
David,Fajar dan Tirta sudah sampai di rumah,Fajar dan Tirta sangat kagum dengan rumah David
"Busyet,ini rumah apa istana?"kata Tirta melongo
"Ini istana Tir"timpal Fajar
Mereka pun masuk,David mengajak Tirta dan Fajar ke kamar mereka.
"Kalian tidur disini,"kata David
"Kak,kamarnya besar sekali 5x kamar kita"Tirta melongo
"Iya Tir,fasilitasnya juga lengkap,"timpal Fajar
"Apa yang kalian bicarakan?"tanya David karena memang Fajar dan Tirta berbicara bahasa Indoensia.
"Cuma kagum aja kak dengan kamarnya"kata Fajar sambil tersenyum
"Tirta biar istirahat,kamu ikut ke ruang kerjaku"ajak David
"Tir kamu istirahat ya,aku ikut kak David bentar,Fajar meminta ijin pada Tirta
"Ok kak"kata Tirta singkat.
Fajar dan David menuju ruang kerja
"Kamu dulu ngambil jurusan apa?bada basi David
"Management business kak,"jawab Fajar
"Kamu mau magang?"tanya nya lagi
"Iya kak,jika kakak berkenan menerima saya"jawab Fajar
"Mulai besok kamu bisa magang,semua berkas serahkan ke pak Raka asisten saya"kata David
"Jadi mas Raka masih kerja di sana?"tanya Fajar
"Memangnya kamu kenal baik dengan Raka?"tanya balik David sambil mengerutkan alisnya
"Lumayan baik,karena mba Puput pernah mengajaknya ke rumah"jawab Fajar
"Memanngnya apa hubungan Puput dengan Raka?"tanya David penasaran
"Setauku mas Raka asisten kekasih mba Puput dulu,mungkin itu yang membuat mereka dekat,dulu kelihatannya mas Raka suka mba Puput,kalau sekarang aku tidak tahu."kata Fajar polos tanpa tau kalau orang didepannya cemburu
"Oooo gitu"ucap David singkat
"Ya sudah kamu boleh istirahat,besok berangkat dengan saya,untuk magang besok kamu tetap menerima gaji utuh,"kata David
"Makasih ya kak,aku sangat sangat merestui hubungan kak David dengan mba Puput"kata Fajar sambil memegang tangan David
David pun tersenyum melihat tingkah konyol calon adik iparnya,
setelah Fajar kembali ke kamarnya David pun menyusul ke kamarnya.
Tak lama bagi David untuk menuju alam mimpinya namun berbeda dengan Fajar dan Tirta,mereka malah asik ngobrol.
"Rumah kak David benar benar seperti istana ya mas,"kata Tirta sambil menuju ke ranjang
__ADS_1
"Iya Tir,rumah kita tidak ada apa apanya,walaupun di desa rumah kita termasuk rumah terbesar."kata Fajar
"Mba Puput sangat beruntung,dulu mas David juga sangat tajir,sekarang mas David yang super tajir"kata Tirta
"Rejekinya mba Puput Tir,mba Puput kan orangnya penyayang,nurut ma orang tua"
Mereka pun berkutat dengan pikiran masing masing dan akhirnya mereka pun menuju alam mimpi.
*****
Ceklek...
Aku menghampiri David yang masih tertidur,aku memandangi wajahnya
"Apa yang membuatmu bahagia tuan,sehingga dalam tidur pun kamu tersenyum"gumamku
"Karena aku merasa akan segera mendapatkanmu"kata David yang membuatku kaget
"Kamu selalu saja mengejutkanku,"Tanganku pun memukul bahu David
"Bukannya di cium malah dipukul"ketus David
Cup....
