
Kami pun pamit kepada ayah dan ibu untuk langsung ke kamar,
ibu dan ayah pun mengangguk.
Setelah di kamar,David merebahkan dirinya di kasur lalu memejamkan matanya.
"Lo....lo kok tidur sih,bukannya membersihkan diri"gerutu ku yang lalu menggoyang tubuh David.
Tidak ada respon dari David,sehingga aku membuka semua baju,sepatu lalu menyeka tubuh David.
Setelah selesai mengurus tubuh David aku melepas pakaianku dan mandi.
Terlintas di pikiranku tentang David Reno.
Rasa bersalah sempat hinggap dipikiran ku karena aku tak berusaha menjaga perasaanya saat bersama David bryan.
Tapi sudahlah,lagi pula ini semua sudah konsekuensi yang harus di terima masing masing pihak.
Tak ada yang bisa aku lakukan selain menganggapnya sebagai saudaraku.
Dimana sekarang semua yang ada pada diriku adalah milik David bryan.
Aku yang merasa kedinginan,akhirnya menyelesaikan ritual mandi ku,
tanpa melepas kimono ku aku menyusul David ke alam mimpi.
*******
Disisi lain Elizabeth juga melakukan hal yang sama pada David Reno,dia melepas seluruh baju David dan menggantinya dengan kaos.
"Aku akan berusaha agar kamu bisa mencintaiku seutuhnya"batin Elizabeth lalu pergi membersihkan diri.
*******
Di kamar yang lain Chris dan Raka mengobrol di kamar Chris.
"Kelihatannya David Reno masih belum bisa move on dari Puput"oceh Chris yang mendapat senyuman dari Raka.
"Iya,sebelumnya dia tidak pernah sampai mabuk seperti itu."timpal Raka.
"Pesona Puput luar biasa,sehingga membuat tiga sahabatku klepek klepek"kata Chris dengan kekeh nya.
"Ntah lah Chris,namun aku masih waras tidak seperti mereka berdua"kata Raka.
"Itulah sebabnya aku tidak mau jatuh cinta,karena aku pasti gila seperti kalian"ucap Chris.
Setelah mengobrol Raka memutuskan kembali ke kamarnya lalu istirahat.
******
Pagi datang dengan membawa sinarnya,
David Bryan bangun terlebih dahulu lalu tersenyum melihatku yang masih tidur dengan memeluknya.
"Beautiful"kata yang keluar dari mulutnya bahkan netra nya juga memandangiku lekat.
Bibirnya kini mendarat di keningku,puas memandangiku,
David Bryan pun beranjak ke kamar mandi untuk menghilangkan pening akibat minum semalam.
Aku pun mulai kembali ke alam nyata ku masih dengan mata terpejam tanganku mencari keberadaan David Bryan.
Karena tanganku tidak menemukan David Bryan di sampingku,akhirnya aku pun membuka mataku,
terdengar samar samar suara gemercik air,menandakan dia sedang mandi.
__ADS_1
Aku beranjak dari tempat tidur dan menuju lemari untuk mengambilkan pakaian ganti buat David.
"Sudah bangun sayang"suara David mengagetkanku.
Kini tangan kekarnya memelukku dari belakang,"mandilah"bisik nya.
Aku membalikan badanku dan menyodorkan pakaiannya.
Setelah itu beranjak ke kamar mandi.
Seusai mandi aku pun bersolek lalu kami keluar kamar untuk sarapan.
********
Disisi lain David Reno baru bangun,
"Ahrgggg"pekik David Reno sambil memegang kepalanya yang masih pusing.
Elizabeth yang mendengar pekikan David Reno pun menghampirinya.
"Ada apa sayang???,apa kepalamu sakit lagi"tanya Elizabeth dengan wajah yang khawatir.
"Tidak sayang,mungkin karena terlalu banyak minum semalam"jawab David Reno dengan rasa bersalah.
Elizabeth pun mengambilkan minum David,setelah menghabiskan minumnya David Reno bersandar di ranjang.
Sedangkan Elizabeth duduk menemani David Reno di tepi ranjang.
Perlahan David Reno mengingat kejadian semalam dimana dia mabuk berat dan akhirnya tak sadarkan diri.
