
"Ok,ok I know!!!sekarang mari kita buat mengerucut,agar tidak bias kemana mana, sekarang jawab sesuai apa yang di tanyakan,
akan aku ulangi,andai tidak ada benih di dalam rahimmu,siapa yang akan kamu pilih!"kata David Bryan penuh penekanan.
"Rasa bersalah serta rasa cinta pada David Reno dan David Bryan membuat kalian ada di hatiku,tak bisa di pungkiri aku mencintai kalian" ucapku sambil bercucuran air mata.
"Aku mengerti apa yang kamu rasakan,tapi kamu juga harus mengerti,kami sebagai laki laki tentu tidak ingin pasangan kami menyimpan cinta untuk lelaki lain dan kami juga tidak ingin jika suatu hari nanti kamu bermain hati dengan salah satu diantara kami, maka berikan kami alasan yang tepat seperti apa yang di ucapkan David Bryan tadi,
kami hanya ingin tau sebenarnya hati mu lebih condong kemana"
kata David Reno mencoba menenangkanku dengan penjelasannya.
"Benar yg di katakan David Reno dan David Bryan Put,jadi ikuti kata hati mu,aku juga tak ingin hal ini semakin berlarut- larut hingga membuatmu seperti tersangka yang sedang menerima hukuman"
saut Raka tanpa menoleh sedikit pun karena tak tega melihatku disudutkan oleh Reno dan Bryan.
Karena dari tadi aku menangis dan tertekan membuat kepalaku sangat pusing,aku pun memijat kepalaku sambil berkata
"Baik aku akan memilih dan apapun alasanku kalian harus menerimanya,dan aku harap suatu saat jangan pernah mengungkit terkait hal ini, karena siapapun yang aku pilih,akan aku abdikan semuanya pada pasanganku dan aku juga akan menerima semua konsekuensinya,walaupun jika suatu saat tak sesuai exspectasiku,karena apa yang menjadi pilihanku adalah tanggung jawabku dan aku akan mendampinginya sampai akhir hayat apapun kondisinya,
dan kali ini aku kan memilih untuk yang terakhir kalinya."
Ucap ku sambil berdiri dari tempat dudukku dan diikuti oleh mas David Reno.
Belum sempat aku berbicara kepalaku sangat pusing,semua berputar putar dan tiba tiba
bughhh,
aku pun jatuh pingsan di sofa.
David Reno yang tak jauh dariku pun segera menggapai ku sambil memanggil nama ku. Saat Reno akan membopong ku,tiba tiba David Bryan menariknya dari belakang seraya berucap
"Reno jangan melebihi batas,ini masih belum selesai"kata David Bryan tegas,karena dia tidak mau kalau sampai David Reno menyentuh calon istrinya.
David Reno sedikit geram,karena bukan saatnya untuk cemburu
"Jangan berfikir macam macam dulu"ucap Reno tegas dan saling berhadapan dengan David bryan
Di sela David Reno menjelaskan maksudnya,
__ADS_1
Raka yang tau aku pingsan,tak banyak bicara dan langsung mengangkat tubuhku menuju kamar tanpa peduli walau nanti harus berurusan dengan david Reno ataupun David Bryan.
Sambil melangkah melewati dua pria yang saling cemburu Raka berucap"saat ini bukan waktunya untuk berdebat"Raka pun berlalu pergi dengan aku yang ada di rangkulannya.
Reno dan Bryan pun sempet tercengang sebentar hingga akhirnya David Bryan mengikuti langkah Raka dari belakang sambil berteriak memanggil kepala ART.
Reno yang khawatir pun segera mengikuti langkah mereka semua menuju kamar,disusul pak Herman yang mendengar panggilan tuannya.
Sesampainya di kamar Raka langsung membaringkanku
Sedangkan David Bryan memerintahkan pak Herman untuk menjeput dokter.
Tanpa banyak tanya pak Herman pun segera menjemput dokter untuk kerumah.
David Bryan dan David Reno hanya bisa berdiri di antara kedua sisi tempat tidur dengan perasaan cemas melihat ku yang tak sadarkan diri.
David Bryan pun duduk di sebelahku sambil menggenggam tanganku dengan keadaan cemas tanpa suara sedikit pun,sedangkan David Reno hanya bisa melihatku dan David Bryan dari sisi yang lain,dengan perasaan cemas dan juga cemburu.