Aku mencium pipi David sekilas
"Makasih,lagi dong"Manjanya sambil menyodorkan wajahnya padaku
"Udah ah,sana buruan mandi nanti kamu dipecat Chris,"kekehku
"Dia yang ku deportasi kembali ke Amerika"David menuju kamar mandi
"Ingin menemaniku mandi?"kata David dengan tersenyum licik
"Aku belum menyiapkan keperluan mandinya tuan,"kataku agak gugup karena David memandangiku
David pun memelukku dari belakang,menciumi leherku bagian belakang,membuat aku menggeliat kegelian,
"Sudah tuan"tolaku dan berusaha menghindar
David pun semakin nakal,meninggalkan jejak kenakalan bibirnya disana,dia membalik badanku dan menciumi seluruh wajahku
"Kening ini milikku,mata ini milikku,hidung ini milikku,kedua pipi ini milikku,bibir ini milikku,semuanya milikku"dengan menciumi wajahku
Dia pun memperdalam ciuman bibirnya,tanpa terasa dia membuka dressku,aku pun yang hanya menggunakan pakaian dalam menutupinya dengan tanganku
"Aku hanya ingin mandi,tidak akan melakukan yang lain,"bisiknya
Aku hanya memejamkan mata,sudah pasrah dengan apa yang David lakukan,menolak pun percuma karena memang ini yang tubuhku inginkan,
"Kamu kelihatannya pasrah sayang"katanya dengan berdesah
David menggendongku masuk dalam bak mandi,dia menyalakan air hangat lalu ikut masuk,
melihat aku yang hanya memakai pakaian dalam,kucing garong dalam dirinya muncul,dengan rakut dia menjelajahi dadaku,,aku hanya memejamkan mata dan sedikit berdesah akan kenakalan lidah David.
Setelah puas di dada lalu turun kebawah,perut ku pun menjadi sasaran kenakalan lidahnya
tanda merah berjejer rapi di perutku
__ADS_1
aku menggeliat seperti cacing kepanasan dan iku semakin membuat David bernafsu
"Tuan,cukup tuan"lirihku memohon David untuk menghentikan permainannya namun bukan malah berhenti dia semakin gila,
mungkin karena posisi yang tidak nyaman,David menggendongku menuju ranjangnya,satu satu penutup tubuhku dilepasnya
Kini lidahnya bermain disana membuat aky semakin menggeliat,berdesah
aku yang merasakan nikmat luar biasa semakin menenggelamkan wajah David,lidahnya pun masuk semakin dalam,dan akhirnya aku pub merasakan ada yang keluar.
Nafasku sangat ngos ngosan,,
Aku menarik kepala David,ku letakan tanganku di wajahnya
"Apa kau sangat menginginkannya"tanyaku dengan wajah yang payah
David hanya mengangguk karena menahan hasrat di dalam celannaya yang basah.
"Aku pasrah tuan,kalau kamu ingin mengambilnya"kataku dengan mata berkaca kaca
Namun saat hendak melepaskan celananya ada ketokan dari luar
Tok,,tok,,tok
"Kak David,,kak David"panggil Fajar
"Shit,kenapa Fajar datang di saat yang tidak tepat,apa dia tidak tau kalau aku dan kakaknya sedang mencicil keponakan untuknya"gerutu David
Aku berlari menuju kamar mandi,David pun membuka pintu
"Ada apa Fajar,"tanyanya
"Sarapan sudah siap kak,mari sarapan sama sama,"jawab Fajar
"Tunggu sebentar,aku mau mandi dulu"kata David langsung menutup pintu kamarnya
Saat hendak menyusulku,aku sudah selesai mandi
"Tuan kelihatannya di dalam lemari ada baju wanita,apa aku boleh memakainya?"tanyaku pada David
"Pakai saja,itu memang punyamu,aku sengaja menyiapkannya untukmu"kata David dan langsung menutup pintu kamar mandi
"Setelah rapi aku menyiapkan baju David dan meninggalkan kamarnya untuk segera menemui Fajar dan Tirta"
"Selamat pagi Fajar dan Tirta?"sapaku pada kedua adikku
"Lo mba Puput juga disini?"tanyanya heran
"Tiap pagi mba selalu kesini,memang pekerjaan mba kan asisten privadi pak David"kataku menjelaskan pada mereka walaupun lebih tepatnya aku sedang training untuk menjadi istri David
"Ooo gitu mba,"mereka mengangguk bersamaan
Tak lama kemudian David menyusul,aku menyiapkan roti,daging,telur,sayur,mayonise dan saos sambal.
Kami pun makan bersama tanpa ada obrolan.
"Kamu sudah siap magang Fajar?"tanya David pada Fajar,
"Sangat siap kak,namun berkasnya masih di rumah,boleh saya mengambilnya,sekalian pamit pada ayah dan ibu" kata Fajar
__ADS_1
"Baiklah ayo kita kesana bersama"Ajakku sambil melenggangkan kaki keluar karena sarapan kami sudah selesai.