
Mulutku terbuka lebar melihat jejeran angka,12 angka berjejer,otakku menangkap kalau angka tersebut adalah ratusan trilyun,yang hampir mendekati angka ribuan,dan itu bukanlah IDR melainkan USD,David bilang itu hanya yang terekpos,masih banyak yang lainnya,
Sepertinya kali ini aku akan double melongo,saat menikmati melongoku,bibir David main masuk saja,dan lidahnya bermain bebas di dalamnya.
Saat asik saling bertautan
Ceklek....
Ibu dan ayah pun masuk
"Ya allah pupuuuuuuutttttt"ibu berteriak sampai tiga bodyguard yang dikirim Raka pun ikut masuk,beserta sopir dan salah satu art cowok dari rumah David.
Aku sontak mendorong David,dengan wajah malu,aku pun menunduk
"Apa yang kalian lihat,keluar"dengan agak berteriak David menyuruh kelima orang lelaki tersebut keluar.
Ibu yang sudah agak marah pun mendekati kami,sebenarnya saat David meneriaki pengawalnya ibu agak takut,namun di pikir pikir lagi posisi ibu lebih kuat,jadi tidak mungkin David memarahinya.
Tangan ibu kini mendarat di telinga David
"Enak ya,orang tua khawatir cepat cepat datang kerumah sakit,e...masuk ruangan, melihat yang nggak nggak,coba kalau dokter yang masuk gimana apa gak malu"omel ibu melengking,rasanya aku ingin pingsan saja.
Ayah hanya tersenyum melihat ibu menjewer David,
David pun menenangkan ibu,dia melepaskan tangan ibu dan memeluk ibu,sambil bilang
"Im sorry mom"
"Aku sangat terharu,melihat David memeluk ibuku,kelihatannya dia sangat merindukan ibunya.
Ibu hanya diam saja dan mengelus elus pundak David dengan tangan kecilnya.
"Ibu pun melerai pelukan David dan melihatku,"Im sorry mom itu artinya apa?"tanya ibu
"Maafkan aku ibu"jawabku sambil menghapus air mataku yang terjatuh.
"Lain kali jangan di ulangi,bingung deh sama anak anak jaman sekarang,kalau mau mesum tidak tau tempat,"gerutu ibu
David segera memposisikan dirinya ditepi ranjang dekatku takut kalau ibu akan menjewerku,
David pun memasang senyum paling manis sedunia pada ibu,
tak bisa di pungkiri ibu pun kesengsem dengan senyuman David.
Tangannya pun mencubit pipi David
"Orang kok gantengnya kaya gini,"Ucap ibu dan berjalan ke sisi lain ranjang.
Ayah pun mendekat,dan bertanya
"Kamu kenapa Put?,kok bisa kamu yang di rawat perasaan tadi yang khitan David,la David juga habis khitan kok seperti orang yang tidak khitan."ayah pun heran
__ADS_1
"Tadi Puput jatuh yah dan kaki Puput terkilir"jawab ku
"Hanya terkulir kenapa harus dirawat inap???"tanya ayah lagi
"Tanyakan tuh ma menantu ayah,padahal tadi dokter mengijinkan boleh pulang namun si orang Amerika ini tidak memperbolehkan aku pulang"Gerutuku sambil mengaktifkan bibir ke depan,
"Buang buang uang saja" timpal ayah
"Biarin lah yah,menantu kita kan tajir,buat uang dikit ga papa lah"goda ibu sambil terkekeh,
Plak...tangan ayah jatuh di dahi ibu,
"Kalau ngomong dijaga,untung menantu kita gak paham bahasa Indonesia,"ayah sedikit geram pada ibu yang menyepelekan uang.
Ibu pun mengelus elus dahinya,aku dan David pun hanya tertawa.
Aku yang dari tadi melihat David pun menemukan indikasi kalau David menahan sakit,
"Kenapa sayang,?"
"Bagian bawahku sakit,tadi saat berciuman sangat menegang,"kata David yang menahan sakitnya.
