
"Kenapa sayang"aku pun panic kenapa dia tiba tiba memekik kesakitan,
"Kakimu sayang,menendang juniorku"David meringkuk kesakitan.
Aku yang panik pun memeluk David dan mengelus elus bagian intimnya dari luar,
"Apa masih sakit"tanyaku pada David yang terlihat relax saat aku mengelus area nya tersebut.
"Masih dan lakukan terus"suruhnya
Sebenarnya aku sangat penasaran,dan kali ini rasa penasaranku tidak bisa aku bendung lagi,
aku pun membuka celana David,dan menurunkan ****** ******** dengan hati hati,
"Apa yang akan kamu lakukan??"tanya David
"Melihat sebentar,masih utuh apa tidak"kataku sambil terkekeh
"Ooooooo ternyata di perban hehehe"ucapku dengan geli
"Ya iya lah,masa tidak di perban,sudah dong sayang kan malu"David berusaha menutupinya
"Diam aja kenapa sih,aku kan penasaran sama bentuk barunya"Aku pun menyingkirkan tangan David.
"Bentuknya ya sama lah sayang,tetap lonjong masa iya berubah jadi kotak atau segitiga."David mulai kesal dengan sikapku
Aku pun melototi David,sambil bilang"Diam"
David pun pasrah,
Kini aku melepas perbannya,
"Ternyata ya sama saja ya,kirain jadi giman gitu"aku kecewa karena tidak sesuai espektasiku.
"Memangnya jadi bagaimana,kotak???terus kalau jadi kotak bagaimana masuk lubangnya???"David bertambah kesal
"Hahahaha,ya bukan gitu sayang,bagaimana menjelaskannya"aku pun menggaruk kepalaku yang tidak gatal
Aku pun mengambil kotak obat,dan mengganti perban David setelah itu menyiapkan obat untuk David, supaya lukanya tidak nyeri.
"Lukanya sudah mulai kering,beberapa hari lagi mungkin akan sembuh,"kataku menutup kembali celana David.
"Iya,tapi belum boleh nengok David junior"jawabnya lesu
"Sabarlah sayang,puasa dulu baru setelah puasa kita lebaran"kataku sambil terkekeh yang membuat David bingung,karena dia gagal paham dengan kata kata ku.
Setelah minun obatnya,aku meyuruh David istirahat,
Tok,,tok,,tok
Terdengar ketukan dari luar,
Ceklek,,aku pun membuka pintunya..
"Eh,ibu...masuk bu"aku mempersilahkan ibu masuk
"Maaf ya mengganggu istirahat kalian",kata ibu agak sungkan.
Mang begini ya jadi Sultan sampai orang tua sendiri sungkan😂.
Kami pun mengobrol sambil duduk si sofa,
"Kamar kamu Put,bagus banget"ibu pun kagum dengan kamar yang kini akan menjadi kamarku.
__ADS_1
"Iya bu,kamar David sungguh mewah dan besar,"kataku dengan tersenyum.
"Sebenarnya ibu dan ayah ingin kembali,kasian Bunga dan Tirta kalau di tinggal lama lama,"ibu pun merasa tidak enak padaku.
"Bagaimana kalau Tirta dan Bunga di bawa kesini jadi kan semakin rame bu,"Aku mencoba memberi saran
Sebenarnya tidak rela kalau ibu dan ayah harus pulang,apalagi David belum di mualafkan.
"Mereka kan harus sekolah Put,"kata ibu yang membuat aku sadar kalau adik adikku masih sekolah.
"Rencana ibu kapan pulang??"tanyaku
"Besok Put,nanti kalau David sembuh dan siap mualaf ibu dan ayah akan kesini lagi dengan adik adik mu,Jawab ibu.
"Iya bu,maaf sudah merepoti ibu dan ayah,biar besok ibu dan ayah diantar sopir ya?,"kataku
"Biar Fajar saja Put,"ibu pun menunjuk Fajar untuk mengantarnya
"Fajar kan harus magang bu,timpalku.
"Ya sudah Put,gimana baiknya saja",tutur ibu pasrah.
Karena tidak ada yang di bicarakan lagi,ibu pun kembali ke bawah karena merasa sungkan dengan David yang tidur,takutnya malah mengganggu istirahatnya.
Di sisi lain, Raka sibuk dengan berkas berkasnya,dia harus melilah milah mana yang membutuhkan tanda tangan David dan mana yang tidak.
