Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Extra part enam Bukan halusinasi


__ADS_3

"Sayang maafkan aku...."


Itulah kalimat yang keluar dari mulut David,dia selalu mengigau kalimat tersebut.


Aku pun menangis,melihatnya seperti ini.


Ku daratkan kepalaku di dadanya dan memeluknya dengan erat.


"Sudah sayang....Berhentilah meminta maaf,maafkan istrimu ini yang mengjudge mu secara berlebihan atas kesalahan kecil yang kamu lakukan,tidurlah dengan tenang tanpa ada rasa bersalah."kataku lalu aku pun memejam mata.


Keesokan paginya,David bangun terlebih dahulu dia merasakan badannya remuk semua.


Dia melihat aku tertidur di dadanya.


"Sayang,jangan menyiksaku seperti ini,bahkan saat ku buka mataku pun,aku berhalusinasi akan dirimu."kata David yang beranggapan dia berhalusinasi.


David pun memijat kepalanya karena masih pusing efek dari alkohol yang di konsumsinya semalam.


Saat hendak beranjak,dirasakan berat.


Dia pun mengerutkan alisnya,kenapa bayanganku tidak hilang,bahkan serasa nyata.


Karena pergerakan dari David,aku pun terbangun lalu tersenyum.


"Sudah jangan banyak bergerak"kataku lalu beranjak dari tempat tidur lalu menyodorkan air minum.


David pun memandangiku lekat,


"Bahkan halusinasi ini begitu nyata,lama lama aku bisa gila"batin David.

__ADS_1


Aku yang melihatnya melamun pun menaruh kembali gelas air di nakas.


Lalu duduk ditepi ranjang.


"Sayang....Kamu kenapa?kenapa diam saja,apa kamu tidak suka aku berada disini?"tanyaku lalu menepuk bahu David.


David pun mencubit hidungku,seketika aku pun berteriak


"Auwwww,kok dicubit sih"protesku.


"Ini nyata kan sayang,kamu disini???"ucapnya dengan senyum yang merekah.


David langsung memelukku dengan erat


"Makasih sayang,sudah berlapang hati memaafkanku dan kembali seperti semula,thanks so much"lirihnya.


"Maafkan aku juga sayang"kataku dengan lirih juga.


Aku pun tersenyum,David pun mengecupku.


"Aku merindukanmu,aku mencintaimu"kata sakral pun mulai keluar dari mulutnya.


"Aku juga sayang,oh....Ya sayang hari ini aku mau kerumah sakit untuk menjenguk David Junior"kataku dengan tatapan yang tak lepas dari matanya.


"Ok setelah ini kita jenguk David junior"David pun hendak beranjak ke kamar mandi.


"Jadi mandi sendirian saja nih,gak ngajak ngajak"ketusku.


David pun berbinar,lalu digendongnya tubuh mungilku dan dengan hati hati meletakkanku di bathup.

__ADS_1


"Sayang,aku dalam masa nifas jadi aku mandi dengan berdiri saja."kataku lalu keluar dari bathup.


David pun ikut membantu,melepas pakaianku,karena aku melahirkan operasi jadi nifasku pun seperti orang haid,yang hanya menguarkan darah sedikit.


Bahkan saat ku buka pembalutku,tidak ada darah sama sekali.


"Tidak ada darahnya sayang"kata David yang turut melihat pembalut yang aku pakai bersih tanpa darah.


"Iya kenapa begitu ya,katanya wanita nifas itu empat puluh dari"kataku heran.


"Ntahlah sayang,mungkin saat operasi mereka juga membuang darah nifas,jadi tinggal sisa sisanya yang keluar."timpal David.


"Mungkin juga"imbuhku


Melihatku polos tanpa sehelai benang membuat Rudal David menegang,aku pun terkekeh walaupun sebenarnya aku juga sangat merindukannya.


"Apa kamu menginginkannya???"tanyaku.


"Tentu sayang,dia sudah cuti hampir 8 minggu tentu dia mencari sarangnya untuk memuntahkan isinya,namun aku masih bisa menahannya sayang,jadi aku tak meminta hakku saat ini"jawab David dengan senyum manisnya.


Melihatnya menahan hasratnya membuatku iba,kuraih rudalnya lalu aku pun memainkannya.


David pun mendesah,


"Mendesahlah sayang,akan ku bantu menuntaskan hasratmu yang lelah lama tak tersalurkan"kataku dengan memainkan rudalnya.


David pun juga tak tinggal diam,tangannya pun bergerilya kemana mana,membuat aku mendesah juga.


Tau aku sedang berhasrat membuat David menggendongku kembali ke kasur.

__ADS_1


"Kita selesaikan disini"ucapnya lalu meletakkan tubuhku di kasur.


__ADS_2