
Hari ini adalah hari yang menegangkan bagiku,
aku sangat takut,sedih dan juga malu untuk bertemu orang tuaku.
"Apa mas Raka sudah bilang ya,?apa lebih baik aku tidak usah jujur atas kehamilanku,minta ibu ayah untuk langusng menikahkanku saja,tapi semua butuh proses,kalau nikahnya cepat cepat mereka pasti curiga,,duuuuhhhhh pusing aku..."aku mengusap rambutku dengan kasar,sungguh sangat frustasi.
David yang sedari tadi melihatku,tersenyum tipis,dia juga sangat iba dengan aku yang frustasi.
Ehem...ehem...deheman David memecah lamunanku
"Eh..tuan sejak kapan berdiri di situ kenapa tidak langsung masuk saja"kataku ketir sambil menggigit bibir bawahku.
David menghampiriku,bukannya ikut duduk di sampingku malah dia berlutut dan meletakkan kepalanya di pangkuannku.
"Apa yang kamu risaukan sayang,kenapa kamu terlihat sangat frustasi,kan aku sudah bilang! ada aku,tak kan ku biarkan orang tuamu menyakitimu"Tangan David menggenggamku,dia mencoba mengusir rasa takut yang telah kupelihara dari kemarin.
Mendengar kata katanya,aku sedikit lega...
Aku menangkupkan tanganku di wajahnya melihatnya dengan intens dan mengecup keningnya.
"Wajahmu kenapa pucat tuan,"tanyaku yang baru sadar kalau wajah David terlihat pucat.
"Tanyakan pada David junior di perut ini,tiap pagi dia membuat daddy nya menderita."Tangan David mengelus elus perutku yang masih datar.
"Sayang,seharusnya kamu tidak membuat daddy sakit,lihat ni wajah daddy sangat pucat,kalau tiap pagi daddy sakit,daddy tidak bisa bekerja, kalau tidak bisa bekerja daddy tidak punya uang buat kamu sayang"Aku bicara dengan janin yang kini ku kandung sambil mengelus elus perutku.
David pun tersenyum,lalu berdiri untuk mengecup keningku.
"Mas David,mba Puput!,ibu ayah sudah di ruang tamu..."
kata Fajar tanpa mengetuk pintu dulu,karena memang pintu sedang terbuka.
"Iiiiyaaa...."kataku agak gugup
Fajar pun pamit undur diri,David pun menggandengku turun untuk menemui ibu ayahku,
Kaku terasa berat untuk menemui ayah dan ibuku.
"Ayah...ibu..."teriakku memanggil ibu dan ayah yang duduk di ruang tamu.
aku melepaskan tangan David,dan berlari menuju ayah ibuku.
"Rumah David bagus sekali Put,mewah seperti yang di tv tv bahkan mewahan ini,"puji ibu kagum pada rumah David
David tersenyum dan mengangguk melihat ibu dan ayah.
"Sebenarnya ada apa,kenapa ibu dan ayah disuruh kemari??"tanya ayah heran
David pun memanggil Raka,untuk menerjemahkan bahasa David.
"Aku ada oleh oleh untuk ibu dan ayah dari Amerika!"kataku mencoba memecah suasana yang tegang.
"Put,lebih baik masalah oleh oleh dipikir nanti,"kata mas Raka sedikit geram.
__ADS_1
Aku hanya mengangguk,kini aku berpindah duduk sebelah David bersembunyi di balik bahunya.
"Begini ibu dan ayah,tujuan pak David menyuruh saya untuk menjemput kalian adalah untuk membicarakan masalah pernikahan pak David dan Puput."kata Raka menjelaskan dan langsung membuat raut wajah ayah dan ibu berubah.
"Kenapa terlalu cepat"Kata ayah dan ibu barengan.
"Karena ada satu hal yang membuat pernikahan ini dipercepat."timpal Raka.
"Apa kamu mau menjadi seorang muslim??karena ayah tidak mau Puput mempunyai seorang imam yang berbeda keyakinan.Ayah berbicara Dengan memandang wajah David
"Pak David mau,"kata mas Raka dengan memandang David Bryan.
"Ya sudah minggu depan kalian semua pulang,"kata ayah
"Tidak bisa yah"timpal mas Raka
"Kenapa??tanya ayah heran
"Pak David tidak mengijinkan Puput melakukan perjalanan jauh"jawab mas Raka
"Kenapa??"tanya ayah dengan tatapan tak biasa
"Itu..itu..,biar Puput saja yang bilang yah"Raka bingung harus bilang apa pada ayah.
"Sebenarnya ada apa sih ini"celetuk ibu yang sedari tadi diam kini mengeluarkan suara.
