
Kami pun menikmati senja di taman dengan aroma bunga sedap malam pun mulai semerbak.
Cahaya jingga mentari memperindah langit yang mulai gelap.
Kawanan burung yanga terbang untuk kembali ke sarang pun mempercantik langit.
Aku menyandarkan kepala di bahu David,menikmati senjaku dengannya.
"Sayang...."panggil David.
"Hem...."aku hanya menjawab panggilannya dengan berdehem.
"Boleh aku minta sesuatu???"tanya David.
Aku pun mengangkat kepalaku lalu menatapnya
"Apa???"aku pun mengajukan pertanyaan balik.
"Jangan pernah membandingkan dirimu dan calon baby kita dengan pekerjaanku.
bagiku kalian lah yang terpenting,namun ada kalanya memang aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku sayang,jadi tolong di maklumi"jawab David.
Aku hanya terdiam,tak bisa berkata kata
mulutku seakan terkunci.
Mungkin kata kataku tadi menyakiti hatinya,
memang benar yang dikatakan oleh David tak seharusnya aku mengjudge dia.
Hanya kata maaf yang keluar dari mulutku
"Maafkan aku sayang,mungkin lisanku menorehkan luka di hatimu"kataku dengan lirih.
David pun tersenyum,
"Maafkan aku juga sayang yang telah lupa untuk mengantarmu periksa,sungguh tadi aku benar benar lupa,tiba tiba saja ada panggilan untuk meninjau lokasi,sehingga mau gak mau harus kesana."David pun juga meminta maaf.
Aku pun menepuk pipinya
"Jadi kita impas ya"kataku sambil tersenyum.
"Ok,jadi aku bisa mendapatkan jatahku kembali ya?"katanya dengan tersenyum licik.
Aku menatapnya sinis sambil mencibir bibirku
"Masih ku pikirkan"ucapku yang membuat David melemas.
Aku tersenyum geli melihatnya,sungguh bule satu ini mesumnya tingkat dewa.
Apa kata dunia coba kalau tau seorang David Bryan yang terkenal dingin,sombong dan juga super cuek memiliki tingkat kemesuman yang tinggi.
"Sudah lah sayang,jangan bersedih....Lagipuula mana tega aku tidak memberi jatah padamu,toh walaupun aku tak memberi jatah sekalipun kamu pasti mencurinya."ucapku yang membuat David Bryan terkekeh pasalnya aku seolah tau pikirannya.
"You are the best sayang,"David pun mengecup keningku.
Karena sudah semakin malam kami pun masuk kedalam rumah namun sebelumnya berpesan pada art untuk mengantar makan malam kami.
Kami menghabiskan malam kami dengan mengobrol kesana kemari,membicarakan banyak hal,hingga tak terasa mata kami pun terpejam.
***********
Tak terasa hari resepsi pernikahan kami kurang dua minggu,
__ADS_1
David Bryan pun sudah menyiapkan semua termasuk baju pernikahan kami.
Dia memilih desain kondang Indonesia untuk mendesain baju kami dengan aksen batik.
Selain desainer Indonesia, di USA dia juga sudah memilih desainer kondang untuk desain baju kami,begitu pula dengan orang tua David.
Konon katanya pesta meriah akan di gelar beberapa hari.
"Sayang apa harus seperti itu,"tanyaku dengan wajah di tekuk,karena pastinya capek pesta berhari hari.
"Iya sayang,jadi bersiaplah....Kamu akan menjadi seorang ratu.
Tiga hari lagi kita akan berangkat,untuk keberangkatan ibu,ayah dan adik adik serahkan semua pada pak Herman."jawab David dengan tersenyum.
"Apa???tiga hari lagi,kenapa begitu terburu buru sayang,"tanyaku dengan kaget.
"Banyak yang harus kita lakukan disana sayang,kita harus prewed juga."jawab David.
"Kenapa harus seperti itu sih sayang,kenapa kita tidak mengadakan resepsi biasa saja tanpa ribet harus ini dan itu."Aku pun mulai protes.
"Memang begitu keinginan mertuamu"David pun mulai pasrah menjawab protesku.
"Apa tidak boros sayang,kira kira berapa yang kamu habiskan untuk resepsi pernikahan kita sayang???"tanyaku lagi,aku terus bertanya seakan mempunyai segudang pertanyaan untuk David.
Sebelum menjawab pertanyaanku,David menghela nafas
"Kamu ini cerewet sekali sih sayang,uang tidak pernah menjadi soal buat ku maupun orang tuaku,"jawabnya gemas.
"Kan banyak gitu orang orang yang membutuhkan sayang,kita senang senang menghamburkan uang sedang banyak saudara kita yang kekurangan."ucapku dengan memajukan bibir.
Direngkuhnya tubuhku,dimasukan kedalam dekapannya,lalu dikecupnya pangkal kepalaku.
