Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Extra part lima Pisah kamar


__ADS_3

Seminggu sudah aku di rawat dirumah sakit,hari ini aku pun diperbolehkan pulang.


Walaupun luka akibat operasi sesarku belum sepenuhnya sembuh namun aku sudah bisa berjalan.


"Sayang,biar aku gendong ya,tak usah pakai kursi roda"kata David berusaha membujukku.


"Sudahlah,aku pakai kursi roda,kalau kamu tidak ikhlas mendorongku,biar aku berjalan sendiri."ujarku yang membuat David kecewa.


Sebelum pulang aku pun meminta David untuk melihat anak kami,


saat melihatnya dengan banyak alat yang menempel di tubuhnya membuatku meneteskan air mata.


"Maafkan mommy sayang,seandainya mommy tidak stres mungkin kamu masih tidur di dalam dengan nyaman tanpa alat yang mengusik tidurmu.


Bertahanlah sayang,cepatlah besar supaya mommy bisa menggendongmu"kataku lirih yang membuat David sangat bersalah.


David pun duduk jongkok didepanku.


Dia mengusap air mataku dan langsung memelukku.


Sebuah pelukan yang selama lebih dari empat minggu tak pernah aku rasakan.


Tak bisa dipungkiri aku sangat merindukan pelukan ini.


Pelukan yang mampu menenangkan aku.


Setelah puas,aku pun meminta David untuk melepaskanku.


Lalu kami pun pulang.


Mommy dan daddy sudah menunggu kami namun mas David Reno dan juga Elizabeth kembali ke New York.


Mereka harus menyelesaikan pekerjaan mereka sebelum mereka ambil cuti pernikahan.


Aku yang masih dalam keadaan tidak sehat pun pamit untuk ke kamar,namun sebelumnya aku meminta art untuk ikut denganku.


David,mommy dan daddy pun bertanya tanya,kenapa aku membawa art namun mereka tak berani bertanya langsung.


Setelah di kamar aku meminta art tersebut untuk mengemasi bajuku,sontak membuat David pun terkejut.


"Kamu mau kemana sayang???,kenapa mengemas baju???kamu kan belum sehat???"David pun memberondongku dengan berbagai macam pertanyaan.


"Aku ingin kita sementara waktu pisah kamar,ku pikir dengan begitu kita saling intropeksi diri,aku juga tidak akan merepotkanmu dengan keadaanku yang tidak sehat sehabis operasi"kataku yang membuat David frustasi.


"Sayang,apakah kamu masih belum bisa memaafkan aku???"tanyanya lagi.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkanmu David,tapi aku tidak bisa lupa,karenamu kita hampir saja kehilangan anak kita,kamu juga membuka peluang untuk orang ketiga masuk dalam rumah tangga kita,aku tahu kamu hanya berteman namun pernah kah kamu berfikir dulu kita pun berteman."jawabku yang membuatnya lemas.


"Aku tahu dan aku sadar sayang,maafkan aku"katanya dengan mata yang berkaca.


"Aku juga salah,seandainya aku tidak terlalu manja,tidak bawel dan juga tidak suka marah marah mungkin kamu juga nyaman denganku,aku salah menduga ku pikir dengan menetap di sini membuatmu cukup mengerti keadaanku,namun nyatanya tidak."timpalku dengan nanar.


David pun memelukku lagi dan tak melepaskannya,


"Aku mohon,maafkan aku jangan lakukan ini bagaimana aku bisa tidur tanpa ada kamu di sampingku sayang"ucapnya.


"Bukankah akhir akhir ini kamu tidur dengan membelakangiku,bearti kan kamu bisa tidur tanpa aku"kataku yang semakin membuatnya frustasi.


"Sudahlah sayang,kita kan hanya pisah kamar kenapa kamu terlalu mendramatisir keadaan"kataku lalu melepas pelukannya.


Art pun membawa bajuku ke


kamar bawah karena akan susah buatku untuk naik turun tangga.


Setelah aku keluar dengan art,David pun mengusap rambutnya kasar.


Dia tidak menyangka,apa yang dia lakukan akan berdampak sepeti ini.


David pun mengambil kunci mobilnya lalu pergi keluar.


Dia pergi ke bar untuk minum,dia juga menghubungi Chris untuk menemaninya.


Chris terkejut karena David Bryan sudah minum sangat banyak.


