
Hiks...hiks...hiks
"Kenapa kalian berteriak?"kataku dengan airmata yang terjun bebas.
Ketiga orang ini pun saling pandang,David pun meraih tubuhku.
"Sudah sayang,baiklah kami akan memakannya.Janji ya jangan menangis lagi"David pun mencoba menenangkanku wlalaupun dalam hatinya ingin sekali menjitak kepalaku.
Aku pun kembali duduk dan melihat mereka makan.
Raut wajah mereka berubah sekarang,mereka lagi lagi saling pandang seolah ingin menyampaikan seauatu.
"Bagaimana rasanya???enak kan masakan kalian???"tanyaku penasaran dengan jawaban
mereka.
David langsung mengambil minum begitu pula dengan Raka dan Chris.
"Sayang kenapa kamu memakan makanan ini,makanan ini seperti racun"keluh David.
"Karena ini kemauan anak kita,walaupun masakan kalian berantakan rasanya namun aku ingin memakannya dan untuk itu aku
mau kalian memakannya juga,harus habis"kataku dengan mata berkaca.
Raut muka tiga orang ini pun memucat,mana mungkin memakan makanan seperti ini,sup ikan yang sangat manis seperti kolak,geprek ayam yang sangat asin seperti ikan asin dan juga tumis kangkung yang begitu asam ntah apa yang dimasukan.
"Aku ke kamar dulu sebentar lagi akan kembali lagi,namun awas kalian harus memakannya sampai habis"akupun mengancam mereka semua.
Aku pun beranjak dan menuju kamar,Raka David dan Raka pun memajukan badan dan mengangkat bokong mereka untuk berunding sesuatu.
"Kita buang saja,cepat sebelum dia kembali"ide Chris.
"Betul....Betul,daripada perut kita sakit makan makanan uji coba ini."timpal David.
"Kalau dibuang di tempat sampah akan ketahuan"sahut Raka.
Mereka pun berfikir keras lalu
"Toilet"teriakan mereka barengan.
Raka menjadikan satu makanannya lalu bergegas ke toilet dengan David dan Chris yang memantau keadaan.
Seletah beres mereka duduk dengan ekspresi pura pura kenyang dan terkadang berekspresi seperti orang hendak muntah.
"Wah,cepat sekali habisnya!tidak kalian buang kan???"tanyaku curiga lalu duduk kembali ke kursi.
"Mana mungkin kami membuangnya sayang,lihatlah perutku sangat kenyang"ucap David dengan mengelus perutnya.
Ntah mengapa aku tidak percaya pada mereka,namun aku juga tidak bisa membuktikan apa apa.
********
Seminggu sudah berlalu kini saatnya aku dan David berangkat ke Los Angels.
Dari pagi para art sudah membantu menyiapkan semua,ibu dan Bunga juga ikut membantu.
Setelah siap kami semua berangkat ke Bandara,tak terkecuali mas Raka.
__ADS_1
Beberapa lama kemudian sampailah kami di bandara Internasional di Jakarta.
"David,nitip anak ibu ya???jaga baik baik,sering seringlah berkunjung"kata ibu dengan sedih.
Raka pun sudah standby untuk menerjemahkan.
"Menjaga Puput adalah kewajiban David mom jadi jangan mengkhawatirkan hal itu,David pasti menjaganya segenap jiwa dan raga David"Kata David lalu memeluk ibu.
Mendengar jawaban dari David membuat ibu tenang,dalam pelukan menantunya ibu menangis,bagaimanapun juga ibu tetap sedih karena aku akan dibawa jauh oleh suamiku. Namun sudah menjadi kewajiban istri ikut kemanapun suami pergi.
Karena sekarang surgaku tak lagi di kaki ibuku melainkan di kaki David.
Aku pun memeluk ayahku lalu bergantian dengan adik adikku.
Begitu pula dengan David.
"Sering sering pulang ke Indo ya mas,lagian pesawat mas David kan seperti hotel jadi ga terasa gitu kalau lagi perjalanan jauh.
