Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Insiden


__ADS_3

"Sayang......."David berteriak keras takut terjadi apa apa denganku.


Aku masih duduk di lantai,dengan seorang pelayan yang memangku ku


aku yang masih terpaku hanya diam tanpa menjawab ocehan semua orang.


"Sayang...."teriak David yang langsung memelukku,


"Siapa yang bertanggung jawab atas ini,kenapa lampu hias bisa jatuh,"teriak David dengan sangat marah.


Pak Herman yang mendengar keributan pun datang,melihat lampu hias jatuh dan aku duduk di lantai dengan dipeluk David membuat nya ketakutan.


Sebelumnya


Setelah mengambil minum aku hendak kembali ke teras,aku membawa dua gelas air dingin dengan sirup warna orange.


Saat melewati ruang tamu tiba tiba prang....lampu hias jatuh,untung seorang art menarikku dan aku terjatuh dengan posisi duduk pas di atasnya,dan gelas minuman yang aku bawa pun terjatuh.


Back


"Kumpulkan semua disini,awas kalian semua,kenapa lampu bisa terjatuh"David berteriak dengan sangat marah.


Aku pun menangis,dengan tangan bergetar,,"seandainya art tadi tidak menarikku ntah apa yang terjadi,,"


"Sudah sayang,jangan menangis aku akan menghukum semua pelayan karena tidak becus bekerja,"David menenangkanku.


David menenangkanku dengan menggenggam tanganku,ciuman bertubi tubi mendarat di wajahku,nampak jelas raut wajah penuh rasa khawatir.


Semua pekerja berkumpul termasuk sopir dan tukang kebun.


"Jelaskan mengapa insiden ini bisa terjadi,apa saja yang kalian lakukan,apa kalian pikir,aku menggaji kalian untuk malas malasan,


aku tidak mau ada insiden ini terulang lagi,


bulan depan gaji kalian aku potong 50 persen,itu tidak sebanding dengan ketakutan yang dialami istriku."David marah besar dengan pekerjanya.


"Baik tuan"jawab semua pekerja serempak


"Yang ingin protes silahkan angkat kaki dari sini"ucap David dengan tegas.


"Tidak tuan"jawab mereka barengan.


Mereka kini membereskan puing puing lampu hias yang berserakan,


David pun menggendongku ke kamar,sebelumnya dia memintaku untuk periksa kerumah sakit,namun aku menolaknya.


"Mana yang sakit sayang,maafkan aku gara gara kecerobohan mereka,hampir saja kamu kejatuhan lampu."kata David sambil memelukku di atas ranjangnya.


"Sudahlah sayang,siapa juga yang ingin seperti ini,kamu juga seharusnya jangan keras keras pada mereka,kasian kan gaji mereka kamu potong 50 persen."kataku sambil memainkan kaos David,karena posisiku masih dalam pelukannya.


"Itu hukuman bagi mereka,karena hampir saja mencelakakanmu,"Ucap David dengan sedikit kesal.


"Baiklah baiklah terserah kamu saja"kataku pasrah karena tidak mungkin menang debat dengan David.


"Ya sudah istirahatlah,aku akan keruang kerja dulu,saatnya suami mu bekerja,sekalian mengecek berkas berkas yang kemarin di bawa Raka."David pun membantu aku berbaring.

__ADS_1


"Iya sayang,"jawabku singkat


David pun menuju ruang kerjanya,


dia mulai focus dengan laptop dan berkas berkasnya,tiba tiba dia teringat akan Raka,


"Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa raut wajah mereka berbeda ketika menerima panggilan."batin David.


Jiwa kepo David muncul,dia mengambil ponselnya dan melakukan panggilan pada Raka.


Tut....tut....tut...


panggilan terhubung namun tidak diangkat,David pun memanggil se


kali lagi dan lagi lagi terhubung namun tidak di angkat.


David yang kesal pun menaruh ponselnya.


Tak selang berapa lama Raka pun memanggil balik.


...Raka:"Maaf boz,ada yang bisa di bantu?"...


David:"Aku ingin bertemu,bagaimana kalau nanti saat jam makan siang.


Raka:Ya sudah nanti saat jam makan siang aku akan ke rumah.


David:"Kita mengobrol di luar saja,kamu dan Chris mempunyai hutang penjelasan padaku.


