Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Jangan libatkan aku


__ADS_3

Mom and Dad,jawab David dengan muka kesal lalu pergi begitu saja meninggalkanku menuju kamar.


"Apa apaan dia,marah dengan orang tuanya kenapa di mengikut ngikut kan aku,apa salahku coba, aneh!bule gila,bule aneh,"gerutu ku sambil berjalan menyusulnya ke kamar.


David membaringkan diri dengan posisi tengkurap,


aku yang masih kesal pun membanting pintu agak keras lalu ikut merebahkan namun membelakanginya.


"Sayang,"panggilnya sambil menggoyang bahuku.


Aku yang masih kesal menjawab panggilannya agak ketus"Apa???"


"Kok gitu sih jawabnya"protes David


Aku pun membalikan badanku menghadapnya,


"Siapa yang gak kesel coba,kamu kan keselnya sama orang tuamu kenapa memasukkan aku dalam kesalmu,"mode memonyongkan bibir pun aktif dengan sendirinya,


"Iya maaf maaf"sambil menatapku,dengan tatapan mesum,


"Jangan macam macam,aku lagi tidak mood"ancamku sambil menutup mulutku.


Mendengar ancamannku David hanya terkekeh,


dan berkata"sudah berani mengancam sekarang,heh..."


Mendengar kata kata nya aku pun merinding dan takut,


"Matilah aku,apa dia marah"batinku.


Melihatku ketakutan membuat nya tertawa,


"Kamu takut sayang"


Aku semakin kesal,lalu melempar bantal,dan membelakanginya.


Melihatku marah David langsung memelukku dan bilang"Im sorry my wife"


Tanganku menyusuri wajahnya,


"Is ok maaf diterima namun jangan ulangi lagi dan lagi kalau kamu ada masalah dengan siapaun jangan libatkan aku"kataku dengan cemberut.


Seperti elang yang menyambar mangsanya begitulah David menyambar mulutku,


gulatan panas tidak dapat terelakkan,dengan sedikit ngos ngosan kami menyudahinya.


"Sayang kenapa kamu begitu kesal,mungkin saja mereka tidak tau kalau kamu menelphone"kataku memecah keneningan.


"Karena mereka mereject panggilanku,setidaknya terima lah terlebih dahulu,"ucap David,kesal diwajahnya muncul lagi.


"Ya sudah sabar,mereka pasti punya alasan mengapa menolak panggilanmu"aku pun mengusap punggung David mencoba meredam kesalnya.


"Iya sayang,"jawabnya singkat dengan mencubit hidungku yang mungil.


Akhirnya kami pun bercanda,bercerita dan saling lempar bantal serta guling seperti anak kecil,karena capek dan kami pun memutuskan untuk tidur.

__ADS_1


Tak terasa hari pun sudah gelap,namun kami berdua masih asik menjelajahi alam mimpi,


namun tiba tiba suara ketukan membuat ku terpental dari alam mimpi dan kembali ke alam nyata.


Dengan sangat malas aku bangkit dari tidurku dan berjalan menuju pintu.


"Maaf nyonya muda kalau mengganggu waktu istirahatnya,di bawah ada tuan Raka dan Chris"


kata seorang art.


"ooo iya,tolong beritahu suruh nunggu sebentar,bilang saja kalau tuan David masih mandi,dan jangan lupa buatkan minuman serta siapkan makan malam buat mereka juga."Kataku sambil tersenyum.


"Baik nyonya,kalau begitu saya turun dulu"Art tersebut pun berlalu.


Aku kembali masuk kamar dan membangunkan David yang masih terlelap,


"Sayang bangun,dibawah ada mas Raka dan juga Chris."aku pun menggoyang goyang badannya.


Dengan malas David pun bangun juga,


"Jam berapa sekarang,mengapa mereka mengganggu tidurku"ucap David kesal.


"Ini sudah gelap sayang,ayo mandi bareng"aku pun menawarkan mandi bersama.


Dengan sangat senang,David pun menggendongku dan memasukanku dalam bathup.


Melihatku tanpa busana David pun menghajarku habis habisan,seolah tidak pernah bosan dengan tubuhku,lagi lagi kamar mandi menjadi saksi bisu perbuatan mesum kami.


Setelah klimaks kamu menyudahi gulat kami dan mandi.


Diruang tamu,Raka dan Chris mulai kesal karena sudah menunggu dari tadi.


