
David,Raka dan Chris pun bersiap kembali kekantor sehabis meninjau lokasi proyek terbaru mereka.
Chris menyetir sedangkan David duduk dibelakang,
Raka pun melihat ponselnya,matanya terbelangak melihat tiga panggilan tak terjawab dariku.
"Ada apa dia menelponku"ucap Raka dengan tangan yang masih memainkan ponselnya.
Chris yang mendengarnya pun menimpali
"Siapa Raka?"tanyanya.
"Puput"jawabnya singkat.
David yang mendengar namaku di sebut Raka pun kaget,
"Ada apa dia menelponmu???"ucap David kesal.
"Mungkin dia mencoba menghubungimu namun tak ada respon sehingga dia menelponku"jawab Raka.
Otak David pun berkelana akhirnya dia pun ingat kalau hari ini jadwal periksa kandungan.
Tangan David pun berkelana mencari ponselnya
"Shit....Tertinggal dikantor"ucapnya sambil meninju jok didepannya.
"Panggil balik Raka"pinta David.
Raka pun menelponku namun tak ada respon,dia pun mencoba lagi namun lagi lagi tak ada respon.
"tidak diangkat boz"kata Raka.
"Hubungi pak Herman,tanyakan di mana Puput sekarang."Suruh David.
Raka pun menghubungi pak Herman,dan Raka meloudspeaker panggilannya supaya David bisa mendengarnya.
"Halo....Iya ada apa pak Raka!"tanya pak Herman.
"Halo pak Herman,nyonya Puput ada dirumah???"tanya Raka.
"Ini saya di luar rumah pak,namun tadi saya melihat nyonya keluar rumah mengendarai mobilnya sendiri."jawab pak Herman.
David yang agak cemas pun ikut menyaut
"Hubungi yang dirumah tanyakan nyonya sudah kembali apa belum"kata David agak berteriak.
Pak Herman pun ijin untuk mengakhiri panggilan.
Beliau pun menghubungi yang dirumah.
Setelah mendapat jawaban, pak Herman menghubungi Raka kembali dan memberitahukan kalau aku sudah dirumah.
Mengetahui aku sudah di rumah membuat David lega.
"Jadi....Kita kembali ke kantor atau pulang"tanya Chris.
"Kembali ke kantor saja Chris"jawab David.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang,David pun memandang ke arah luar jendela,ntah apa yang dipikirkan,
"Menurut kalian apa Puput marah kepadaku"tanya David tiba tiba.
Bukannya mendapat jawaban yang membuatnya tenang ke dua asistennya pun bersekongkol untuk menakuti David.
"Pasti boz,apalagi Puput harus kerumah sakit sendiri,dia juga sampai berkali kali menghubungi Raka bisa di lihat kan dari situ."kata Chris dengan menahan tawa.
"Saranku sebaiknya jangan pulang,para betina kalau sudah marah,ntah apa yang terjadi dan satu lagi bersiaplah tidur tanpa jatah untuk beberapa hari kedepan."Raka pun ikut menambahi.
__ADS_1
David pun semakin frustasi,kenapa dia bisa lupa.
Mobil pun kini sampai di parkiran kantor,tanpa menunggu Raka dan Chris David keluar dulu lalu dengan langkah cepat menuju ruangannya.
Hal yang iya lakukan ialah mengecek ponselnya,
ada banyak sekali panggilan tak terjawab dan juga pesan.
David semakin frustasi dan dilemparlah ponselnya ke sofa.
Dia pun segera menyelesaikan pekerjaannya,tepat jam empat David keluar kantor,
tak butuh lama untuk sampai dirumah,dengan berjalan gontai David menuju kamar.
Ceklek....Pemandangan pertama yang ia lihat adalah melihatku menonton TV.
Dengan wajah di tekuk David menghampiriku.
"Maaf sayang,aku lupa"katanya dengan memegang tanganku.
"Tidak apa apa,pekerjaanmu kan jauh lebih penting daripada anakmu"ucapku yang membuat David memuncak.
David pun memandangku dengan ekspresi marah.
"Maksudmu apa bicara seperti itu,aku selalu mementingkan kalian daripada pekerjaan,namun sungguh tadi aku lupa,ponsel juga tertinggal"David pun mengeraskan suaranya.
mataku ku pun berkaca,
Aku tidak menjawab kata kata David,
Melihat mataku berkaca membuat David mengusap rambutnya.
"Jangan pernah bilang seperti itu lagi,bagiku kalian yang terpenting,
maafkan aku yang telah lupa,maafkan aku"lirihnya lalu di raihlah tubuhku dalam pelukannya.
Airmataku pun tumpah,tak ada kata kata keluar hanya ada isakku yang membuat David semakin bersalah.
