Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Dia tau yang ku mau


__ADS_3

Aku tak menyangka David memberikan hal yang dimana tidak aku minta tapi aku mengharapkannya dari kecil.


"Bagai mana kamu tau kalau aku sejak dulu,aku ingin memiliki benda ini??"Tanya ku dengan wajah yang berseri seri.


"Ucapan mu semalam cukup menggambarkan apa yang kau ingin kan, aku hanya memudahkan saja agar hobi mu lebih tersalurkan dan kamu bisa melihatnya kapan saja sesuai yang kamu inginkan sayang," Jawab David dengan santai dan dengan gaya cool nya.


"Kapan kamu membelinya?kenapa aku tidak tahu?kenapa tidak mengajakku untuk membeli hal ini bersama sama?kan aku juga bisa ikut memilih?dan berapa harga semua ini?kenapa banyak sekali?banyak pertanyaan yang aku ajukan sehingga membuat David bingung menjawab.


Sttt.. jari telunjuk David menyilang di bibirku.


"Bisakah kamu berbicara satu satu,bagaimana aku menjawab semuanya jika kau berbicara seperti Rapper atau jangan jangan kamu mantan rapper juga,Hahahaha" jawab David sambil tertawa yang mematahkan semua pertanyaan ku,sehingga akupun malu dan menundukan kepala.


"Maaf sayang,karena sangking happynya"ucap ku beralih yang tadinya menunduk kini memeluk David dan menenggelamkan wajah ku yang seperti kepiting rebus ke dadanya.


"Ok.. ok..I know my love,sini aku jelaskan singkat"kata David membuat aku melepas pelukanku


"Ini teropong bintang jenis reflektor,aku sengaja membelinya, karena menurut informasi yang aku dapat hasilnya lebih bagus dan lebih jelas,selain itu remomended juga dari seller, Tapi mungkin agak susah di gunakan untuk pemula,jadi aku membeli teropong jenis refaktor juga di mana teropong ini sangat mudah di operasikan bagi pemula.


ada plus minusnya lah sayang.


Dengan semua ini kamu bisa melihat bintang di siang hari dengan syarat kamu tau posisi bintang yang ingin kau lihat seperti Sirius ataupun bintang terterang kelima yaitu VEGA.


Kamu juga bisa melihat matahari,Bulan dan beberapa planet dengan lebih jelas.


"Sedangkan yang ini"aku menyela penjelasan David.


"Dengarkan dulu,aku belum selesai"David pun melirikku.


"Kalau Yang ini adalah teleskop digital,yang dimana kamu bisa mengkonversikan dalam bentuk video atau gambar,karena ini langsung terhubung di perangkat komputer disebelahnya,


jadi,kamu bisa melihatnya dari layar LCD.


Dan satu lagi, ini terpong jarak jauh dimana kamu bisa mengunakannya setiap waktu, setiap saat dan dimana kamu ingin melihat pemandang di sekitar mu.


Jadi semua teleskop ini dan beberapa perangkat laptop dan aksesoris nya akan memudahkan mu menggunakan mencari bintang bintang atau objek lainya di luar angkasa sana.


Ini juga ada beberpa buku tentang astronomi serta laptop yang sudah di program untuk mencari letak serta posisi dan informasi tentang hal yang berhubungan dengan astronomi.

__ADS_1


Jadi sekarang kau punya mainan di rumah yang bisa kamu gunakan di saat boring."David menjelaskan panjang kali lebar seperti guru yang sedang mengajari muridnya.


Dan lagi,aku pun ingin menyela penjelasan David,namun belum sempat aku mengeluarkan pertanyaan David sudah memberiku kode untuk diam.


"Aku tau kamu akan bertanya apa.Aku membelinya tadi siang lebih tepatnya,aku menyuruh pak Herman untuk membelinya,namun sebelumnya aku sudah berbicara dengan pak Herman untuk membelikannya serta mempelajari dan mencari info terkait teropong bintang. Dan aku menyuruh beberapa asistan menata sesuai tempat yang tepat,jika perlu nanti aku buatkan ruang khusus sehingga kamu bisa melihat bintang dari berbagai arah"tangan David pun menempel di kedua pipi ku dan menatap ku.


