Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Perubahan David


__ADS_3

Dua bulan sudah aku menetap di Amerika.


Beradaptasi dengan iklim di sini cukup sulit bagiku,sehingga membuatku sering sakit dan lebih manja pada David.


Semenjak David memegang perusahaan di California membuatnya agak sibuk dan selalu pulang larut setiap hari.


Jujur aku sulit menerima semua ini,sehingga aku pun sering marah marah,aku merasa David tak sehangat seperti saat di Indonesia.


"Bekerjalah terus tanpa memperdulikan aku"teriakku.


Tangan David sudah mengepal,diapun melempar jasnya lalu mengendorkan dasinya.


"Suami pulang bukannya disambut dengan baik malah ngajak ribut,mau kamu tu apa?"dia tak mau kalah denganku.


Bahkan suaranya lebih keras daripada suaraku.


Aku hanya menangis dan menutup telingaku


"Cukup David,cukup...."lirihku.


David pun menuju kamar mandi,lalu


Braak....


Dengan keras dia menutup pintu kamar mandi,


"Aku merindukan suamiku,suami yang selalu hangat padaku bukan suami yang gila kerja sepertimu,David Bryan kamu dimana??"lirihku dalam isak tangis.


"Sudah....Sudah,jangan menangisinya lagi"aku pun mencoba bernegosiasi dengan hatiku supaya berhenti menangis namun kelihatannya mataku tak mau diajak kompromi,ia terus saja mengeluarkan air matanya.


Aku pun menuju kasur,membaringkan tubuhku meringkuk dengan mata yang tak henti hentinya mengeluarkan airnya.


Tak berapa lama David keluar dari kamar mandi dan langsung tidur tanpa ada kata kata apalagi sebuah kecupan.


Mataku pun lelah dan akhirnya aku pun tertidur.


Keesokan harinya seperti biasa,David sudah berangkat saat aku masih tidur.


Aku yang sudah berdandan pun turun kebawah.

__ADS_1


Dibawah sudah ada David Reno,Elizabeth,mommy dan juga daddy.


"David berangkat pagi sekali Put,?apa dia bekerja di hari minggu???"tanya David Reno


Aku hanya tersenyum ketir dan tak menjawab pertanyaan David Reno.


Aku langsung saja menarik kursi dan mengambil sarapan.


Tak terasa air mataku menetes,David Reno yang sedari tadi melihatku pun bertanya lagi


"Are u okay??"tanyanya dengan menatapku.


Lagi lagi aku hanya diam,tak menjawab pertanyaannya,


David Reno semakin curiga kalau aku sedang tidak baik baik saja.


"Aku bertanya padamu Put???kenapa kamu tak menjawabnya???"David Reno mulai kesal.


"Aku baik,sangat baik tidakkah kamu lihat mas,aku sangat baik kan,sehat juga kan???"jawabku dengan air mata yang mengalir deras.


Aku pun tak menghabiskan makananku,aku kembali ke kamar mengambil tas serta ponselku.


Pikiran pikiran negatif hinggap di pikiraku,membuatku tak berfikir jernih.


"Reno kejar dia,kelihatannya dia tak baik"suruh mommy.


Melihatku naik taxi mas David kembali ke dalam lalu mengambil kunci mobil.


Dia pun mengendarai mobil agak mengebut takut kehilangan jejakku namun nasib baik berpihak padanya,dia masih bisa melihat taxi yang aku naiki.


Aku meminta sopir taxi membawaku ke tempat yang nyaman untuk sendiri,lama berputar putar akhirnya taxi tersebut berhenti di sebuah tamam yang ada danaunya.


tempat duduk.


Setelah membayar aku pun turun lalu mencari tempat duduk.


Kulihat ada sebuah bangku di bawah pohon yang cukup rindang.


Aku pun mendudukan bokongku lalu melihat pemandangan sekitarku.

__ADS_1


"Indah"gumamku.


Kini pandanganku pun kosong,pikiranku kembali kalut mengingat perubahan sikap David.


Tiba tiba terdengar seorang yang menghentikan lamunanku.


"Jadi apa yang kamu lamunkan nyonya David"tanya David Reno yang langsung saja duduk di sampingku.


Aku dengan cepat mengusap air mataku lalu tersenyum ketir.


"Aku bosan di rumah mas,lagipula David Bryan sangat sibuk jadi tidak bisa menemaniku jalan jalan."kataku dengan berbohong.


David Reno pun tersenyum ketir seolah tau kalau aku sedang berbohong.


"Mas....Boleh aku meminjam bahunya"tanyaku dengan mata berkaca kaca.


"Boleh"jawabnya singkat.


Tanpa membuang waktu aku langsung saja manumpahkan tangisku di bahunya,


melihatku menangis seperti ini membuat David Reno mengepal.


David Reno memelukku erat,bahkan dia mencium keningku.


"Aku rindu Indonesiaku mas,aku rindu orang tua,aku rindu adik adikku,aku rindu mas Raka"kataku lirih dalam tangis.


"Apa kamu ingin pulang ke Indoensia???"tanyanya.


Aku hanya mengangguk dan semakin menangis sesenggukan.


Siapapun orang yang mendengar tangisanku akan merasa ngilu.


Setelah puas menangis aku pun melepas pelukanku dan tersenyum.


"Sudah mas"kataku yang menangis dalam senyum.


David Reno pun menuju Danau,dia berteriak sekencang kencangnya.


"Brengsek kau Bryan....Aku melepasnya bukan untuk kau sakiti seperti ini"

__ADS_1


Puas dengan teriakannya mas David kembali ke tempat duduk semula dan langsung memelukku.


__ADS_2