"Kenapa mereka lama sekali"gerutu Chris.


Belum sempat Raka menjawab,David munculdengan kata yang tidak mengenakan.


"Ada urusan apa kalian kemari"tanya David langsung mendapat tatapan sinis dari Raka dan Chris.


Agak kesal Chris pun menaruh berkas dimeja,


"Jika bukan karena mengantar berkas ini tak mungkin aku kesini"Kata Chris kesal.


David pun tertawa melihat Chris kesal.


Aku yang baru sampai di ruang tamu pun menyapa kedua asisten calon suami ku ini.


"Selamat malam mas Raka dan Chris,lama ya tidak berjumpa"kataku yang sontak membuat David tersenyum sinis.


"Iya Put,aku sampai kangen"goda Raka.


"Ih mas Raka bisa saja,aku pun tersipu malu"


"Gak usah genit gitu napa,kau juga Raka kenapa kangen sama istriku,ingat dia milikku."posesif David langsung keluar.


"Basa basi bos,"kekeh Raka.

__ADS_1


"Sudah sudah,eh maaf ya karena lama nunggunya!"aku pun ikut duduk di sofa.


"Iya lama sekali,kalian ini mandi atau tertidur"gerutu Chris.


Raka yang melihat rambutku basah langsung tersenyum,"Mereka bukannya tidur Chris namun mereka habis bergulat,"ocehan Raka membuat aku tersipu malu kedua kalinya


Dengan kaget dan kesal Chris menimpali"Keterlaluan jadi dari tadi kita menunggu orang bergulat"


"Sudah sudah...kenapa bahas sesuatu yang tidak penting".kata kata David membuat kita bertiga terkekeh.


"Boz,kenapa kamu sudah menjenguk calon keponakanku,anjuran dokter seharusnya kamu harus puasa selama sebulan."Raka mengingatkan


Aku dengan polosnya pun bercerita


"Sudah sembuh kok mas,bentuknya pun juga sudah berbeda,lebih bagus,namun kita belum sempat ke dokter,sudah beberapa kali namun tidak terjadi apa apa."


Sontak Raka dan Chris pun tertawa terbahak bahak,


Karena malu David pun menepuk dahiku,


"Kenapa bercerita yang macem macem sih sayang???bisik David


"Ups sorry sayang"aku pun menutup mulutku.


"Bentuknya bagaimana Put??"goda mas Raka


Aku yang malu pun undur diri beralasan hendak menyiapkan makan malam.


"Aku pamit dulu ya,mau bantu bantu bibi menyiapkan makan malam,sekalian mas Raka dan mas Chris makan malam disini,"aku pun berlalu menuju dapur.


"Istrimu polos sekali boz,"kekeh Chris.


"Besok controlkan serta konsultasi dengan dokter Fahri,takutnya terjadi apa apa,karena kamu sudah menggunakannya sebelum waktunya"ucap Raka yang membuat Chris terkekeh.


"Baiklah,"jawab singkat David sambil mengecek berkas berkas yang diberikan Raka dan Chris.


"Jadi kita menang tunder???"tanya David.


Kini mereka bertiga ke dalam mode serius,mengobrol terkait bisnis dan klien.


"Besok setelah mualaf,usahan kekantor karena ada beberapa urusan yang tidak bisa aku handle maupun Chris mereka ingin langsung bertemu dengan mu langsung."timpal Raka.


"Jangan terus menghawatirkan istrimu,dia akan baik baik saja di rumah."imbuh Chris


David hanya diam mendengar protes kedua asistennya,


lalu dengan pasrah David menjawab"iya iya,akan aku usahakan aktif kembali ke kantor"


Ketika asik mengobrol,aku pun memanggil mereka untuk makan malam,"Tuan tuan yang ganteng,makan malam sudah siap,mari kita makan"ajakku dengan posisi berdiri di samping David.


David pun menciumi tanganku,sehingga membuat Raka dan Chris geleng geleng kepala.


"Mereka berdua sungguh keterluan"Ayo kita makan dulu"Chris pun bangkit menuju ruang makan sedangkan Raka masih di tempat duduknya.


Raka hanya tersenyum melihat kami,lebih tepatnya melihatku,walaupun sebenarnya dia sangat iri pada David karena memenangkan hatiku.

__ADS_1


David pun berlalu sambil manarikku,meninggalkan Raka aku pun bingung,"kenapa lagi dengannya"batinku.


__ADS_2