
Setelah kepergian semua orang,akhirnya Raka menyusul ke ruang makan,dengan santainya Raka menarik kursi lalu duduk di samping Chris berhadapan denganku.
"Aku tidak suka caramu melihat Puput,dia milikku jangan macam macam,"ucap David tegas menandakan dia sedang cemburu.
"Calm down boz,aku hanya melihat ekspresi Puput,saat kamu menciumi tangannya di depan kami,ternyata kalian sama saja,tidak ada malu malunya,"kata Raka tersenyum santai sambil mengambil makanan dan meletakan di piringnya.
Aku pun hanya meringis malu,ntah keberanian dari mana kaki ku menendang kaki mas Raka,
dan spontan dia berteriak
"Auwwww"pekiknya,dengan meringis kesakitan.
"Ada apa bro...."Tanya Chris yang kaget karena tiba tiba Raka berteriak.
Masih mengunyah makanannya Raka pun hanya mengangkat kedua jari nya.
"Kamu ini kenapa,seperti orang gila berteriak tanpa alasan"timpal David yang kesal karena teriakan Raka.
Aku yang pura pura tidak tahu akhirnya bersuara"Mungkin mas Raka lidahnya tergigit sendiri sayang,"ucapku sambil memelototkan mata pada mas Raka.
"Kamu kok tahu Put,"imbuh Raka dengan tersenyum padaku dengan tatapan yang sulit di artikan
Aku pun hanya tersenyum,
Aku,David dan Chris yang selesai makan terlebih dahulu pun hendak beranjak menuju teras rumah,namun mas Raka masih santainya menikmati makan malamnya,
"Aku kedepan dulu bro..kamu nikmati saja makannya,,namun jangan lama lamam"Chris pun menepuk bahu Raka dan berlalu.
"Nikmati makannya Raka,jangan terburu buru"timpal David
"Kita ke depan dulu ya mas,"imbuhku
Saat sudah diteras David pun memerintahkan aku untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di meja makan,aku pun menuju meja makan yang masih ada mas Raka.
"Kok kembali,mau nemenin aku ya??"goda Raka,
"Ihhhh GR,ni mau ambil ponsel David."kataku sambil mengambil ponsel David.
Belum sempat berbalik arah mas Raka pun berceloteh
"Gila Put kamu,asli tendanganmu sakit sekali,"
"Maaf mas,la habisnya geram sama kamu,"kekehku.
Akhirnya Raka selesai juga,dan kami barengan ke teras.
"Chris ayo kita pulang"ajak Raka
"Iya,aku juga mau istirahat,"timpal Chris
"Boz,ingat lusa jam 8 pagi acaranya,dan untuk kamu Put,tolong di ingatkan jadwal control suamimu eh calon suamimu."kata Raka dengan terkekeh
"iya mas,besok mungkin aku akan membawanya ke rumah sakit,tolong atur jadwalnya ya mas dengan dokter Fahri,lalu aku kabari."aku pun duduk dikursi teras.
"Ok"jawab Raka singkat.
__ADS_1
Ya sudah boz,kami pamit dulu"Chris pun menepuk bahu David lalu menuju mobilnya begitu pula dengan Raka.
Setelah kepulangan Raka dan Chris kami pun masuk kamar,
David sibuk dengan ponselnya sedangkan aku menuju balkon untuk melihat idolaku.
Tak lama kemudian,David pun menyusulku dia pun memelukku dari belakang,
"Apa kamu mencari idolamu??"bisiknya yang membuat aku geli.
"Iya sayang,namun karena mendung aku tidak menemukannya,"kataku agak kecewa.
"Sudah jangan kecewa,idola mu yang lain kan ada disini"ucap David sambil terkekeh.
"kamu bukan hanya sekedar idola sayang,namun kamu adalah hidupku,nafasku,cintaku dan segalanya buatku"kataku sambil membalikan badanku dan menatapnya lekat.
"Apa kamu yakin sayang,"Kata David dengan wajah berseri.
Aku hanya menganggukan kepala dan mempererat pelukanku dan berkata"I love you"
"Love you too sayang"jawab David lalu mendaratkan ciuman di dahiku.
