
Seketika hasratnya menghilang melihatku kesakitan,
"Sayang,kenapa??"tanya nya dengan ekspresi sangat ketakutan.
"Perutku sakit,"kataku sambil memegangi perutku.
David yang panik pun bingung,akal sehatnya hilang begitu saja,panggilkan ibu sayang dengan ekspresi kesakitan.
Dengan sisa sisa akal sehat yang tersisa dia pun menghubungi pak Herman untuk ke kamarnya dengan ibu.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari luar
Ceklek...
"Ada apa David,kenapa malam malam menyuruh ibu,untuk datang ke kamar kalian???tanya ibu panik.
Dengan ekspresi yang sangat takut David langsung menggandeng ibu ke ranjang kami,
"Kamu kenapa Put??"tanya ibu sangat panik melihatku kesakitan.
David pun menemui pak Herman di depan pintu kamar,aku pun mengedipkan mata pada ibu.
Awlanya ibu tidak tau namun otaknya bekerja keras mengartikan kedipan mata dari ku.
"Jadi........"belum sempat ibu melanjutkan kata katanya aku pun mengkode ibu untuk diam.
Lalu berucap dengan lirih
"Maaf bu,sebenarnya aku tidak sakit"Seketika raut wajah ibu merah padam,geram dengan anaknya yang mempermainkan semua orang termasuk dirinya
"untung ada calon suaminya coba kalau tidak udah jadi tempe goreng,seenaknya mempermainkan orang,ya rabb ampuni dosa anak hamba"batin ibu kesal denganku.
David pun datang dan duduk di tepi ranjang lalu menciumi tanganku,
"Maaf sayang,maafkan aku sebentar lagi dokter akan datang"ucapnya dengan ekspresi campur campur.
"Sayang bentar lagi juga baikan tidak usah memanggil dokter"bujukku supaya David mengcancel untuk memanggil dokter.
"Aku tidak ingin terjadi apa apa denganmu ataupun anak kita,"kata David datar.
Tiba tiba pak Herman datang memanggil David.
David berdiri dan mengobrol agak jauh dariku.
"Syukurin..mangkanya apa apa di fikir dulu akibatnya kalau sudah begini,bingung sendiri kan!!!,untung tadi ibu tidak membangunkan ayah."omel ibu yang masih kesal denganku.
Seusai mengobrol dengan David pak Herman pamit untuk undur diri karena dokter segera datang sehingga dia harus standby di teras.
Tak berapa lama kemudian,dokter wanita pun datang
"Dokter periksa istri saya,kenapa tiba tiba dia kesakitan,"kata David menggebu gebu karena sangat khawatir sedangkan ibu hanya menggeleng gelengkan kepala kesal denganku.
"Aku malu di lihat,bisakah semua tunggu di luar???"tiba tiba aku pun menemukan ide supaya tidak ketahuan.
Ibu pun mengajak David keluar,
Mereka menunggu di depan pintu,
David yang cemas hanya mondar mandir,
"Tuhan semoga tidak terjadi apa apa dengannya ataupun calon bayiku"gumam David.
Ibu pun menenangkan David dengan mengelus punggungnya.
__ADS_1
********
Saat hendak memeriksa ku aku pun terus terang pada dokter.
"Dok,maafkan saya,saya tahu saya keterlaluan,namun ini karena suami saya selalu meninta jatah,saya kan capek untuk itu saya pura pura kesakitan supaya dia tidak minta jatah"Ucapku pada Dokter dengan mengabaikan rasa malu dan dengan ekspresi menyesal.
Dokter pun menghela nafas panjang,
"Nyonya anda sadar dengan apa yang anda lakukan ini sangat sangat tidak terpuji,kalau Tuan David tau,tentu dia akan sangat marah"kata dokter dengan kesal
Aku pun hanya menunduk,sambil bilang
"saya tau dok,untuk itu tolong jangan bilang suami saya"aku pun memohon.
"Baiklah,"jawab dokter pasrah.
Karena tidak sabar,David pun langsung masuk tanpa menunggu dokter selesai memeriksa.
"Kenapa lama sekali,bagaimana dengan istri dan calon bayi saya"
tanya David masih dengan mode cemasnya.
Dokter pun menjelaskan
"Begini pak David,usia kandungan istri anda masih dalam trimester pertama,di usia kandungan trimester pertama biasanya sangat rawan rawannya,jadi tolong jangan sering sering melakukan hubungan badan,takutnya akan terjadi keguguran,"
David langsung mendekatiku dan menciumku
"maafkan aku sayang"ucapnya kesal
"Maafkan aku juga sayang karena membohongimu"batinku dengan mata berkaca kaca.
