hendak duduk,David memanggilnya dari belakang,
"Kita sarapan di luar saja Raka,pagi ini kita ada meeting dengan klient,lalu nanti siang kita terbang ke luar pulau,untuk melihat proyek disana,"kata David agak tegas sehingga membuat semua orang diam tanpa komentar.
"Baik boz,"lalu Raka beranjak dari tempat duduknya.
"Untuk kamu sayang,aku akan mengganti ponsel kamu kemarin serta semua make up mu,aku tidak akan melarang semua apapun yang ingin kamu lakukan,aku berangkat dulu."kata David lalu tersenyum pada ayah ibu lalu berlalu dengan membawa laptopnya.
Aku sedikit shock dengan kata kata David,"apa dia marah denganku,apa aku keterlaluan"mata ku pun sudah berkaca kaca,
Ibu dan ayah yang melihatku pun tidak berani komentar,
walaupun sejuta pertanyaan di otak mereka.
Tanpa berkata apa apa,aku pun kembali ke kamarku,
Disisi lain,Raka dan David hanya diam,baik David maupun Raka tidak ada yang membuka suara
"Kamu apakan lagi sih Put,heran aku dengan kalian,kalau kembali dingin seperti dulu kan repot"batin Raka.
********
Didalam kamar aku tidak bisa berhenti memikirkan sikap David,
"mungkin aku yang keterlaluan,maafkan aku"
Aku menuntaskan ritual menangisku,lalu kembali lagi kebawah untuk berbaur serta sarapan dengan orang tuaku.
"Maaf ya bu,yah"kataku dengan sedikit lesu.
"Memangnya ada masalah apa lagi??kalian sebentar lagi akan menikah,seperti kata orang orang kalau sebelum hari pernikahan itu banyak cobaannya,"kata ibu mendekat lalu duduk di sampingku.
"Iya bu,"jawabku singkat.
"Apa kalian mereporkan Raka lagi,sehingga dia menginap disini???"
tanya ibu menyelidik
"Bukan aku bu,tu David masa aku di balkon di cari kemana mana,sampai menyuruh pak Herman dan pak Pras mencariku,lalu menyuruh mas Raka juga."belaku.
"Itu tandanya dia sayang sama kamu,"kata ibu sambil menghela nafas.
Disaat asik mengobrol dengan kedua orang tua ku,tiba tiba ada wanita wanita cantik dengan baju sexy datang dengan beberapa koper besar dan bilang kalau dia di suruh David kesini..
Aku dan kedua orang tuaku pun agak kebingungan dan saling menatap ada apa dengan ini,siapa dia?.
Ibu dan ayah pun bingung,
__ADS_1
apalagi paras dan penampilanya yg begitu menor dan sexy..