Oh ya kapan kapan Bunga mau dong ke Amerika lagi,carikan bule yang cakep dong mas David,tapi yang seumuran dengan Bunga jangan macam mas Raka atau mas Chris."oceh Bunga yang membuat semua tertawa.
Raka pun ikut menimpali,"daripada cari bule mending sama aku aja, kan kecakepan aku tak kalah dengan bule Bunga,cintailah produk dalam negeri"kekeh Raka.
Semua pun ikut tertawa,Bunga pun mencibirkan bibir
"Ogah,mas Raka sudah tua!nanti kalau jalan sama mas Raka,dikira Bunga jalan ma om om"ejek Bunga sambil tertawa.
"Bunga jangan gitu,kalau Fajar cewek pasti ibu nikahkan sama kamu Raka"celetuk ibu.
"Sudah sudah,tu kasian Rakanya"timpal ayah.
Raka pun tersenyum mendengar ocehan keluargaku.
"Pasti Chris,mana bisa aku hidup tanpa kalian"timpal Raka dengan wajah tak kalah nanar.
"Harus sering ke Amerika karena kamu harus melaporkan keadaan perusahaan padaku"sahut David lalu memeluk Raka.
Kini Raka pun mendekat ke arahku,dengan tatapan sedihnya lalu memelukku.
"Hati hati ya Put,aku akan selalu merindukanmu"bisiknya dan semakin erat memelukku.
Raka benar benar terbawa perasaan,bahkan kali ini dia mengabaikan orang sekitarnya terlebih David.
Karena lama tidak dilepas David pun mulai berdehem.
Lagi lagi tidak direspon,
"Raka,dia istriku kenapa kamu memeluknya sangat lama sekali"cicit David.
Masih dengan posisi memelukku Raka menyaut
"Biarin dia adikku dan kamu akan membawanya pergi jauh"
David semakin geram dengan sikap Raka.
"Adik adikan bukan adik sungguhan"sahut Dvaid
Raka pun tersenyum lalu menimpali
__ADS_1
"Baik sungguhan ataupun bohongan dia tetap adikku.
Raka pun melepas pelukannya dan tertawa.
Dengan posesif David memelukku
"Dia milikku bukan milikmu,jadi jangan coba coba mencari kesempatan dalam kesempitan."ujarnya.
"Hanya memeluknya sebentar kenapa tidak boleh???"sahut Raka.
Aku yang geram pun melepas pelukan David.
"Stop,lihatlah bu mereka bertengkar gara gara berebut pelukanku."aku pun mengadu pada ibu.
Sedangkan ibu dan ayah geleng geleng kepala melihat tingkah mereka yang konyol.
Chris yang sedari tadi melihat perdebatan kecil ini pun menghampiriku lalu memelukku.
"Biarkan Puput bersamaku....Ok!!!"ucap Chris dengan mengedipkan mata.
Ayah,ibu,Tirta,Fajar dan Bunga pun tertawa.
"Tu,diambil mas Chris"cicitnya.
Aku dan Chris pun ikut tertawa.
Merasa cukup dengan drama kami,kini saatmya kami berangkat ke Amerika.
"Hati hati ya"ucap mereka semua barengan.
Aku pun tersenyum dan mulai berjalan meninggalkan mereka semua,sesekali aku menengok ke belakang dan melambaikan tangan.
Selamat tinggal Indonesia,walaupun aku akan berpindah warga negara namun hatiku tetap padamu,negaraku tercinta.
Tamat.
Terima kasih ya buat kaka kaka yang sudah mengikuti SuamiBuleku sampai akhir.
Nanti aku akan menambahkan extra part ya,sampai Puput lahiran.
Jangan lupa baca juga sequel tentang Chris
yang berjudul
"Terjebak Cinta sang casanova"
Untuk sequel Raka dan David Reno segera menyusul kak.
soalnya kemaren proses review dari sequel Raka lama sekali akhirnya aku hapus.
Sequel mereka berdua dibuat bareng ya,untuk David Reno besok bareng sama part kedua dari SuamiBuleKu.
Jangan lupa ninggal jejak ya kak
like,koment,vote,hadiah dan lain lain biar aku semangat nulisnya.
__ADS_1
Terima kasih😘😘😘😘😘😘