"Hey....Sudah jangan menangis,aku tidak suka melihat wanitaku menangis apalagi itu karena aku,sudah....Apa yang harus aku lakukan supaya istri cantikku ini tidak marah lagi"David pun membujukku.
Aku hanya menggelengkan kepalaku,lalu kembali menenggelamkan wajahku.
Saat dalam pelukan David aku pun punya ide untuk membalasnya.
"Baiklah,untuk menebus salahmu,selama seminggu ke depan no jatah"ucapku lalu melepaskan diri dari pelukan David.
David pun mengusap rambutnya kasar,
"Tidak adakah yang lain selain itu,bagaimana kalau aku menginginkannya,sedangkan kamu tau kalau dekat denganmu saja memunculkan hasratku.
Bagaimana aku harus menahan diri dari tubuh yang sudah menjadi candu bagiku???"David pun semakin menekuk wajahnya.
"Emang aku pikirin,itu hukuman bagimu karena membuat ku menunggu,membuatmu cemas dan membuatku marah."kataku dengan menahan tawa.
David menghela nafas panjang.
"Baiklah aku akan mencobanya,"
Dalam hati aku tertawa puas,
"Sukurin,mangkanya jangan macam macam sama istri,"batinku girang.
"Aku akan mencobanya sayang namun kalau tidak bisa maafkan aku kalau aku harus mencuri jatahku"batin David dengan tersenyum.
Aku dan David sama sama tersenyum dalam hati.
"Lalu apa yang dokter bilang,anakku cowok atau cewek"tanya David yang tiba tiba memecah lamunanku.
__ADS_1
Aku pun menghela nafas,"pada usia janin 20 minggu sayang baru terlihat jenis kelaminnya."ucapku sambil menatapnya.
"Jadi apa yang dikatakan dokter sayang???"tanyanya antusias.
"Janin sudah sebesar kacang,kira2 panjangnya 1,6 cm dengan berat satu gram."jawabku.
David pun beranjak lalu menarik tanganku,aku yang bingung pun bertanya
"Kita mau kemana???"
"Kembali periksa lagi,ada banyak yang ingin aku tanyakan pada dokter kandungan."jawabnya.
"Ogah,masa harus kembali ke rumah sakit lagi,pemeriksaan berikutnya saja"gerutuku lalu menarik tanganku yang di tarik David.
David pun merayuku dengan memelas namun aku tetap tidak mau,kemudian aku pun mengambil hasil USG tadi dan menyerahkannya pada David.
"Itu hasil USG nya,besok saja kita ke dokter karena hari ini aku lelah"ujarku lalu merebahkan diri ke kasur.
Mata David memandangi hasil USG,rasa haru membuat matanya berkaca.
Terukir senyuman disana,dengan memandangi foto di tangannya David menghampiriku lalu mendekatkan wajahnya di perutku.
"Baik baik di dalam ya sayang,daddy akan melakukan yang terbaik buat mu dan juga mommy.
Cepatlah tumbuh besar dan keluarlah dengan sehat,daddy tidak sabar menunggumu."David pun mencium perutku.
Kata katanya lagi lagi membuatku terharu,rasa dongkol pun hilang seketika.
Aku pun menatapnya,lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku sehingga netra kami pun saling beradu.
Aku pun mengecup keningnya,dan langsung memeluknya.
"Terima kasih sayang"lirihku.
Tak ada balasan dari David namun ku tahu pasti saat ini dia tersenyum.
Lamu kami saling berpelukan,lagi lagi aku mencari ketenangan dalam pelukannya.
Aroma tubuhnya yang menjadi candu buatku.
Tiba tiba terdengar bunyi
Kruk....Kruk....Kruk....
Seketika aku memelototkan mata dan melepas pelukanku.
"Kamu lapar sayang?"tanyaku menyelidik.
David hanya mengangguk dan berkata
"Siang tadi belum makan,aku sangat cemas dan takut padamu,apalagi kalau pak Herman bilang kalau kamu kerumah sakit sendiri,yang ku pikirkan menyelesaikan pekerjaanku dengan segera dan pulang"jawab David.
Aku pun kaget tak kusangka dia sampai segitunya,
"Maafkan aku yang telah marah,tanpa ku tahu kamu pun mencemaskan aku,"batinku.
Kutarik tangannya dan turun ke bawah.
Kutarik kursi dan mempersiapkan David duduk,
kupanasi makanan yang tadi ku masak lalu menyiapkan segala sesuatunya.
Kubawa makanan di meja makan,
"Sudah siap sayang,disuapin atau makan sendiri???"tanyaku sambil tersenyum.
"Suapin dong"katanya manja.
__ADS_1
Aku pun menyuapinya,tak butuh lama David menghabiskan makanan di piring.
Seusai makan kami pun mencari udara segar dengan duduk di taman depan rumah.