"Minum obatnya,dan istirahat."kataku khawatir dengan David.
David memandangiku,seakan mau protes,ntah apa yang di pikirkannya.
Aku pun memanggil ibu untuk meminta bantuannya,
"Minta bantuan apa??"tanya ibu lembut.
"David sakit bu,bisakah ibu menyiapkan obat untuk David,obatnya ada di atas meja,"pintaku dan ibu pun langsung mengambil obat di meja.
Saat membuka salah satu plastik obat,nama yang tertera di sana adalah ny.David bearti milik David yang satunya,karena memang ada dua kantung plastik.
Setelah membuka obat,ibu pun mengmbil air mineral,dan menuntun David untuk di bed satunya,
"Minum dan istirahatlah,biar Puput kami yang jaga,"tutur ibu sambil menepuk bahu David.
"Thanks mom,"kata singkat yang keluar dari mulut David.
David pun merebahkan badannya di bed satunya,fasilitas dari VVIP room,2 bed dan sofa serta fasilitas lainnya,sakit di ruangan ini seperti sakit di kamar hotel😂.
Tak lama kemudia David memejam kan matanya,nafasnya juga mulai teratur menandakan kalau dia sudah terlelap.
"Ibu dan ayah kalau butuh apa apa,bisa menyuruh orang yang berjaga di luar,"kataku
"Iya,nanti saja kalau ibu lapar ibu akan menyuruh mereka membeli makanan,"kata ibu yang duduk di kursi samping ranjangku.
******
Tiga hari berlalu,akhirnya David memperbolehkan aku untuk pulang,sikap over protektifnya semakin menjadi,dari ruangan rawat inap sampai mobil dia menggendongku,
__ADS_1
"Tuan,lihatlah semua orang melihat kita,kenapa tidak membiarkan aku berjalan sendiri!??pintaku pada David yang langsung mendapat tatapan tajam darinya.
"Tinggal menurut apa sih susahnya,aku hanya tidak ingin kamu terjatuh,"kata David tegas,aura boznya kini pun menyelimuti dirinya,
aku yang takut pun membenamnkan wajahku ke dalam pelukannya,
Pak sopir membukakan pintu mobil,David pun menurunkanku dan menuntunku masuk mobil,
Tak butuh waktu lama untuk sampai di kediaman David,
ibu dan ayah pun sudah menunggu didepan,
Lagi lagi David menggendongku,aku yang malu pada ibu dan ayah pun memintanya untuk menurunkanku,namun bukannya menurunkannku David malah melirikku dengan tatapan setajam silet.
"Sayang,aku masih kuat untuk berjalan,tidak akan terjadi apa apa"aku merayu David supaya menurunkanku.
"Bicara lagi lihat apa yang akan aku lakukan,"ancam David.
Kini aku pun diam seribu bahasa daripada David nekad,
Kini David berhenti di depan orang tuaku,
dia pun memberi salam sambil mengangguk,
"Put,kasian David,badanmu berat lo"kata ibu lembut.
Aku mendengus pasrah,
"Aku pun ingin turun bu,namun lihatlah dia malah melirikku dengan tatapan tajam,gerutuku.
"Ayo ke kamar,pamit pada ibu dan ayah."Kata David menyuruhku pamit pada ibu.
"Ibu ayah kami pamit ke kamar dulu,tuan Amrika ingin istirahat."kataku sambil menunduk,
"Ya sudah nanti David keburu pegal tangannya"kata ayah
Ibu pun menggeleng gelengkan kepalanya.
"Anak sudah sebesar itu masih di gendong,apa gak capek tangannya"heran ibu.
"Biarin lah bu,kita seharusnya senang,ada yang menyayangi Puput seperti David"ucap ayah
Ayah dan ibu pun terkekeh,melihat tingkah laku aku dan David.
******
Setelah sampai di kamar,dengan sangat pelan David menurunkan aku di kasurnya.
Saat hendak akan bangun tiba tiba David merintih kesakitan,
"Ahhhhhhhh......"
__ADS_1