David pun salah paham lagi,
"Sudah sayang,jangan bersedih
Dokter dan ibu hanya geleng geleng kepala,
"Seandainya anda tahu kalau nyonya anda pura pura"batin dokter lalu memberikan resep pada David.
"Pak tolong tebus obat nya segera,"David memberikan resepnya pada pak Herman.
Karena tugasnya sudah selesai,dokter pun pamit untuk undur diri,begitu pula dengan ibu
"Tunggu pembalasan ibu Put,gemes banget, rasanya ibu ingin jitak kamu yang keras,"batin ibu lalu keluar untuk kembali ke kamarnya.
"Sayang sebaiknya kamu istirahat,besok pagi kita harus ke masjid"kataku lirih.
"Iya sayang,nunggu pak Herman dulu ya,bentar lagi akan balik"ucap David lembut.
Sungguh aku menyesal berakting pura pura sakit,aku tidak mengira akan melibatkan banyak orang,
Pak Herman pun datang dengan membawa obat,
"Terima kasih pak,"ucap David sambil menerima obat dari pak Herman.
"Sama sama Tuan"jawab pak herman lalu pamit kembali ke kamarnya.
David pun mendekat ke kasur dan membantuku untuk minum obat,setelahnya dia merebahkanku dan bicara pada calon bayinya
"Maafkan daddy,hampir saja daddy mencelakaimu dan your mom"
"Ayo tidur sayang"ajakku sambil meletakkan kepalaku di dadanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian kami sudah traveling ke alam mimpi masing masing.
Sang Fajar pun datang dengan membawa sinarnya yang menghangatkan setiap insan di dunia,
Aku membuka mataku perlahan,memandang langit langin kamar lalu menoleh ke mahkluk indah di sampingku,
bersyukur kepada yang maha Esa atas apa yang telah di anugrahkan.
Perlahan aku membuka selimut,bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi,
Setelah selesai mandi,aku membangunkan Bule ku untuk segera mandi dan bersiap karena hari ini adalah hari bersejarah baginya.
"Wake up hubby...."ucapku sambil menggoyang tubuhnya yang kekar.
Perlahan David membuka matanya lalu terjingkat dan memeriksaku
"Apa masih sakit,??tanya nya khawatir.
"Ya Tuhan,bangun dari tidur pun dia masih saja khawatir kepadaku"Batinku
"Sayang kok malah ngelamun,bukannya di jawab,"Komplain David.
Aku pun tersenyum semanis mungkin walaupun agak di paksakan
"Udah gak sakit sayang,jangan terlalu khawatir"kekehku.
"Syukurlah"sebuah ucapan lega yang keluar dari mulutnya,
lalu dia beranjak dari tempat tidurnya dan pergi mandi.
******
Para koki dan art sibuk dengan pekerjaannya masing masing,,
ibu yang baru keluar dari kamar pun hendak membantu namun para art melarang ibu untuk membantu,karena takut kalau David marah.
Karena tidak ada yang di lakukan ibu kembali ke kamar,
"Kok kembali lagi,perasaan baru keluar"kata ayah yang hendak keluar juga.
"Para art rumah ini tidak mengijinkan ibu untuk membantu yah,katanya takut David marah"kata ibu sambil menghela nafas.
Melihat ibu tidak bersemangat ayah pun,mengajak ibu untuk mengobrol di teras.
"Ibu gak enak saja yah,apa apa gak di bolehin David,padahal kalau gak ngapa ngapain badan ibu malah pegel."keluh ibu dengan menguap
"Sudahlah bu,itu tandanya mantu kita sayang dengan kita,eh bu kamu kurang tidur ya,kok daritadi ayah perhatikan selalu menguap"tanya ayah penuh keheranan.
Rasa kesal yang sudah menjauh kini pun mendekat,
"Anak ayah tu cari gara gara,kita semua di kerjain malam malam"gerutu ibu dengan menggebu gebu.
"Dikerjain bagaimana bu,"ayah pun penasaran
"Pura pura akting sakit perut,David kalang kabut,dokter pun di panggil kesini"ibu semakin kesal kalau ingat kejadian semalam.
"Ya Rabb anak itu ada saja"ayah pun geleng geleng kepala.
Tiba tiba wajah ibu pucat pasi, sambil menunduk,,,
Ayah pun bingung,lalu bertanya???
"Kenapa bu??"
__ADS_1
Ibu tidak memberi jawaban hanya menunjuk ke arah samping.
...............