Raka:"Kenapa tidak dirumah"


Raka:"Bagaimana di kafe biasa"


David:"Ok"


Karena sudah tidak ada yang di bicarakan,David pun mengakhiri panggilannya dan kembali ke pekerjaannya,


Aku yang merasa bosan sendirian berinisiatif menyusul David di ruang kerjanya.


"Sayang,belum selesai??kataku dengan memonyongkan bibir karena bosan di tinggal sendirian.


David pun beranjak dari kursi panasnya dan mendekatiku,


Cup...kecupan mendarat di bibirku,lama lama menjadi ciuman panas,kami saling bwradu dan saling memungut sampai kehabisan nafas.


"Sayang,lihat nih,,"David menunjuk bagian bawahnya yang sudah menegang.


"Kan kamu lagi puasa sayang,jadi sabar ya junior?"kata ku sambil tertawa,geli melihat David.


David pun menggendongku dengan tiba tiba dan membaringkanku di sofa,


"Kamu mau apa?tanyaku mulai was was


"Ingin main main dengan istriku"jawabnya dengan tersenyum licik.


Dia pun membuka resleting dress ku,

__ADS_1


kini hanya pakaian dalam saja yang melekat.


"Sayang,apa apaan sih,ingat luka khitan belum sembuh,masa mau gituan"aku mencoba merayu David supaya mengurungkan niatnya.


Melihatku hanya memakai pakaian dalam saja membuatnya semakin gila,David melepas kait ***ku benda kenyal pun menyembur keluar,tanpa aba aba David pun melahapnya,


sungguh nikmat permainan lidahnya sehingga desahan demi desahan keluar begitu saja yang membuat David semakin gila,


Puas dengan dadaku kini dia pun membuat barisan warna merah,di leher,di dada dan di perut.


"Shit aku benar benar tidak tahan."David frustasi karena dia harus puasa.


"Terus bagaimana ini,kamu harus tanggung jawab untuk menyudahi permainan ini,"gerutuku karena dia sudah membuatku berhasrat.


Kali ini dia berada di bawahku,memainkan area sensitifku,lidahnya lincah bermain disana,


aku yang merasakan nikmat berlebih pun mengerang sekeras kerasnya,tidak peduli kalau ada yang mendengarku bahkan melihatku,


Tak lama kemudian sampailah aku pada klimaksku dan merasa sangat lelah.


Dengan wajah lelah aku pun bertanya"Bagaimana dengan mu sayang??"


"Aku tidak apa apa,sebisa mungkin aku akan meredamnya."Jawab David lesu dan tersenyum.


Aku bergegas memakai bajuku,David kembali ke kursi panasnya,dan aku tiduran di sofa,karena pelepasanku tadi aku mulai mengantuk,akhirnya tak butuh waktu lama untuk sampai ke alam mimpiku


David yang melirikku pun tersenyum sambil bilang"putri tidur gadungan".


Beberapa saat kemudian David bangkit dari kursi panasnya dan memindahkanku ke kamar,


"Tidur yang nyenyak ya sayang,aku pergi sebentar,"kata David dengan mencium keningku.


Sebelum pergi David membereskan dulu meja kerjanya,dan mengirim pesan singkat lada Raka,


"Aku kesana sekarang,jangan membuat aku menunggu"isi pesan David pada Raka.


"Siap boz,aku dan Chris juga hendak otw"balasan Raka.


David mengambil kunci mobilnya karena kali ini dia ingin menyetir sendiri tanpa melibatkan sopir,


Sebelum keluar rumah David berpesan pada pak Herman,supaya menyiapkan makan siang untukku dan mengantarkannya ke kamar.


Mobil David kini pun melaju menuju cafe,


namun karena ada insiden kecelakaan macet put tidak terelakan,


"Shit,mengganggu perjalananku saja"David lun memukul setir mobilnya,,


Lama terjebak macet,akhirnya macet terurai juga,


Saat tiba di cafe David buru buru menemui kedua asistennya karena pasti mereka agak lama menunggu,


karena pintu masuk membelakangi duduk Raka dan Chris,mereka tidak tau kalau David datang dan mendengarkan pembicaraan mereka,


David pun mengepalkan tangannya..........

__ADS_1


__ADS_2