"Hey....Sudahlah,kenapa kamu minum sebanyak ini?"Tanya Chris.


Bryan hanya diam lalu menyodorkan minuman pada Chris.


"Apa masalahmu belum selesai???"tanya Chris.


"Dia meminta untuk pisah kamar,aku begitu mencintainya tapi dia tak pernah mengerti akan hal itu,bahkan dia selalu berpelukan dengan David Reno didepan mataku,apa dia juga mengerti perasaanku???"David pun mulai berbicara ngawur.


"Kesalahanmu tidaklah besar David namun akibat dari perbuatanmu lah yang membahayakan,bahkan kamu hampir saja membunuh anak dan istrimu.


Kondisi istrimu sedang hamil apalagi dia harus beradaptadi dengan iklim di sini,mungkin itu yang membuatnya berubah dengan sikap sikap bawelnya dan juga marah marah.


Dan lagi kamu juga hampir saja membuka peluang orang ketiga masuk dalam rumah tangga kalian."Kata kata Chris membuat David diam sejenak lalu meminum lagi minumannya.


Chris pun meminum minumannya,


"Sudahlah,sabar saja lama lama Puput akan kembali seperti semula,ingat jangan berulah lagi"Chris pun menasehati David.

__ADS_1


"Ayo aku antar pulang,"Ucap Chris.


David pun menggeleng,"kamu pulang sendiri saja,aku akan pulang sendiri".David pun menolak tawaran Chris.


Lalu Chris pun pulang terlebih dahulu.Tak selang lama Bryan pun beranjak dari tempat duduknya,tanpa sengaja dia menabrak orang karena mabuknya lumayan parah David pun mencaci maki orang tersebut,karena ucapan Bryan menyulut emosi sehingga orang tersebut pun marah dan memukuli David,Chris yang kembali karena ponselnya tertinggal pun melerai perkelahian mereka.


David sudah dalam keadaan babak belur,dan Chris pun membalas orang tersebut dengan beberapa pukulan.


Bagaimanapun juga David adalah boznya yang harus ia lindungi.


Chris membopong David ke mobil lalu mengantarkannya pulang,namun sebelumnya dia menelphone seseorang untuk mengambil mobil David.


Setelah dirumah Chris membawa David ke kamarnya,Chris pun memanggilku.


"Ada apa Chris???"tanyaku heran karena malam malam Chris memanggilku.


"Lihatlah kondisi Bryan"jawab Chris yang ambigu bagiku.


"Kenapa dia,bukankah dia dikmarnya,aku lihat besok saja Chris,luka operasi sesarku masih belum sembuh,sangat sakit jika harus naik turun tangga.


Tanpa aba aba Chris pun menggendongku.


Aku meronta ronta untuk diturunkan.


"Diamlah atau aku sumpal mulutmu dengan mulutku"ancam Chris yang membuatku terdiam.


Aku pun terdiam dan menatap Chris.


"Maaf bertindak diluar batasanku."imbuhnya.


Saat dikamar Bryan Chris dengan hati hati menurunkanku,kulihat Bryan dalam kondisi yang tidak baik,mukanya penuh lebam dan juga sobek disekitar mulutnya.


"David kenapa Chris???"tanyaku dengan air mata yang mulai meleleh.


"Di hajar orang, tadi dia minum di bar karena mabuk mungkin buat gara gara akhirnya dia dihajar habis habisan,kalau boleh aku menyarankan,perbaiki hubungan kalian.


Dia sudah menyesali perbuatannya,ingat ingatlah masa masa indah kalian,yang selalu memamerkan keromantisan kesana sini sehingga membuat orang yang melihat menjadi iri,jangan memberi kesempatan orang ketiga hadir dalam rumah tangga kalian."kata Chris yang membuat aku berfikir sejenak.


Karena tidak ada yang dibicarakan Chris pun pamit untuk pulang,


"Ingat pesanku Put,atau kamu balas David dengan berselingkuh denganku"katanya dengan mengedipkan mata.


Aku pun melemparkan tatapan tajam pada Chris,sehingga membuat Chris terkekeh.


Setelah kepergian Chris aku pun mengambil obat lalu mengobati luka luka David.

__ADS_1


"Kenapa tadi tidak memanggil dokter sih"batinku.


Seusai mengobati David aku pun dilema melanjutakan aksi ku yang ingin pisah ranjang atau kembali lagi kekamar David.


__ADS_2