"Tapi..."


Belum sempet selesai berucap, David menyela


"Sttt..Berapa harganya jangan ditanyakan semua sudah pak Herman yang atur,


asalkan kamu senang uang tidak jadi soal bagiku,


karena kebahagian mu adalah kebahagian ku juga di samping itu berpengaruh juga untuk junior kita."David pun menatapku lekat.


"Aku yang terharu dengan ucapan David tak sengaja meneteskan air mata bahagia dan berucap" makasih sayang" aku pun langsung memeluk nya.


David pun mengucap airnataku dan mencium keningku.


sudah jangan menangis,"David bertutur sangat lembut selembut bubur.


Tidak sanggup berkata kata,aku hanya bisa tersenyum.


"Pak Herman juga sudah mencari orang yang bisa mengajari mu mengoperasikan semua peralatan ini,kamu tinggal bilang saja kapan kamu akan memulai belajar mengoperasikannya,Biar pak Herman mengkondisikan trainer nya,"kata David yang langusng mendapat anggukan dariku.


"Baiklah sayang"ucapku singkat.


"Untuk saat ini mungkin yang bisa d gunakan adalah yang jenis refaktor,kamu bisa mencobanya sekarang juga untuk melihat bintang bintang di langit."imbuh David.


"Kamu kok seperti pedagang teleskop saja sih,"godaku sambil tertawa kecil.


David menepuk dahinya dan berkata"


Susah payah aku mempelajari ini,agar aku bisa menjelaskan kepadamu,namun dengan teganya kamu bilang aku seperti seorang pedagang teleskop/teropong bintang"David pun memasang wajah melasnya,untuk menarik perhatianku.


"Kan cuma bercanda sayang,baiklah baiklah bukan pedagang tapi dosen astronomi,bagaimana!??"aku pun meliriknya dan tertawa geli.

__ADS_1


David pun berakting merajuk,dan memengoskan wajahnya,aku pun kembali memeluknya.


"Siapa dan apapun profesimu aku akan selalu mencintai dan selalu berada di samping mu."kataku dengan lirih.


Mendengar kata kataku David mempererat pelukanku,dan lagi lagi kami pun berciuman dengan mesra,


Setelah puas,kami pun mengaplikasikan teropong yang sudah di beli David tadi. Walau banyak hal yg perlu dipelajari kami senang bisa melihat objek objek di luar angkasa dan kami pun bermain seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.


Banyak hal yang kita bicarakan sambil melihat bintang bintang melalui teropong. 


"Sayang mana bintang idolamu itu,"tanya David yang membuyarkan fokusku.


"Ini aku juga mencarinya,apa Sirius tidak muncuk ya"ucapku dengan tangan yang masih memegang teleskop,mencari Sirius.


Di sela sela keasikan kami,tiba tiba David berkata


"Sayang bagaimana kalau anak kita nanti bercita cita ingin menjadi astronot"David melihat langit sambil mengkhayalkan anakknya jika sudah besar nanti


"No.. no.. no... Aku tidak ingin dan tidak setuju kalau anak kita nanti


jadi astronot,aku ingin dia meneruskan bisnis daddynya,karena aku tidak mau dan tidak rela jika berjauhan baik kamu ataupun anak kita kelak,


apalagi perbedaan waktu di luar angkasa mempengaruhi waktu dibumi. No.. no... No.."aku pun histeris sendiri membatangkan nya.


"Iya iya sayang"kekeh David.


"Aku sering melihat film fiksi ilmiah tentang astronomi kadang membuat ku takut jika memiliki keluarga yang menjad astronot,


Intinya aku tidak setuju. kataku tegas dengan raut wajah yang berubah.


"Calm down baby, Ini kan baru perumpamaan, kenapa harus di tanggapi serius"Kekeh David sambil mencubit hidungku.


Mendengar kata David Aku lalu melempar tatapan padanya.


"Intinya aku takut kehilangan kalian,dan aku tidak mau jauh dari kalian" ucapku bersungut


"Ok baby, I know.. aku juga tak mau kehilangan serta jauh dari kalian ucap David lalu membawaku kedalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2