"Inilah yang aku suka darimu,aku janji akan membantu mereka yang membutuhkan,untuk nominalnya kamu sendiri yang atur."ucap David yang semakin memeluku dengan erat.
Aku pun tersenyum dan mengangguk dalam dekapannya.
"Aku ingin bertema alam,untuk pakaiannya mengikuti sayang,aku ingin yang sederhana namun terlihat elegant"timpalku yang masih dalam pelukan David.
"Baiklah sayang,kita atur bersama nanti setelah di Amerika,"kata David.
"Menikah hanya sekali seumur hidup,jadi aku ingin menjadikannya moment yang paling berkesan dan terindah dalam hidupku sayang"
ujar David.
"Tapi banyak tu yang menikah sampai berkali kali"ucapku ceplas ceplos.
David yang geram pun menepukan tangannya di keningku,
"Aku bukan mereka yang tidak menghargai sebuah pernikahan dan janji suci yang ucap di hadapan Allah,"gerutu David.
Lagi lagi kata katanya membuatku terharu,
lalu aku pun memandangnya.
Netra kami pun saling bertemu,lama lama mulut kami saling mendekat sehingga ciuman panas pun tidak dapat terelakan.
David pun menggendongku ke kasur dan meletakanku tanpa melepas ciumannya.
aku yang kehabisan nafas menggigit bibirnya,merasa sakit David pun melepas ciumannya.
Aku pun mengkode David,lalu mengambil nafas dalam dalam,melihatku ngos ngosan membuatnya terkekeh.
Aku pun memajukan bibirku,tanpa aba aba David menyambarnya,aku pun pasrah dan mengikuti permainan bule ku ini.
__ADS_1
Mulutnya melahap leherku,membuat lukisan disana,begitu pula denganku yang membuat banyak kecupan merah di leher dan dada David.
Terlihat jelas kecupan kecupan yang ku buat mengingat warna kulitnya yang putih.
Kini kami pun polos tanpa busana,kulihat senjata tumpul David sudah berdiri tegak siap masuk sarangnya,hendak memasukan senjatanya ada suara ketukan dari luar.
Dengan amat sangat frustasi David pun meninju kasur,
"Shit....Kupecat kalian yang menggangguku"gerutunya lalu mengambil celana pendek tipisnya sehingga terlihat jelas senjatanya yang berdiri tegak.
David pun melangkahkan kaki untuk membuka pintu,wajah marahnya siap menyemprot siapa saja yang mengganggunya walaupun yang mengetuk pintu pun tak tau kalau sudah mengganggu.
Ceklek....
Saat pintu terbuka terlihat dua orang yang menyebalkan,siapa lagi kalau bukan Raka dan Chris.
"Brengsek kalian,ada perlu apa kesini"bentak David dengan raut wajah kesal.
Raka dan Chris hanya saling pandang,
netra mereka pun memandangi David, mata mereka terbelangak melihat banyak kecupan di dada dan juga senjata David yang berdiri tegak terlihat walaupun David memakai celana.
Mereka pun menahan tawa,
lalu berucap
"kami tunggu di ruang kerja"
Lalu mereka pun melangkahkan kaki menuju ruang kerja,terdengar suara tawa mereka yang terdengar.
"Hahahahaha,dia pasti sangat kesal acara bercintanya kita ganggu,"ucap Chris lalu duduk di sofa.
"Pasti Chris,aku tak bisa membayangkan saat nikmat nikmatnya di cabut dari sarangnya,hahahaha"timpal Raka.
Mereka berdua pun menertawakan David.
Didalam kamar,David pun melanjutkan aksinya namun hanya sebentar saja dia sudah tumbang,mungkin karena sempat terjeda.
Tak lupa kecupan pun mendarat di keningku,lalu David bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri tanpa menungguku.
Aku masih di kasur,
David mengambil bajunya lalu berkata
"Mandilah sayang,aku menemui dua asisten menyebalkan itu dulu."lalu melangkahkan kaki keluar kamar.
Saat diruang kerja,David yang masih kesal pun langsung duduk di kursinya.
"Maafkan kami boz,kami tidak tau kalau...."
Belum sempat Chris melanjutkan kata katanya David sudah memotong.
"Kalian memang brengsek"gerutu David
Sedang Chris dan Raka hanya tertawa.
"Lain kali carilah waktu yang tepat,sekiranya tidak ada yang mengganggu,lagipula baru pulang kerja langsung minta jatah"ujar Raka.
David pun semakin kesal.
"Sudah sudah,jadi ada urusan apa kamu menyuruh kami untuk datang kemari"Chris pun bertanya.
Kini mereka pun berubah menjadi mode serius.
__ADS_1
David pun membuka dokumen yang dia ambil dia dalam lemari kaca miliknya.
Jadi begini............