Kami pun menikmati malam kami,dengan suasana mendung,
"Aku tidak pernah membayangkan akan memiliki mu dalam hidupku"netra David pun menatapku lekat,
"Aku pun sama,tidak menyangka bisa menjadi milik seorang CEO yang memiliki perusahaan yang tersebar diseluruh dunia,"netraku juga menatap David,
Kami saling memandang,lama kelamaan bibir kami yang bermain,sebuah kecupan berubah menjadi ******* yang semakin lama semakin panas,tangan David mulai berjalan jalan menyusuri tubuhku,hingga aku pun mengerang dan menjambak rambut David.
aku pun mendorongnya dengan kuat lalu berucap
"Sayang,ponselnya berbunyi"
"Biarkan saja,lagipula malam malam kenapa mengganggu"David pun malas mengangkat telepon.
"Terima lah sayang,siapa tahu ada yang penting"aku pun mencoba membujuk David untuk menerima telepon.
David pun mengumpat karena merasa ada yang mengganggu,
"Shit siapa malam malam menelpon,mengganggu saja"Tangan David pun masuk dalam saku celana untuk mengambil ponselnya.
Setelah melihat nama yang tertera di ponselnya David pun menjauhiku lalu masuk,aku mengerutkan alisku,dan bertanya tanya
"Kenapa harus menjauh sih,jangan jangan simpanannya"pikiran negatif pun tiba tiba datang tanpa ku undang.
Lalu aku pun menyusulnya,ku dapati David duduk di sofa sedangkan aku duduk di kasur melihatnya dengan pura pura memainkan ponselku.
David:"hallo...mom,how are you
Mommy David:Mommy baik sayang,bagaimana dengan kamu??
David:"David baik mom,thanks sudah khawatir.
Mommy David:"Maaf kemarin mommy sangat sibuk jadi tidak bisa menerima panggilanmu,tumben kamu berkali kali menelpon,ada apa?
__ADS_1
David:"Ada hal yang ingin aku sampaikan mom,
Mommy David:"apa itu
David:"Aku ingin masuk islam,dan rencananya lusa ingin mualaf.
Mommy David:"Apa????kenapa kamu tidak membicarakannya dulu bersama Mommy dan Daddy?keputusan besar kamu ambil sendiri,kamu anggap kami berdua itu apa,!!
mommy tidak setuju kamu pindah keyakinan,
David:Setuju atau tidak setuju David tetap pindah keyakinan,
Mommy David:"David kamu mau membangkang orang tuamu
David:"mommy please hargailah keputusan David,
Mommy David:"Apa wanita itu yang membuatmu berpindah keyakinan
David:"Aku sangat mencintainya,
Mommy David:"bulsyit dengan cinta,Mommy tidak setuju kamu berpindah keyakinan titik,please jangan membangkang David
David:Mommy cobalah mengerti,selama ini David selalu menuruti keinginan mommy dan Daddy,David sudah dewasa dan David tau mana yang terbaik untuk David,please Mom,
Mommy David:Kamu dan Elizabeth memang keras kepala,
terserahlah,kalau itu bisa membuatmu bahagia,
David:Terima kasih Mom,
Mommy David:Pikirkanlah lagi David,apa tidak bisa kalian hidup berdampingan dengan keyakinan masing masing,
David:"Tidak bisa Mom,David juga ingin mempelajari islam.
Mommy David:"Ya sudah terserah kamu,namun mommy and Daddy tidak bisa datang,kami sangat sibuk.
David:"Kalian dari dulu memang selalu sibuk,tidak pernah memperdulikan aku dan Elizabeth.
Mommy David:"Jaga ucapanmu David,semua ini juga untuk kalian,
David:"Semua karena ambisi kalian juga
Mommy David:"David..beraninya kamu berbicara seperti itu kepada Mommy,
David:"kenyataanya seperti itu Mom,
Mommy David:"Baiklah David terserah kamu saja,Mommy malas berdebat.Apa rencanamu setelah Mualaf?segera menikah??
David:"Iya,Puput sedang hamil anakku
Mommy David:"OMG David,Mommy tidak tau harus bicara apa lagi,baiklah Mommy akan menyetujui kamu berpindah keyakinan dan menikah dengan kekasihmu itu namun mommy ada satu syarat!!!
David:"Syarat apa???
.......,,,.........
__ADS_1