
"Mas...mas... Bangun Mas...,
Kenapa mas Raka di kamarku,kemana David Bryan?"tanyakuku mengagetkan mas Raka yang tertidur dengan posisi duduk di kursi sebelah ranjangku dengan kepala bersandar ditepian tempat tidur.
"Maaf Put,sedikit pusing karena kebanyakan minum bir tadi,"jawab Raka sambil tersenyum dan memegang kepalanya yang sedikit pusing.
Aku pun yang mulai ingat sepenuhnya apa yang tadi terjadi,melontarkan pertanyaan yang sama untuk yang kedua kalianya kepada mas Raka,
"David Reno sama David Bryan mana mas??"
"Mereka berdua sedang menyelesaikan masalah mereka dan sama sama mencoba memantapkan hati masing masing sebelum mendengar keputusan mu"
kata mas Raka sambil beranjak menggapai minumannya yang ada di meja.
Aku yang khawatir akan mereka berdua,takut jika terjadi kontak fisik atau hal yang tidak di inginkan pun ingin segera bergegas turun dari tempat tidur untuk menyusul mereka.
Saat kaki menyentuh lantai dan mencoba berdiri,tubuhku pun kembali duduk ke kasur,kepalaku masih pusing begitu pula dengan fisikku yang masih lemah.
"Mas bantu aku bangun,"pintaku pada mas Raka yang daritadi hanya memandangiku.
"Tidak,"tolak Raka dengan tegas.
Mendengar kalimat tolakannya membuatku memandangnya mencoba mengiba padanya lewat tatapan mataku.
"Kamu tetap di tempatmu,jangan coba coba bangun,sementara kamu tidak boleh kemana mana,mengingat kondisi mu masih lemah."imbuh mas Raka.
Aku berusaha meyakinkan mas Raka dengan kata kataku
"Tapi aku ingin menyusul mereka mas"aku sedikit merengek.
Raka menghela nafas kasar,lalu memaksa membaringkanku,namun aku bersikeras untuk tetap duduk.
"Ya sudah aku akan memanggil mereka,"ucap Raka sambil mengeluarkan ponselnya lalu terdengar ucapan Raka bebicara,"Puput sudah siuman"
Raka kembali duduk dan mematikan ponselnya sambil menikmati minumannya.
Tak lama David Reno dan Bryan pun masuk kekamar,dikuti suara mereka yang menggema
"Kamu sudah sadar put"ucap David Reno
"Kamu sudah sadar sayang"ucap David Bryan
Mereka seperti paduan suara,sama sama mengeluarkan kata yang sama menanyakan keadaanku.
Aku pun bingung harus menjawab yang mana.
"Iya" jawab ku dengan bias.
David Reno dan Bryan pun saling memandang karena sadar pertanyaan mereka laksana paduan suara.
__ADS_1
"Ehem...ehem....Suara mas Raka membuyarkan kami bertiga yang canggung.
"Gimana Put,sekarang udah enakan???tanya mas Raka basa basi,
"Iya mas,udah agak enakan"kataku dengan tersenyum pada mas Raka.
"Bagaimana selanjutnya,kamu beri keputusan sekrang apa nanti??
Kalau menurut aku lebih baik selesaikan sekarang dari pada di tunda, yang dimana akan membuat suana memanas lagi,dan mumpung mereka sudah siap secara mental juga"
Raka mencoba menjelaskan,sambil menunjuk kearah David Bryan dan David Reno.
"Baik mas,aku juga berfikir seperti itu dan aku berharap ini selesai hari ini,aku tidak mau di pojokan lagi aku sudah capek,apalagi ini mendekati hari pernikahan ku juga,sebelum ini terjadi, lebih baik aku memutuskan sekarang sebelum luka ini menusuk semakin dalam" ucap ku berusaha tegar sambil menatap kearah David Reno dan David Bryan.
Dada Tiga pria ini mulai berdegup cepat mengikuti irama,menantikan satu buah nama yang akan disebut olehku.
"Mas Raka"kataku lirih
Mereka bertiga pun sontak kaget setengah mati.
Mendengar nama yang keluar dari mulutku yang tidak sesuai espektasi mereka.
Melihat mereka yang melotot memandangi mas Raka,membuatku sadar dan meminta maaf seraya berucap,
"maaf maksudku boleh aku minta minum mas"
Akhirnya Raka pun mengambilkan minum dan menyodorkannya sambil berucap"ini bukan waktunya bercanda Put"Raka pun sedikit kesal,pasalnya jantungnya ikut copot karena ucapanku tadi.
Aku pun hanya terdiam,karena memang aku tidak ada niat bercanda dengan minuman yang masih berada di tangan.
Setelah selesai membasahi tenggorokan ku yang kering aku pun mulai mengambil keputusan.
"Dengan jujur aku memilih David Bryan,karena memang dialah orang yang sudah mengisi hati ku selama ini,selama kamu tak disisiku mas, terkait bayi yang ada dalam kandungan ku hanyalah sebuah faktor X dari kekhilafan kami. Aku menyerahkan semuanya karena memang aku mencintai Bryan dan sudah mulai melupakan mu mas David Reno,ada atau tidaknya bayi ini aku tetap memilih David Bryan.
