Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Penasaran dengan kekayaan David


__ADS_3

Mataku melototi David,tak ku sangka dia akan bersikap seperti itu pada dokter.


Saat hendak meletakkan stetoskop di dadaku David langsung menarik tangan dokter tersebut.


"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan,jangan mentang mentang istri saya sakit,anda seenaknya menyentuh istri saya,ini juga suster ngapain lihat lihat"David sungguh hilang akal sehatnya.


"Kalau tidak meletakkan stetoskop nya di dada nyonya bagaimana saya memeriksanya"kata dokter sedikit geram dengan tingkah konyol David.


"Daviiiiiiiiddddd...jangan buat aku malu akan sikapmu"batinku sambil memecingkan mata


Raka di seberang sana hanya tersenyum,ntah apa yang di pikirkannya.


"Ya sudah pak,kalau tidak boleh di periksa"kata dokter pasrah dan kemudian undur diri diikuti susternya.


Setelah dokter pergi,aku meluapkan kekesalanku pada David.


"Kamu apa apaan sih,kenapa bersikap seperti itu,dokter hanya ingin memeriksaku"kata ku kesal luar biasa pada David


"Aku tidak suka,hanya aku yang boleh memegang seluruh tubuhmu,"David mulai sinis,posesif nya kluar.


"Terserah kau lah saja,lagipula percuma berbicara dengan mu"aku pun malas berdebat,toh dia yang berkuasa.


"Raka,panggil dokter wanita wanita kesini"perintah David yang langsung dilaksanakan Raka.


Raka pun menyuruh dua orang yang sedang duduk santai di depan ruanganku.


"Hey kalian,,,tolong panggilkan dokter wanita kesini,cepat!!!"perintah Raka


Dengan segera kedua orang tersebut langsung melaksanan perintah tuannya,


walaupun sebenarnya mereka bingung,harus memanggil dokter apa dan siapa.


*****


Setelah aku di periksa oleh dokter wanita,aku pun merengek pada David untuk menjemput ibu dan ayahku,


"Biarkan ibu yang mengurusku,jadi kamu bisa istirahat,kalau kamu stress aku takut terjadi apa apa dengan luka khitanmu"kataku sambil memandang David.


"Ya sudah, aku akan menyuruh Raka menghubungi supir untuk mengantar ibu dan ayah kesini,sekalian membawa pakaian ganti untukku dan untukmu,"David pun tersenyum sambil mengelus kepalaku.


Raka yang mendengar ucapan David pun keluar ruangan dan menjatuhkan titah kepada dua orang di depan yang slalu standby.


"Tolong jemput ibu dan ayah,bawa pakaian ganti untuk tuan dan nyonya juga"perintah Raka

__ADS_1


"Siap tuan,"dua asisten rumah tersebut pun langsung menjalankan perintah.


Karena bingung tidak ada yang dikerjakan Raka pun berinisiatif untuk pulang,dan mengecek pekerjaannya,


"Boz,aku ijin pulang dulu,nanti aku akan kesini lagi"Raka pun ingin undur diri.


"Iya,pulang dan istirahat besok kamu harus ke kantor,tidak usah ke sini"kini sikap David lebih bijak,padahal biasanya seenaknya sendiri.


"Terima kasih boz,aku akan menyuruh bodyguard untuk berjaga jaga di depan,karena asisten rumah yang berjaga di depan aku suruh pulang untuk menjemput ibu dan ayah."jelas Raka cukup panjang.


"Terserah kamu saja"Ucap David singkat.


"Apa perlu sesuatu??sebelum aku pulang"Raka menawarkan diri untuk terakir kalinya sebelum dia pulang.


"Tidak,oh ya Raka untuk seminggu ke depan tugas kantor aku serahkan padamu,aku juga akan menghubungi Chris supaya segera kembali,atau kamu angkatlah sekertaris pribadi,supaya bisa membantu pekerjaanmu."David memberi wewenang kepada Raka.


"Tidak,aku masih bisa menghandle nya sendiri dan menunggu Chris datang saja,jangan lupa tips untukku"Goda Raka sambil terkekeh.


"Aturlah sendiri gajimu,dan untuk gajiku terserah akan kamu kirim berapa ke rekeningku,sekarang kau boznya"kata David yang langsung membuat Raka melayang.


