Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Melewati masa kritis


__ADS_3

Setelah ganti pakaian, David masuk ke ICU,sebenarnya dokter tidak mengijinkannya untuk masuk,namun David memaksa bahkan sedikit mengancam sehingga dokter pun mengijinkannya.


"Put,,im sorry...


Aku pikir dengan mengabaikanmu dan menyakitimu aku bisa melupakan perasaanku,namun nyatanya tidak sama sekali,aku semakin tersiksa dengan rasaku.


bangunlah,please!!!"


David menciumi tanganku yang masih berbaring dengan menutup mata.


Ntah kenapa denganku seolah kata kata David menuntunku keluar dari masa kritisku.


aku pun membuka mata dan tersenyum melihat seorang David yang merupakan CEO perusahaan Giant di dunia menangisi ku yang hanya seorang wanita biasa,


"Kamu bisa menghukumku Put,",kata David yang menenggelamkan wajahnya di tanganku.


"Baiklah aku akan menghukummu setelah aku sembuh" ucapku lirih dan membuat David kaget dan langsung memelukku.


"Kamu membuat tubuhku semakin remuk boz Amerika."


kataku kesal,bisa bisanya memelukku saat kondisiku begitu lemah.


Kebetulan ada suster jaga yang masuk untuk mengecek,


David pun menyuruhnya untuk memanggil dokter,


Tak berapa lama dokter datang


"Keadaan pasien sudah stabil tuan,setelah ini kami akan memindahkannya ke ruang perawatan,mungkin butuh beberapa hari untuk proses pemulihan"kata dokter yang membuat David Bryan lega.


"Lakukan yang terbaik untuknya,untuk ruang perawatannya juga berikan yang terbaik"kata David dengan wajah yang berseri seri.


Selama beberapa hari di rumah sakit David yang merawatku,aku tidak menyangka dia sangat telaten,


keluargaku tidak tau kalau aku kecelakaan karena aku tidak ingin membuat mereka khawatir.


Beberapa hari pun berlalu,dan


Hari ini aku sudah boleh pulang,,


Denganvsangat hati hati David membantuku berjalan menelusuri koridor rumah sakit.


"Mulai hari ini kau bekerja di rumahku,sebagai asiten pribadiku,,"tanganku spontan mencubit perutnya.


"Kau ini apa apaan Boz Amerika seenakmu mengatur hidupku,


Aku akan kembali ke kota asalku,aku akan membuka usaha kecil kecilan disana,",kataku yang membuat David 2 kaget.


"Tidak bisa,mana boleh begitu,aku tidak iklas,,"mentah mentah dia menolak keputusanku.

__ADS_1


"Apa pedulimu,aku juga buka siapa siapa buatmu,bahkan kamu tega memecatku tanpa alasan yang tak jelas"kataku sedikit ketus.


David lalu terdiam,dia tahu kalau dia tidak profesional,


"Aku tahu,aku minta maaf,


kalau mau buka usaha di sini aja aku akan membantumu,,David memberikan penawaran dengan tersenyum licik.


"Ogah,,"kataku singkat yang langsung menuju mobil kami.


David memegangi tanganku


"plisss,,jadilah asisten pribadiku di rumah,aku janji tidak akan menyentuhmu,


put plissssss...."dengan sangat memohon.


"Aku pikir pikir dulu,"dengan senyuman yang mengembang


"Jangan lama lama berfikirnya."


kata David dengan memelas.


Kami pun masuk ke dalam mobil,hari ini David tidak menggunakan sopir pribadinya.


Aku memintanya mengantarku ke kontrakan,karena aku ingin istirahat,,awalnya dia meminta aku untuk istirahat di rumahnya namun aku menolaknya.


Setelah sampai di kontrakan,David menuntunku turun lalu meminta kunci kontrakan dan membukakan pintu,setelah itu dia membantuku duduk di sofa.


"Aku ingin makanan yang pedas,"pintaku pada David.


"Kau ini baru sembuh bisa bisa nya meminta makanan pedas,"omelnya.


"Ayolah bos Amerika,,"rengekku dengan memelas


"No,"jawabnya singkat,padat dan jelas.


Aku pun merajuk memonyongkan bibirku,


Cup,,David pun menciumku namun ciumannya hanya sekilas,,


Trus saja monyong seperti itu maka aku akan sering sering menciummu,,godanya dengan senyuman yang licik


Deg,


seolah aku mengalami de javu,,itulah hukuman yang selalu David reno pratama berikan padaku ketika aku merajuk.


Dengan mata berkaca kaca tanganku menyentuh wajahnya,,


"Mas David..."lirihku.

__ADS_1


David Bryan hanya mengerutkan alisnya dan berkata


"yes im here"


Aku pun lalu melepaskan tanganku,,"maafkan aku boz Amerika,"dengan tatapan yang sulit di artikan


"Aku akan membeli makanan buatmu,tunggulah disini..."dengan mencium keningku.


Ntah mengapa kecupan dari David membuatku merasa tenang.


karena aku tidak ingin di tinggal sendirian aku menyarankan untuk memesan online


"Kita bisa memesannya,"cegahku.


Aku akan membelinya sendiri,katanya langsung keluar rumah.


Walaupun dia seorang boz besar namun sangat mandiri,apa yang bisa dia lakukan,dia lakukan sendiri,tidak bergantung pada pengawalnya.



Tak selang beberapa lama dia datang dengan membawa makanan yang lumayan banyak.


"Kenapa roti semua sih,,"gerutuku.


"Perutmu masih harus adaptasi,jangan memakan makanan yang kasar,,"katanya menasehatiku.


Aku menepuk dahiku,karena aku tidak sedang sakit penceranaan,kenapa harus makan makanan yang halus halus,namun aku pasrah mengikuti kemauan David


"Baiklah tuan,"kataku pasrah karena percuma juga aku berdebat dengannya toh pasti aku yang akan kalah.


Suasana hening menyelimuti kami berdua,lalu aku pun bertanya pada David


"Eh Tuan Amerika bagaimana kehidupan disana,apa disana kau mempunyai banyak wanita,,"tanyaku yang membuat David mengerutkan alisnya.


"Kehidupan disana jauh berbeda dengan disini,, disini wanita nya gak asik,"katanya sambil terkekeh.


"Gak asik gimana maksut kamu,,"dengan nada agak tinggi.


"Calm down baby,aku hanya bercanda,"kekehnya lalu memandangku


"so,,"lirikku dengan memandang balik wajahnya.


Kami berdua pun saling menatap,


"Disini mendapatkan satu wanita sangat susah,parahnya aku hanya tertarik dengan wanita itu,kalau di Amerika aku biasa gonta ganti wanita,aku tidak percaya apa itu cinta bagiku wanita hanya pemuas nafsu,namun saat aku melihatmu ntah kenapa wajahmu selalu datang di pikiranku,,mungkin ini karmaku karena tidak mempercayai apa itu cinta.,,"katanya dengan tangan menggenggam tanganku.


"So sweet honey,,"godaku dengan tertawa.


David pun ikut tersenyum melihatku tertawa,

__ADS_1


"Hanya melihatmu tertawa saja sudah membuatku sangat bahagia Put"batinnya yang terus memandangiku.


__ADS_2