
Pasca resepsi semua pun kembali ke aktivitas semula.
Raka,Chris dan juga keluargaku pun kembali ke Indonesia,sedangkan Elizabeth dan juga David Reno kembali ke New York.
Dibandara aku memeluk ibu dan juga lainnya.
Aku masih belum berbicara terkait menetapnya aku dan David di California kepada semuanya.
"Hati hati ya bu,ayah dan adik adik"kataku dengan sedih.
"Iya Put,kamu juga hati hati!perhatikan janin yang berkembang di perutmu"nasehat ibu.
"Mas Raka dan Chris jaga keluargaku ya??"pesanku pada kedua asisten paling kocak dan tampan ini.
"Tenang Put,jangan khawatirkan masalah itu"ucap mas Raka.
Kami pun saling berpelukan,dan tibalah mereka harus naik pesawat pribadi David.
"Kalian juga hati hati ya"kataku pada Elizabeth dan juga David Reno.
"Iya kaka ipar"saut Elizabeth sedangkan David Reno hanya tersenyum.
Setelah kepergian mereka,aku dan David pun kembali ke rumah,rasanya aku ingin segera menikamati kasur.
Tidur yang kurang,apalagi acara resepsi yang megah membuat tubuhku remuk seremuk remuknya.
Aku pun mengeluhkan kondisiku pada David,dengan telaten David memijat punggungku dan juga bagian lain.
Merasa baikan,aku menelentangkan tubuhku,David masih memijat kakiku,naik kepaha lalu tanganku.
Aku mulai memejamkan mata,saat melihatku memejamkan mata,terukir senyuman licik disana,tangannya kini memijat dadaku.
Desahan kecil mulai lepas begitu saja dari mulutku,
Dengan rasa kantuk yang berat aku berceloteh
"Sayang ini kan masih sore kenapa tidak menunggu malam hari"
"Memangnya kenapa kalau sore!kan suka suka bercinta pagi,siang,sore ataupun malam."ucapnya tak terima.
Aku hanya pasrah,dengan apa yang akan dilakukan David.
Bahkan dia pun membuka resleting depanku sehingga benda kenyal menyembur keluar.
__ADS_1
Tangannya terus meremas dadaku,dia pun memelintir pucuk dadaku sehingga membuat aku mendesah.
Aku merasakan sentuhan yang diberikan David,hingga kini aku pun menginginkannya namun tiba tiba,tangan yang sedari tadi menyentuhku pun menghilang sehingga membuat aku membuka mata,kucari sosok David di penjuru kamar namun aku tak menemukannya.
"Kemana dia....
Memangnya aku ini apa setelah di rangsang ditinggal begitu saja."gerutuku.
Karena kesal dengan David aku pun membenahi bajuku lalu kembali memejamkan mata.
David tiba tiba pergi karena dapat panggilan dari mommy,memintanya untuk segera ke ruang kerja.
"David duduklah"perintah mommy setelah David memasuki ruang kerjanya.
David pun meletakkan bokongnya di sofa,yang diikuti oleh mommynya.
"Apa apa ini mom??"tanya David penasaran.
"Kapan rencana bulan madu kalian"tanya mommy serius.
"Mungkin secepatnya mom karena David juga harus kembali ke Indonesia.
"Bagaimana kalau bulan madunya kalian tunda,karena rencana mommy bulan depan mommy akan menyerahkan urusan perusahaan kepadamu,jadi dalam waktu satu bulan selesaikan semua urusanmu baik yang di New York maupun Indonesia."kata mommy dengan serius.
"Tapi mom...."David menggantung perkataannya.
"Mommy hanya ingin pensiun David dan menikmati masa tua mommy dengan kalian dan juga cucu mommy"ucapnya nanar.
David pun bingung,pasalnya menyerahkan perusahaan tidak semudah membalikan telapak tangan.