"Maafkan Puput,ibu dan ayah"aku pun menunduk,aku meremas tangan David Bryan.
"Puput hamil bu...."kataku menunduk dan menangis
"oh...kamu hamil...
apa???????"kata ibu dan ayah barengan
Ayah langsung memegang dadanya,sedangkan ibu memegangi kepalanya sambil menangis
David berjalan mendekati ibu,lalu berlutut dan memegang tangan ibu,,
"Maafkan aku,aku tahu ibu sangat kecewa pada kami,terlebih kepadaku yang telah membuat anak ibu berbadan dua,kalau ibu ingin marah,marahlah padaku jangan pada Puput,saat ini dia mengandung anakku,jadi tolonglah ibu jangan memarahinya."ucap David mengiba pada ibu.
Ibu hanya diam,tak mengerti apa yang dikatakan David,Raka pun ikut bicara
Raka mengatakan semua apa yang di katakan David tanpa mengurangi dan menambahi.
Ibu dan ayah pun terdiam,tentunya ingin marah pada bule di depan mereka,namun kembali lagi marah pun tidak menyelesaikan masalah,hanya membuatku tertekan.
Aku terharu melihat apa yang dilakukan David,aku pun ikut berlutut di samping David,
"Sudahlah,di sesali seperti apapun tidak akan merubah keadaan,yang penting sekarang David mau bertanggung jawab,ayah juga merestui kalian"kata ayah dengan memejamkan mata menahan sakit di dadanya.
"Bangunlah nak,marah juga percuma tidak akan mengembalikan keadaan,benar yang dikatakan ayah,"kata ibu menarik David supaya bangun dari tempatnya.
"Hanya David saja yang di bangunkan,aku nggak nih"gerutuku berusaha berdiri,namun dengan sigap David membantuku.
__ADS_1
"Trus kapan tuan Amerika di muallafkan yah"tanyaku pada ayah
"Secepatnya supaya kalian bisa cepat menikah,namun setelah anak kalian lahir menikahlah lagi,"kata ayah dengan raut wajah tak karu karuan.
"Bagaimana kalau besok,semakin cepat semakin baik"kata David
Raka sebagai penerjemah pun bilang pada ayah ibu kalau David minta secepatnya di mualafkan,
"Raka uruslah semua,"David memerintah Raka
"Baik boz,saya akan menyiapkan semua"kata Raka dan langusung pamit untuk melaksanakan tugas dari David.
David meminta para pelayan untuk melayani ayah dan ibu,serta menyiapkan kamar untuk ayah dan ibu.
"Di belakang ada kebun yah,super lengkap ayah pasti suka"kataku dengan menunjuk arah belakang,mencoba merayu ayahku supaya tidak sedih dan kecewa.
Ayah pun kelihatan berbinar karena berkebun adalah hobi ayah.
"Syukurlah setidaknya membuat kesedihan ayah berkurang."batinku
"O iya Put,ibu membawa makanan kesukaanmu"kata ibu mengeluarkan makanan kesukaanku
David yang mencium aroma masakan ibu berubah menjadi pucat,David berlari menuju toilet dekat dapur,aku pun menyusul David dan memijat lehernya.
"Tolong singkirkan dulu,makanan itu"kata David dengan wajah pucat.
"Iya tuan,"kataku lalu menuju ruang tamu dan membereskan makanan yang di bawa ibu
"Calon suami kamu kenapa Put??"ibu bertamya karena heran tiba tiba David pucat.
"Muntah muntah bu,karena mencium aroma makanan yang ibu bawa,"kataku
"Dia sakit??"tanya ayah
"Tidak yah,dia cuma menggntikan keluhannku selama hamil"kataku sambil tersenyum
"Oalah Put,jadi kalian mengalami kehamilan simpatic ya??,kamu beruntung Put,itu tandanya dia sangat mencintaimu"kata Ibu,beliau merasa beruntung punya menantu seperti David selain Menantu idaman emak emak,David juga sangat mencintaiku.
"Alhamdulillah bu,allah memberi Puput jodoh seperti David,semoga kami berjodoh sampai maut memisahkan ya bu??"ucapku dengan penuh haru
"Amin...."ibu ayah mengaminkan doaku..
David yang keluar dari toilet langsung memelukku dan menciun keningku.
"Eh..eh...gak ada malu malunya,ada camer disini malah romantis romantisan,"gerutu ibu dan langsung menjewer kuping David
"Ampun bu.."teriak David dibuat buat seolah kesakitan....
Semua orang pun akhirnya tertawa.
Aku pun tersenyum,ternyata semua tidak seburuk yang aku pikirkan,walaupun ibu dan ayah sangat kecewa namun mereka menerima David.
"Terima kasih ya Rabb"batinku.
__ADS_1