
"Silahkan duduk tuan,begini ternyata nyonya sedang hamil muda,usia nya berjalan 4 minggu,di trimester pertama itu rawan rawannya keguguran jadi tolong di jaga,untung rahimnya kuat sehingga tadi saat jatuh tidak terjadi apa apa,"dokter menjelaskan dengan serius.
"Kalau tidak apa apa kenapa istri saya mengeluh sakit di perut???"tanya David penasaran plus heran.
"Nyonya hanya kram saja,"jawab dokter.
"Syukurlah,"ucap David lega.
"Untuk lebih jelasnya,tuan bisa memeriksakan nyonya di Obgyn."dokter memberi saran,sambil menulis resep obat anti nyeri.
David pun undur diri setelah dokter memberikan resep obat pada David,dengan langkah cepat David pun segera menuju ruangan dimana aku dirawat.
"Ceklek,,,
David segera masuk dan menghampiri ku,
"Apa perutnya masih sakit"tanya David sambil mencium tanganku,
"Sudah tidak"jawabku singkat
"Raka tolong tebus obat anti nyeri ini,"David pun memberikan resep pada Raka,
"Siap boz,"Raka pun langsung keluar ruangan.
"Maafkan aku sayang,seandainya aku tidak meninggalkanmu,aku hampir saja melukai anak kita"ucap David menyesal.
"Sudahlah sayang,ini juga salahku karena kurang hati hati"aku mencoba menenagkan David supaya tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Aku yang paling bersalah,"timpalnya yang masih menyalahkan dirinya.
"Sayang,bolehkah aku dirawat di rumah saja,aku hanya terkilir jadi tidak apa apa,jadi jangan berlebihan,"aku memang tidak suka di rawat di rumah sakit,apalagi di rumah ada orang tuaku.
"Gak boleh,harus di rawat,jika perlu aku akan membawamu berobat ke luar negeri,karena menurutku fasilitas kesehatan di sini kurang bagus"David dengan tegas menolak permohonanku.
"Baiklah sayang,aku berobat disini saja,tak perlu berobat ke luar negeri"aku pun akhirnya pasrah dengan kemauan David.
"Bagus,jangan membantah"timpal David
"Apa apaan sih,terkilir saja masa sampai berobat ke luar negeri,tajir ya tajir tapi ya gak segitunya juga."gerutuku dalam hati.
Cukup lama akhirnya Raka datang dengan membawa makanan,tadi dia menyuruh pelayan dan sopir rumah David untuk datang ke rumah sakit,karena pasti sewaktu waktu membutuhkan tenaga.
"Ini boz,makan dulu"kata Raka menyodorkan makanan
Saat Mencium aromanya David mulai pucat,dan isi perutnya pun meronta ronta ingin keluar,
dengan cepat David menuju kamar mandi dan
Huek,huek,huek,terdengar David memuntahkan seluruh isinya
"Kasian sekali calon sumaimu,Put"Raka iba melihat David
"Iya mas,dia harus merasakan yang seharusnya aku rasakan"kataku dengan melas
"Tapi salahnya sendiri siapa suruh menggagaimu berkali kali,akhirnya gini kan,kamu hamil"goda mas Raka sambil terkekeh
"Mas Raka apaan sich,"aku yang malu hanya menganggukan kepala.
__ADS_1
Setelah isi perut hijrah ke toilet semua,David pun keluar dengan wajah pucatnya,
namun saat masih didepan pintu toilet David pun meminta Raka untuk menyingkirkan makanannnya.
"Sebelum aku keluar,mungkin anda ingin makan sesuatu boz,"tanya Raka
"Belikan aku jus alpukat dan jus jeruk serta roti gandum plus selai kacang dan coklat"kata David dengan menyandarkan kepalanya di dinding.
"Eh iya mas skalian belikan minyak kayu putih,dia akan enakan saat menghirup aroma minyak tersebut."timpalku sebelum mas Raka keluar.
Raka membereskan semua makanan dan minuman yang di beli tadi,
"Ini kalian makan saja,kalau tidak suka kalian boleh membuangnya,"Raka pun menyodorkan makanan tadi pada dua orang yang kini menunggu di depan ruang perawatanku.
"Terima kasih tuan",jawab mereka bersama.
"Ada tugas baru,belikan tuan David roti gandum,selai kacang dan selai coklat,untuk merk nya coba kalian tanyakan pada asisten dirumah,selain itu beli kan roti keju,merk xxx dan juga jus alpukat serta jeruk masing masing dua."Raka memberi 3 lembar uang warna merah
"Apa ada lagi tuan??tanya salah satu dari mereka.
"Oh,iya sekalian beli minyak kayu putih ukuran besar merk xxx,Raka menambahi dua lembar uang warna merah.