"Beri waktu untuk David mom,pertama David akan ke New York untuk menjadikan Reno sebagai wakil CEO,setelah dia sah menjadi suami Elizabeth baru kekuasaan CEO David serahkan padanya,setelah itu David juga harus berunding dengan Raka maupun Chris serta pak Pramana terkait pengangkatan Raka menjadi CEO baru, karena David akan tetap menarik Chris untuk disini."David menjelaskan pada mommy.
Mommy pun manggut manggut mendengar penjelasan David.
"Baiklah David,kamu urus secepatnya.
Kapan rencananya kamu akan ke New York??"tanya mommy dengan mata yang tak lepas dari David.
"Mungkin dua atau tiga hari lagi,tergantung kondisi Puput"jawab David.
"Kenapa Puput diajak,biarkan dia dirumah bersama kami lagipula kasian bayi kalian kalau terus berpergian jauh"nasehat mommy.
David pun mencerna kata kata mommy,kalau dipikir pikir memang benar.
__ADS_1
"Puput agak keras kepala mom,David tidak disampingnya saja dia sudah takut apalagi kalau David tinggal ke New York beberapa hari,pasti dia akan menangis"kata David sambil terkekeh.
Mommy hanya menggelengkan kepala,gak habis pikir denganku yang tidak mau ditinggal berbeda dengannya dulu,yang jarang bertemu karena kesibukan masing masing.
"Apakah kamu akan menjadikannya ibu rumah tangga?yang hanya dirumah mengurus anak anakmu dan dirimu???"tanya mommy lagi.
"Iya mom,tugasnya melayani David dan menjaga anak anak kami nanti,David tidak mau anak David seperti David yang harus kekurangan kasih sayang orang tua karena orang tua yang sibuk bekerja,walaupun Puput tidak bekerja,David pastikan anak anak David tidak akan kekurangan satu apa pun"kata David nanar.
Mendengar kata kata David,mommy David tersindir.
Memang benar apa yang dikatakan David,menumpuk materi juga tidak akan berguna karena semua harus seimbang antara materi dan juga kasih sayang.
"Kamu benar sayang,dan sekarang mommy dan daddy telah menyesal mengabaikan kalian sewaktu kalian kecil dulu,mommy dan daddy sangat ambisius dengan dunia,tanpa mommy sadari mommy membuang masa masa emas dengan kalian,untuk itu mommy akan menebus kesalahan mommy dengan ikut merawat anak kalian,begitu pula dengan Elizabeth."timpal mommy.
Melihat mommynya bersedih,David pun memeluk sang ibu,membawa tubuh mommynya dalam dekapannya.
Setelah obrolan dengan mommynya selesai David pun kembali kekamar.
Dilihatnya aku sudah merapikan kembali baju yang tadi setengah di lucuti David.
David pun tersenyum,dia pun ikut merebahkan diri disampingku,memelukku dari belakang karena posisiku lagi miring.
Tangannya kini mulai menjelajah tubuhku lagi,bahkan dia mengangkat dres yang kupakai,tangannya dengan pelan membuka resleting karena resleting dresku berada didepan.
Tangannya menyusup masuk dalam dadaku,tangannya meremas dan memelintir pucuk dadaku,walaupun dalam posisi tidur namun mulutku mengeluarkan desahan.
Mendengar desahanku,David tersenyum dan melanjutkan aksinya.
Dalam tidurku aku merasakan ada yang benda keras menempel di pahaku dan sebuah sentuhan di sekujur tubuhku.
Perlahan aku membuka mataku,yang benar saja David dengan tingkah usilnya,aku pun membakikan badan,masih malas aku pun menjewer telinga David,
David cengar cengir seakan tak berdosa.
"Sayang empat hari sudah libur,yuk sekarang"David pun meminta ijin.
Aku yang masih malas tidak menjawab kata katanya,aku beranjak lalu mengambil minum lalu rebahan lagi dengan posisi dada terbuka.
David yang melihat ada benda kenyal menyembur keluar,membuatnya menelan ludah.
Aku yang mengetahuinya pun berkata
"Apa???pengen ya???"godaku.
__ADS_1
David pun seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu,melihatnya mengiba membuatku kasian.
aku pun meliriknya dan berkata" Lets go baby"