Saat focus dengan itu semua tiba tiba Chris datang dengan senyum manisnya
"Hallo bro..."Chris datang yang langsung saja masuk ruangan Raka tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Hey bro...."teriak Raka sambil beranjak dari kursi panasnya dan menuju Chris.
Mereka pun saling berpelukan untuk melepas rasa rindu diantara mereka,
"Tidak Chris,dia masih sibuk dengan urusan pribadinya,kemungkinan beberapa hari ke depan dia tidak datang ke kantor,nanti sepulang kerja aku akan kerumahnya memberikan berkas berkas itu,Raka menunjuk tumpukan berkas di mejanya.
"Oh iya,ini berkas tentang Baptis David yang tempo hari kamu minta padaku,"Chris menyerahkan berkas tersebut pada Raka,
"Terima kasih Chris"ucap Raka singkat.
"Jadi dia akan mualaf??"tanya Chris menyelidik
"Iya,apa kamu juga ingin mengikuti jejak David??"goda Raka
"Mungkin kalau istriku nanti muslim aku akan mualaf juga"jawab Chris dengan kekehnya.
Karena tidak bertemu cukup lama,mereka pun temu kangen,banyak yang mereka obrolkan sampai tak terasa jam makan siang pun tiba.
"Apa ada jadwal untuk hari ini???"tanya Chris
"Jadwal hari ini kosong,lagipula kan sekarang kita bos nya"kekeh Raka yang membuat Chris tertawa,
"Benar benar,ayo kita bertingkah sesuka hati kita seperti David"timpal Chris dan mereka berdua pun tertawa lepas.
"Bagaimana kalau kita ke rumah David,sekalian mengantar berkas berkas itu"ajak Raka,dia mengubah jadwalnya yang semula hendak kerumah David sepulang kerja
Dengan senang hati,Chris menerima ajakan Raka,dan mereka pun pergi ke rumah David.
Ibu yang sedari tadi sibuk membantu art menyiapkan makanan kaget melihat Raka dan Chris" tiba tiba nongol begitu saja,
"Raka....kamu kok mengagetkan ibu,"sambil memegangi dadanya.
"Maaf bu,la daritadi mengucapkan salam namun tak ada sautan jadi Raka masuk saja"Raka menjelaskan sambil terkekeh.
__ADS_1
"Haduh,ini siapa Raka,cakep banget tidak kalah jauh dengan David"ibu pun mendekati Chris
Chris yang bingung pun hanya tersenyum,
"Ini camer bos kita"bisik Raka
"Halo mom"Chris langsung cupika cupiki ibu
Ibu yang kaget atas perlakuan Chris pun terdiam,
"kamu sedikit keterlaluan,budaya di Indonesia tidak begitu"bisik Raka lagi
Chris hanya mengangkat bahunya dan masa bodoh,
"Ibu maafkan Chris,karena budaya di Amerika memang seperti itu."
"Tidak apa apa Raka,teman kamu ini membuat jiwa muda ibu meronta ronta"Goda ibu yang membuat Raka menepuk Dahinya sendiri.
"Apa David ada dikamarnya bu??" tanya Raka.
"Iya,mereka berdua istirahat dikamar dari pulang dari rumah sakit tadi."jawab ibu.
"Ya sudah bu kami akan langsung ke atas"Raka pamit untuk menemui David.
Chris dan Raka pun berjalan menuju kamar David,setelah di depan kamar David Raka pun mengetuk pintu.
Tok...tok...tok.
Ketukan pertama tidak ada sahutan,akhirnya mereka mencoba lagi,
Tok...tok...tok
Ketukan ke dua pun sama,mereka tidak menyerah dan mengetuk lagi
Tok...tok...tok...
Tersengar samar samar sautan dari dalam kamar,
Ceklek...
"Eh,,mas Raka,ada perlu apa mas??"tanyaku dengan wajah malas karena baru bangun tidur.
"Enak ya,jam segini sudah bangun tidur???"goda Chris
Aku pun terkekeh mendengar godaan Chris
dan berbasa basi
"Halo Chris,sudah balik ya?kapan sampai di Indonesia?"
David yang mendengar aku berbicara pun beranjak dari tempat tidur dan menghampiri ku
"Siapa sayang??dan langsung saja memelukku dari belakang.
"Gak malu ni ada kita kita di sini"ejek Chris
David pun melepas pelukannya dan tertawa
"Kalian ini mengganggu saja,cepat kembali ke kantor,"Usir David
"Bisa kita bicara sebentar???"tanya Raka pada David
"Ada juga yang ingin aku sampaikan,Chris pun membisikan sesuatu pada David.....
__ADS_1
Apa???