Raka yang sudah muak dari tadi dengan semua ini,memutuskan keluar sambil berucap
"Kalau ada sesuatu,aku di luar kamar"dengan dingin sambil berlalu keluar kamar.
Tak lama dokter pun datang dan memeriksa keadaanku,
Jika nanti tidak ada perubahan dan belum siuman segera bawa kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut"ucap dokter sambil menuliskan resep obat yang harus di ambil lalu pamit undur diri.
Pak Herman yang berada di luar dengan Raka pun undur diri untuk mengantar dokter kembali ke rumah sakit.
Raka hanya berdiri bersandar di tepi pintu sedangkan David Reno dan David Bryan akhirnya duduk bersandar bersama di satu meja,dengan perasaan yang sama sama tak menentu,tiga pria memandang wanita yang mereka cintai dalam keadaan tak sadarkan diri.
Mereka menunggu lumayan lama dengan
suasan sangat hening tanpa suara sedikitpun hingga pak herman yang seusai mengantar dokter pun membuyarkan pikiran mereka.
"Maaf tuan makan siang sudah siap"ucap pak Herman.
"Kalian makan saja dulu,aku sedang tidak nafsu makan"kata David Bryan yang masih memandangku.
David Reno dan Raka hanya diam karena memang semua pria di sini sedang tidak nafsu makan karena memang mereka dalam keadaan sedang kawatir.
__ADS_1
Sebelum pak Herman undur diri,Raka meminta beberapa bir yang ada.
Tak lama art mengantar beberapa bir ke kamar David Bryan dan mereka bertiga pun meminum nya untuk membasahi tenggorokan yang kering serta mengalihkan pikiran mereka yang gelisah.
Suasana hening kembali tercipta
Tiba tiba aku mengigau memanggil
David....
Tiga pria ini pun kaget,David Reno dan David bryan pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiriku namun aku masih belum siuman,mereka berdua kembali duduk dengan wajah lesu.
"Kenapa kamu ikut mendekat???"tanya David Bryan dengan nada sedikit tinggi, yang seakan tidak suka jikalau mas David Reno mendekati aku.
Dengan senyum sisnis David Reno menjawab,"Ingat Bryan bukan kamu saja yang mempunyai nama David,kita sama sama tak tau David siapa yang di panggil Puput dalam tidurnya"dengan ketus.
Raka yang mendengarkan ocehan mereka berdua pun hanya tersenyum sinis dan bergumam dalam hatinya"dasar dua orang bodoh yang di mabuk cinta"sambil melanjutkan meneguk bir yang ada di tangannya.
Sebelum terjadi perdebatan panjang Raka pun beranjak melepaskan diri dari sandarannya dan berucap
"Sebaiknya kalian selesaikan berdua di luar, secara diplomatis,selesaikan dulu urusan pribadi kalian baru menuntut jawaban dari Puput,bicara lah baik baik dengan kepala dingin."
"Otak ku saat ini tidak bisa berpikir jernih,dan apa lagi yang harus di bicarakan"timpal david Bryan
"Akan begitu seterusnya,
otak mu tidak akan bisa jernih dan kalian akan terus memojokkan Puput jika urusan pribadi kalian tidak kalian selesaikan terlebih dahulu, ingat kalian akan menjadi satu keluarga,kalau tidak pun kalian masih tetap menjadi partner dalam bisnis.
Kalian tidak bisa seegois itu dan mengorbankan Puput,ingat kata dokter tadi"Raka mencoba mengingatkan mereka berdua.
David Bryan dan David Reno pun diam sejenak menimbang nimbang perkataan Raka.
"Biarkan Puput mengambil keputusan dalam keadaan tenang bukan dalam keadaan penuh tekanan"imbuh Raka sambil berlalu keluar kamar.
David Reno dan David Bryan pun saling menatap dan mulai saling menyadari kesalahan masing masing,akhirnya mereka berdua pun keluar mengikuti langkah Raka.
Mereka berdua berdiskusi di ruang kerja David Bryan sebagai sahabat dan sebagai pria dewasa bukan sebagai musuh.
Disisi lain aku pun mulai siuman,dan kaget menyadari diriku sudah berbaring di kamar dengan kepala yang agak pusing.
__ADS_1
Sejenak aku melihat kelangit langit lalu berusaha bangun serta mengingat kejadian yang barusan terjadi.
Mataku mulai traveling ke setiap sudut kamar tapi tidak mendapati David Reno dan David Bryan,yang ada di dalam kamar melainkan orang lain........