Maafkan aku yang tak memilih mu,akan banyak hati yang terluka jika kita bersama,jadi kembalilah kepada Elizabeth,
dialah orang yang mencintai mu dengan tulus apapun kondisimu,hargai cintanya mas tetap jadilah David Reno yang baru yang tetap mencintai Elizabeth,lupakan aku karena aku adalah serpihan masa lalumu mas,dan jangan pernah sia siakan orang yang mencintaimu seperti Elizabeth.
Aku menganggapmu sebagai kakakmu mas,
karna aku bisa seperti ini juga berkat bimbingan mu juga,banyak hal yang kamu ajarkan kepadaku termasuk bagaimana cara untuk melupakan mu.
Aku harap kalian semua bisa mengerti,dengan keputusanku,termasuk dirimu David Bryan,aku harap jangan pernah mengungkit masalah ini lagi,sesuai janji ku diawal tadi siapapun yang aku pilih,aku siap mengabdikan hidup serta jiwa dan hati ku,apapun konsekuensinya.Dan aku harap setelah kejadian ini,kita duduk bersama sebagai sahabat serta saudara dan bukan sebagai musuh.
Setelah mengutarakan keputusanku,aku pun menunduk menutupi mataku yang mulai berkaca kaca.
"Baik Put,aku menerima semua keputusan mu.
Dan aku sadar lebih baik berpisah saat ini dari pada berpisah di kemudian hari, dimana itu akan lebih menyakitkan"kata David Reno sambil menyodorkan tangannya kepada David Bryan.
__ADS_1
David Bryan pun menyambut tangan David Reno dan berucap"thanks brother"
"Selamat kamu memenangkan hati Puput,jaga dia untuk ku ingat sekarang aku adalah kakaknya so jangan pernah sakiti dia"David Reno pun memberikan pelukan kepada David Bryan.
David Bryan pun membalas pelukan David Reno dan berkata"thanks bro,aku akan selalu menjaganya segenap jiwa raga ku,begitu pula sebaliknya,bahagiakan Elizabeth dengan segenap ragamu."
Raka yang mendengar ucapan David Reno dan David Bryan tak kuasa menutupi perasaannya, hingga membuat mata mas Raka berkaca kaca.
Tak menyangka mereka berdua yang awalnya seperti anak kecil bisa bersikap jauh lebih dewasa.
David Reno pun pamit tak lupa memelukku untuk yang terakhir kalinya yang disaksikan oleh Bryan.
"Terima kasih untuk semua Put,aku bahagia saat bersamamu,akan aku simpan kenangan kita untuk diriku sendiri dan semoga ini menjadi perpisahan termanis yang indah dalam hidupmu."kata David Reno dengan mata berkaca kaca.
"Terima kasih untuk semuanya mas,aku pun sangat bahagia saat bersamamu,setidaknya sekarang kita masih bersama walaupun sebagai saudara"kataku dengan berlinangan air mata."
"Sudah jangan menangis,kalau dia sampai menyakitimu ingat aku selalu ada buatmu,"David Reno pun melepas pelukannya dan mengusap airmataku.
Terakhir kalinya juga dia mengecup keningku tanpa memikirkan Bryan yang sudah kebakaran jenggot.
Raka dan Reno pun berlalu pergi.
Meninggalkanku dan David Bryan di kamarnya.
David segera menghampiriku,baru saja David bryan duduk di tepian tempat tidur,aku langsung memeluknya di sertai tangisan yang semakin pecah.
"Maafkan aku....Maaf atas semua yang sudah aku lakukan,jangan pernah lagi menyuruhku untuk memilih",tangisku semakin pecah dan aku membebankan kepala di dadanya.
David Bryan membalas pelukanku dan hanya bisa bicara,"maaf sayang atas semua keegoisanku,aku tak bisa hidup tanpamu,because i love u so much"David pun mencium keningku dan merebahkanku kembali ke tempat tidur.
David Bryan beranjak dari duduknya yang membuatku bertanya.
"Mau kemana???"
"aku mau keluar sebentar menyuruh pak Herman menyiapkan makan malam kita"jawabnya
"Jangan keluar please!!!aku takut kamu meninggalkanku seperti kemarin,aku ingin darimu tetap disini bersama ku."Rengek ku ke David.
"Baiklah jika itu maumu,aku akan tetap disini"kata Bryan lalu duduk kembali.
David pun mengeluarkan ponselnya dan memerintahkan pak Herman melalui telepon untuk menyiapkan makan malam,dan menyuruhnya membawa kekamar.
"Malam ini aku ingin menghabiskan malam bersama mu, aku tak ingin sedetik pun tak bersamamu,
aku takut kehilangan mu jangan pernah menghilang lagi dariku,asal kamu tahu saat kamu pergi dari rumah,aku sangat khawatir dan takut"ucapku sambil kembali memeluk David bryan
"Sorry, jika kemarin aku meninggalkan mu sendirian"timpal David Bryan sambil membalas pelukan dariku.
"Aku sangat merindukanmu sayang,aku ingin selalu bersamamu selamanya,setiap waktu dan saat"kataku sambil mengeratkan pelukanku.
__ADS_1