
David hanya mengerutkan alisnya melihat orang orang makan di trotoar,menurutnya pemandangan yang menyedihkan,bagaimana bisa makan di tempat dengan kendaraan yang berlalu lalang.
"Kamu yakin membeli makan di tempat yang seperti ini"wajah David berubah dengan raut wajah yang sulit di artikan
"Cobain dulu tuan,baru berkomentar!"kataku
"Yakin,makanan disini sehat??lihatlah sekitarnya"menaikan pundaknya merasa jijik makan di pinggir jalan.
Aku pun keluar memesan dua porsi bakso jumbo dan juga 2 es jeruk dan mencari tempat duduk,David yang awalnya menolak pun menyusulku,
Semua mata melihat David,bahkan ada yang sampai histeris
"Bule itu tampan banget...,seperti pemeran super hero,film barat yang terkenal itu,"celetuk salah satu wanita yang makan disana
Ada banyak wanita yang mendekati David,untuk minta berselfie,
aku yang merasa kesal pun merangkul pinggang David dan meletakan kepalaku di pundaknya
"Kamu kesambet baby!!"tanya David keheranan
"Aku gak suka saja banyak wanita melihatmu apalagi sampai minta selfie bareng"ketusku
"Cie cie cemburu?"godanya
"Gak,hanya melindungi tuan ku dari serangan para betina"Mode memonyongkan bibir aktif
"Untung di tempat umum,coba dikamar udah aku makan tu bibir"sambil tertawa kecil
__ADS_1
Cubitan pun mendarat diperutnya,David hanya meringis menahan sakit,
bakso pun datang,aku yang sudah sangat lapar pun langsung melahapnya
"Kamu seperti orang kelaparan,ejek David
"Memang iya,"ketusku
David hanya menatapku memakan bakso,dia tidak menyentuh makanannya sama sekali
"Apa dengan menatapku akan kenyang???"tanyaku
David hanya tersenyum,aku segera menyelesaikan makanku dan langsung menarik bakso miliknya.
"Buka mulut mu sayang,nanti kamu sakit lo kalau gak makan,kalau sakit aku kan sedih,"aku pun merayu David supaya memakan baksonya,walaupun sebenarnya ingin mutah mendengar kata kataku sendiri
"Hahahahaha"David tertawa terbahak bahak mendengar rayuanku
David pun melongo sambil mengunyah bakso,
"Enak kan???"dengan tangan menyuapi bakso lagi
David hanya mengangguk,
"I think i love this food,rasanya enak banget"katanya
Satu mangkok sudah habis bahkan dia ingin memesan 2 mangkok lagi,aku hanya melongo tidak percaya
__ADS_1
"Tadi sok sok an gak mau,sekarang nambah 2 mangkok,dasar orang Amerika rakus"gerutuku
"Tiap hari beri aku makanan ini,"katanya dengan mulut penuh bakso
"Makanlah dulu tuan,pelan pelan aku tak akan mengambil baksomu,hahahaha..."kataku sambil tertawa
Entah berapa ukuran usus David sehingga mampu menampung tiga mangkok bakso,
David memberikan kartu,katanya untuk membayar bakso,aku pun langsung menepuk jidat David dengan kartunya.
"Auwww...belum menikah kau sudah KDRT,bagaimana kalau sudah menikah nanti,gerutunya
"Lagian kau ada ada saja,memberikan kartu untuk membayar bakso,tu lihat mau digesek dimana???"omelku pada David.
"Ya maaf,sambil mengeluarkan lima lembar uang warna merah.
"Ini kebanyakan,cuma perlu satu,"kataku yang hanya mengambil satu uang warna merah sisanya masih tergeletak di meja besarta kartu warna hitam tadi.
"Ini kau bawa saja,jadi kalau butuh belanja kau tinggal menggunakannya"David memberikan kartu dan sisa uang warna merah tadi.
Aku pun menolaknya,namun David memaksaku bahkan mengancam untuk menghukumku jika tidak menurut.
"Para wanita selalu suka jika aku memberi mereka uang,namun kamu malah menolaknya,"kata David heran
"Aku belum berhak atas uangmu tuan,karena kita belum menikah,akan berbeda lagi kalau kita sudah menikah,lihatlah dalam sekejap uang mu pasti akan habis"kekehnya
"Coba saja,kau mampu menghabiskan uang ku apa tidak,"David hanya tersenyum
__ADS_1
Kami pun melanjutkan perjalanan ke Barat untuk menuju kontrakanku,
setelah menurunkanku David pun langsung melajukan mobilnya untuk pulang.