
Beberapa hari kemudian tubuhku benar benar sudah fit,aku sudah tidak bekerja di perusahaan Pramana Bryan grup lagi,sekarang aku menjalani profesiku sebagai asisten pribadi David Bryan di rumahnya,terkadang aku diajak kalau dia ada agenda keluar.
"Aku ingin membuka usaha sendiri,namun apa ya?tabunganku tidak cukup banyak" gumamku dengan raut wajah yang bingung.
Aku membolak balikan badanku di kasur bingung memikirkan usaha apa,
"Ahhh...sudahlah lebih baik aku tidur,toh aku juga masih punya kerjaan,mengurus si boz Amerika itu,gajinya pun sangat besar" aku bermonolog dengan diriku sendiri.
Capek berbincang bincang sendiri,akhirnya aku terlelap dan menuju alam mimpi.
Pagi yang cerah pun menyapa,seperti hari hari sebelumnya,aktifitasku hari ini di mulai lagi yaitu pergi kerumah David Bryan dan menyiapkan segala sesuatunya,mulai pakaian,keperluan dia mandi dan berkas berkas kantornya,dia memberi akses masuk keluar kamarnya dengan bebas padaku,awalnya agak sungkan namun lama lama aku terbiasa.
Saat aku tiba di kamarnya,dia masih tidur,aku yang melihatnya tertidur seakan tersihir oleh ketampanannya,dengan langkah pelan aku duduk di sampingnya
"Kamu memang tampan boz Amerika,bahkan sangat tampan,mungkin waktu proses kamu terbentuk,kau mendapatkan gen gen terbaik dari orang tuamu,namun sayang aku belum bisa mencintaimu karena hatiku masih ada David yang lain" batinku dengan tangan yang sudah membelai wajah David.
"Sudah selesai memandangiku yang tampan ini" kata David yang mengagetkanku,aku pun langsung jatuh.
"Auwwwww,kenapa sih kau mengagetkanku," teriakku dan langsung bangun dengan mode memonyongkan bibir.
Cup....."Trus saja seperti ini sehingga aku akan trus menciummu"David pun terkekeh.
Ntah kenapa aku menerima ciuman boz Amerika ini,antara pikiran,hati dan tindakanku semua berlawanan.
Hatiku menolak kalau aku mencintainya,sedangkan tubuhku merespon segala bentuk sentuhannya padaku,ntah apa yang terjadi padaku,
"Bibir mu sungguh manis,aku sangat suka"goda David yang membuat aku semakin kesal.
"Ya pasti manis,aku mencampur lipstikku dengan gula"aku pun terkekeh.
"Really!!!,bisa aku mencicipinya lagi,"katanya dengan bibirnya di dekatkan bibirku.
__ADS_1
Aku pun mendorong tubuhnya,"no,mandilah kau akan terlambat ke kantor"
"Jika aku terlambat,tidak akan ada yang berani menegurku apalagi memecatku,apa kamu lupa kalau im boz"katanya sambil tertawa menuju kamar mandi.
"Tau kalau kamu boz tapi jangan seenaknya"gerutuku.
Lalu aku membereskan tempat tidurnya,tak sengaja menekan ponselnya dan melihat wallpapernya.
Aku tersenyum melihat fotoku dalam ponselnya,tak ku sangka dia menjadikan fotoku sebagai wallpapernya.
Tak ku sangka seorang boz besar sepertimu berbuat seperti ini.
"Kapan dia mengambil fotoku,foto dengan bibir manyun gini kok di pake wallpeper"Gumamku heran dengan boz Amerika ini.
Setelah tempat tidurnya rapi aku pun keluar untuk menyiapkan sarapan,tak lama kemudian si boz Amerika menyusul.
Aku menaruh sarapannya di piring,
Saat asik masak Chris pun datang untuk menjemput David,
"Morning",sapa Chris yang baru saja datang dan langsung ikut nimbrung di ruang makan.
Memang Chris dan David sebelumnya sudah akrab jadi Chris sudah terbiasa keluar masuk rumah David,
"Morning Chris,ayo sarapan bersama kami,"aku pun mengajak Chris untuk sarapan bersama.
"Kebetulan nih,aku juga belum sarapan,"tutur Chris lalu mengambil piring dan makanan.
Makanan David sudah habis,sudah waktunya dia untuk berangkat.
"Cepat habiskan makananmu Chris,setelah itu mari kita berangkat,karena pagi ini kita ada meering"David pun mengelap mulutnya lalu minum air putih.
__ADS_1
Dengan cepat,Chris menghabiskan makanannya,lalu menyambar susu di depannya.
"Mari boz,,"Chris pun berdiri dari tempat duduknya.
David Bryan pun pamit padaku,
"Aku berangkat ya"pamitnya padaku.
"Iya,hati hati"timpalku lalu mengekor di belakangnya seperti seorang istri.
Sebelum masuk mobil,
David pun mengecup keningku,
"Jangan begini tuan Amrika,malu di lihat Chris,lagian aku hanya asisten pribadimu bukan istrimu"lagi lagi mode memonyongkan bibir aktif.
Cup...bibirnya mendarat di bibirku lalu menghisapnya,aku hanya diam terpaku,seakan tubuhku mati rasa.
Aku sangat malu pada Chris,bisa bisanya dia menciumku di depan Chris.
"Tenang,hal seperti ini sudah biasa di negara kami,jadi jangan malu"katanya dengan santai dengan tersenyum licik.
"Gak punya otak,tapi sekarang kau tinggal di negaraku,awas kau sekali lagi menciumku di depan umum,tak bejek bejek"gerutuku pada David.
David dan Chris terkekeh,mereka tau apa yang aku pikirkan.
"Hati hati Chris,jaga boz mu ini,"kataku pada Chris.
"Ok,jangan khawatir,aku akan menjaganya dengan segenap jiwaku"kekeh Chris lalu membukakan pintu mobil untuk David.
Setelah mobil Chris hilang dari pandanganku,
__ADS_1
akupun pulang,namun sebelum pulang aku jalan jalan dulu ke mall untuk menghilangkan suntuk sekalian cuci mata.