Setelah paham dua orang ini pun melaksanakan perintah tuannya,Raka yang sangat lapar pun menuju kantin untuk makan karena malas untuk mencari makanan di luar kalau harus membawa makanan masuk takut insiden David mual mual akan terulang kembali.
*****
David merebahkan badannya di sofa,
"Sayang,apa masih pusing??"tanyaku cemas,dengan mata sudah berkaca kaca.
Tidak ada jawaban,ternyata David sudah tertidur,
Tak berapa lama kemudian,Raka pun datang membawa pesanan David.
"Mas boleh minta tolong???"aku meminta bantuan mas Raka.
"Apa put??"tanyan Raka penasaran
"Tolong oleskan minyak katu putih di pelipis David"kataku yang membuat Raka gimana gitu.
Walaupun ragu akhirnya Raka pun mengoleskan minyak tersebut di pelipis David tanpa membangunkan dia yang tertidur.
"Sudah Put,kata Raka singkat.
"Mas aku minta jus jeruknya dong,"aku merengek pada mas Raka.
"Untung aku beli dua,"timpal Raka berjalan menujuku dengan membawa jus jeruk dan roti keju.
"Aku membelikanmu ini,aku tau kamu juga belum makan,"Raka memberikan roti keju kesukaaanku.
"Mas Raka kok tau kalau aku suka roti keju"aku kaget karena Raka mengetahui kesukaanku
"Aku sering melihatmu memakan roti keju saat di kantor"kata Raka yang membuatku kaget
"Jadi mas Raka sering memperhatikan aku ya!!!"Godaku yang membuat Raka malu
"Gak juga,"Raka mengelak walaupun dulu sebenarnya dia selalu memperhatikanku.
__ADS_1
Aku dan mas Raka pun mengobrol hingga tak sadar kalau David sudah terbangun.
ehem...ehem...
Deheman David menbuat aku dan Raka kaget.
"Mana pesananku,?"tanya nya dingin
Raka pun berjalan menuju sofa,dan mengambilkan semua pesanan David,
"Buatkan roti dengan selai coklat dan selai kacang,"perintah David dengan menyeruput jusnya.
"Manja sekali kau ini boz,"Raka mulai geram
"Sudahlah jangan protes,siapkan saja!!"gerutu David
Sebenarnya David sengaja,karena kesal saat bangun tadi melihat Raka dengan ku mengobrol asik,
"Lain kali kalau ingin mengobrol dengan istri orang minta ijin dulu"gerutu David dengan muka masamnya.
"Ha..ha..ha,ternyata kamu cemburu
boz,jadi kamu mengngggap aku adalah sainganmu???"Raka tertawa,merasa kocak dengan sikap David yang mencemburui dirinya.
David hanya melirik ke arah Raka yang menertawainya.Melihat tatapan tajam dari David,Raka pun mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya sambil bilang"Peace boz".
"Dasar bucin akut,Boz bule ini kamu apakan sih Put,kok jadi begini"batin Raka sambil senyam senyum sendiri
"Segera periksakan dirimu,aku tidak mau memiliki asisten yang suka senyam senyum sendiri tanpa alasan yang tak jelas,"David pun melirik Raka masih dengan tatapan tajamnya.
"Aku masih normal boz,sehat wal afiat,tidak ada riwayat sakit jiwa,"gerutu Raka
Aku yang melihat tingah mereka berdua pun tersenyum sendiri,
David dan Raka ibarat panci dan tutupnya,pas klop begitu juga Chris,
"Coba kalau ada Chris pasti seru"batinku dengan senyum senyum sendiri
"Tuh lihat,istrimu senyam senyum sendiri,periksakan dia,aku juga tidak mau punya boz yang suka senyam senyum sendiri"goda Raka,
Kini tidak hanya mendapat tatapan maut dari David,aku pun juga menatap tajam mas Raka,
dengan terkekeh mas Raka mengangat dua jari telunjuk dan dua jari tengahnya.
Dokter pun masuk dengan dua orang suster,
"Bagaimana keadaanya nyonya??"Tanya suster yang tangan dan matanya focus di infus ku,
sedangkan suster satunya mengecek kaki ku.
"Baik sus,lagian aku hanya terkilir bukan sakit yang serius"aku memasang wajah melas yang membuat suster tertawa,
"Semua baik baik saja,dok"suster satunya melapor.
David pun mendekat,sontak membuat para suster terpesona dengan ketampanan David,bahkan mereka gagal focus dengan kerjaan mereka.
Tiba tiba David menarik tangan dokter tersebut dan marah marah,
__ADS_1
aku pun terkejut tidak menyangka David melakukan hal itu...........