"Siap boz,ini yang aku suka"Raka pun tersenyum lebar.


"Pulanglah,sebelum aku berubah pikiran"usir David


Raka pun undur diri,dengan hati yang senang,


"Sayang,kenapa begitu?kenapa gaji nya mas Raka sendiri yang nentuin??tanyaku penasaran.


"Raka dan Chris sangat loyal terhadap perusahaan,berkat mereka juga rekening ku semakin tak terkontrol,selain itu mereka juga sudah ku anggap sebagai saudara ku sendiri,"Kata David sambil mencium tanganku,


"Kamu baik sekali sayang"kataku sambil terkekeh


"Dari dulu aku memang baik,"David pun tertawa.


"Ya ya ya,percaya sayang"Aku tertawa sambil menutup mulutku.


"Memberikan uang 50 juta kepada mereka itu tidak sebanding dengan loyalitas mereka,apalagi mereka selalu ada buat aku"aku terbelangak dengan ucapan David.


"50 juta??"David pun menutup mulutku yang terbuka lebar karena kaget.


"Hampir saja aku masuk kedalam"godanya yang membuat aku malu


Kalau orang kaya mungkin gini,apalagi David mempunyai banyak uang,bahkan aku sendiri penasaran dengan kekayaannya,lebih kaya mana dia dengan jejeran pemilik amazone,apple,microsoft,facebook, dll

__ADS_1


"Tuan,boleh aku bertanya sesuatu??"aku memberikan diri bertanya.


"Apa?"Jawabnya penasaran.


"Berapa kekayaanmu?dan lebih kaya mana kamu atau bill gates,steb jobs atau jeff bezos"


tanyaku dan membandingkan dengan kekayaan orang orang paling kaya di dunia.


"Mungkin mereka mungkin juga aku"kata Davis bias


"Maksudnya!???"tanyaku lagi karena tidak puas dengan jawaban David


"Untuk apa bertanya seperti itu??bukannya kamu tidak suka uang"David pun tersenyum kecil.


"Ya suka dong sayang,cuma bingung caraku menghabiskan uangmu"kekehku menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Kamu bisa membeli rumah,mobil,perhiasan,barang branded apapun yang kamu mau"timpal David


"Tidak perlu sayang,lebih baik uangnya di tabung,dari pada di foya foya kan,"mendengar jawabanku David pun memandangiku


"Itulah yang aku suka dari dirimu,berbeda dengan wanita lainnya."tatapan David membuat aku kikuk


"Bedanya di mana sayang,tidak kah kamu lihat aku memiliki mata,hidung,mulut,tangan dan kaki,wanita lain pun memilikinya"godaku memecah tatapan David padaku.


"Berani menggodaku???"David pun menggelitik perutku,aku yang tidak tahan geli langusung memohon ampun.


Hahahahahahahah,,,kami pun tertawa bersama,


"Sebenarnya aku sudah tidak apa apa,kenapa harus membuang uang untuk menginap di rumah sakit"gerutuku.


"Sudah tidak usah membantah,semua demi kesembuhanmu juga"Wajah David mulai kesal.


"Iya iya,eh tuan bagaimana dengan orang tuamu??"tanyaku untuk menghilangkan rasa kesal David.


"Mereka baik baik saja,kenapa??kamu ingin bertemu mereka???"tanya David yang membuat aku kaget.


"Kalau kita menikah apakah mereka akan datang"tanyaku balik.


"Mungkin tidak,mereka sangat sibuk,bahkan bekerja lebih penting dari anak mereka sendiri,jawab David lesu


"Maafkan aku sayang jika membuat kamu sedih"aku pun menyesal bertanya hal tersebut pada David.


Kami pun melanjutkan obrolan kami terkait kekayaan David,ntah kenapa aku sangat sangat penasaran,bagaimanapun juga aku akan menjadi nyonya David,jadi berhak tau semua tentang David.

__ADS_1


David pun memainkan ponselnya dengan serius dia pun menunjukan sesuatu padaku,


aku sungguh tidak percaya,bahkan pikranku tidak bisa menjangkau ke arah situ........


__ADS_2