"Maafkan aku Elizabeth,pasti kalian sangat repot dengan aku yang tidak sadarkan diri"kata David Reno menyesal.
"Tidak apa apa sayang,mungkin kamu punya alasan kenapa banyak minum"sindir Elizabeth.
"Maafkan aku"
"Tidak apa apa,melupakan orang yang kita cintai itu butuh proses dan mencintai seseorang juga butuh proses."kata Elizabeth dengan mata berkaca.
Sekuat kuatnya dia,kembali lagi dia juga seorang wanita yang memiliki rasa sakit.
Setelah ini ayo kita kembali ke kota besar lalu kita segera menjalan rencana kita untuk liburan ke luar negeri karena waktu cuti ku tidak banyak."ujar Elizabeth.
David Reno pun mengangguk setuju.
Setelah pusingnya sedikit berkurang Reno pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
********
Baru saja hendak duduk terdengar suara mobil dari luar.
Ibu yang memang berada di luar pun mempersilahkan semua masuk,
"Sarapan dulu ya?"ibu pun menawarkan sarapan.
"Kami semua sudah sarapan bu!"tolak mas Raka halus.
"Gak mau makan masakan ibu nie,seharuse tadi sarapan di sini saja."kata ibu sedikit kecewa.
"Maaf bu"ucap Raka dengan tersenyum.
Aku dan David pun menyelesaikan sarapan lalu ke ruang tamu dimana ibu dan lainnya menunggu.
"David"panggil Elizabeth lalu memeluk David Bryan.
David pun membalas pelukan Elizabeth,
__ADS_1
"Hey kamu kenapa??"tanya David heran.
"Aku ingin bicara denganmu"pinta Elizabeth
David Bryan pun mengajak Elizabeth menjauh.
"Ada apa dengan Elizabeth???"tanyaku pada ketiga manusia tampan di depanku.
"Reno yang lebih tau"timpal Chris.
"Ada apa mas,"tanyaku lalu menatap David Reno.
"Tidak apa apa,we are fine"jawab David Reno.
"Yakin???"tanyaku menyelidik.
"Puput,why???"David Reno agak meninggikan suaranya,tak suka aku bertanya lebih jauh.
Aku pun terdiam,
"Maaf"ucapnya dengan menyesal.
Raka dan Chris saling pandang,
"Oh ya Raka,mana kado buat si boz"tanya Chris.
"Kelihatannya masih di mobil Chris"jawab Raka.
"Kami tinggal sebentar ya??"kata Chris dan Raka.
Lalu mereka pun keluar menuju mobil mengambil sesuatu yang tertinggal.
Lalu aku kembali menatap David Reno.
"Maaf mas,aku yang salah tak seharusnya aku bertanya,"lirihku dengan ekspresi tidak enak.
"Tidak apa apa Put,kamu adalah kakak ipar Elizabeth pantas kalau kamu mengkhawatirkannya."kata David Reno dengan nanar.
"Kenapa kamu kemarin kamu mabuk berat mas,bukankah sebelumnya kamu tidak pernah seperti itu"tanyaku,
"Aku hanya ingin minum saja,ini kan hari bahagia"jawab David Reno datar.
"Walaupun kamu tidak mengatakannya,aku cukup tahu apa yang terjadi padamu mas"batinku dengan wajah di tekuk.
Tiba tiba ibu datang membawa minum,
"Lo pada kemana kok hanya kamu dan David Reno???"tanya ibu heran sambil meletakan nampan berisi minuman serta camilan.
"Elizabeth berbicara dengan David Bryan,sedangkan mas Raka dan Chris mengambil sesuatu yang tertinggal."jawabku.
"Kok jadi repot sih bu,"basa basi David Reno dengan senyum yang dipaksakan.
"Tidak repot kok nak David!!!"kata ibu.
Lalu ibu pun kembali ke dapur.
"Diminum mas,"aku pun menuangkan teh di gelas.
"Makasih Put,"kata David Reno meminum teh yang aku tuangkan.
Tak lama kemudian Raka dan Chris kembali dengan membawa bingkisan.
"Ini dari kami buat kalian"Raka pun memberikan bingkisan padaku.
"Wah....apa mas ini,kalian kok jadi repot sih"kataku dengan tersenyum lalu meletakkan bingkisan yang di bawa Raka dan Chris.
__ADS_1