Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Hilang di Amerika


__ADS_3

Tetap pukul 06.00 kami sampai di bandara Internasional John F Kennedy,di New York City


kami menempuh jarak kurang lebih 20 jam,dan kini rasanya badanku pegel semua,walaupun dalam jet David memiliki fasilitas premium tetap saja aku sangat capek.


"Tuan,aku takut kalau orang tuamu tidak menerimaku"kataku dengan ekspresi wajah sedikit takut


"Bodoh,buang pikiran seperti itu,lagipula aku tinggal sendiri,orang tuaku tinggal di California"katanya dengan masih terus berjalan meninggalkanku di belakangnya


"Tuan,bisakah kamu berjalan pelan pelan langkahku tidak bisa mengimbangi langkahmu,"dengan sedikit berteriak


David menghentikan langkahnya dan langsung menggendongku semua maja tertuju pada kami,aku sungguh malu


"Tuan turunkan aku,lihatkah semua orang melihat kita"kataku dengan menenggelamkan kepalaku di dadanya yang datar.


"Diamlah,jangan protes"skak David


Aku semakin menenggelamkan diri pada dada datarnya,


tak lama kemudian dia memasukan ku dalam mobilnya,mobil melaju dengan kecepatan sedang,aku yang pertama kali melihat kota New york sungguh takjub,tak lama kemudian mobil memasuki sebuah pelataran rumah mewah.


"Sungguh mewah sekali rumahnya,"gumamku


David menyuruhku untuk menunggunya di kamar nya,karena dia akan membahas pekerjaan dengan Chris


"Istirahatlah,kamu pasti capek,aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan secepatnya,"katanya sambil menciumku


Bukanya segera menyudahi ciumannya David malah menggendongku dan meletakkanku di ranjang,aku yang kehabisan nafas pun menggigit bibirnya.


"Sebentar tuan,"ucapku dengan ngos ngosan


"Ya sudah kita lanjutkan setelah aku menyelesaikan pekerjaanku."dengan mengedipkan matanya


Aku yang bosan sendirian akhirnya melihat lihat koleksi buku David,mataku tertuju pada sebuah album,di situ tertulis sebuah nama" Elizabeth Bryan"seorang wanita yang sangat cantik,aku membuka satu persatu dan yang terakhir dia memakai jas putih di sebuah ruangan di rumah sakit.


"Siapa wanita ini,apakah istri David???OMG jadi David sudah menikah,tapi kalau sudah menikah kenapa dia mengajakku kesini??"gumamku yang sibuk dengan asumsi asumsi ku sendiri.


Waktu sudah menunjukan pukul 8 namun David belum juga kembali,para pelayan rumahnya sudah membawakanku susu,roti,sup sayur daging,aku yang masih cemas belum berniat untuk makan,lelah menunggu akhirnya aku memutuskan untuk keluar kamarnya,saat melintasi sebuah ruangan aku sepintas melihat David memukuli seseorang dan itu sontak membuatku shok,David yang melihatku langsung menyusulku


"Stop"dia memberhentikan langkahku,aku yang tidak menggubrisnya langsung saja masuk kamarnya.


"Maaf tuan,aku tidak tahu" dengan tangan gemeteran


David yang tahu aku sangat ketakutan pun memeluk dan menenangkanku.

__ADS_1


"Jangan takut,dia pantas mendapatkannya,orang seperti itu tidak dapat diampuni."David mengelus elus rambutku


Aku hanya mengangguk dan mengeratkan pelukanku,sungguh aku sangat ketakutan melihatnya memukuli seseorang


"Aku akan kembali,jangan keluar kamar dan segera makan makananmu,30 menit lagi aku kembali."dia mencium keningku


Setelah David keluar aku merebahkan tubuhku di kasurnya,mengingat ingat caranya memukuli seseorang membuat bulu kuduku berdiri,


"apa memang seorang pebisnis itu sangat kejam,"batinku


Sibuk dengan pikiranku sendiri akhirnya aku menuju alam mimpi,


lagi lagi aku bermimpi David Reno,apakah ini pertanda atau hanya bunga tidur,aku sendiri juga tidak tahu.


Saat aku membuka mataku,aku sudah melihat David di sampingku.


"Sejak kapan tuan kembali?" tanyaku


"20 menitan yang lalu,"jawabnya datar


"Kenapa tidak membangunkanku??"tanyaku lagi


"Apakah David reno sangat berharga bagimu,sehingga dalam tidur kau pun masih memikirkannya"kata kata David bagai petir buatku,aku yang sangat takut hanya menunduk


"Maaf"lirihku


Seperti orang kesetanan David menciumku,aku yang kaget segera berontak,namun tenagaku sangat kecil sehingga tidak mengubah apapun,puas di bibir sekarang ke leher


"Tuan ampuni aku,jika kau ingin menginginkan ini kita lakukan dengan penuh cinta bukan seperti ini penuh dengan amarah dan paksaan"aku memohon pada David


Bukannya berhenti David malah semakin ganas,bukan merah lagi namun barisan biru berjejer tidak beraturan,tanganku pun menjambak rambut David,David yang kesakitan menali tanganku dengan dasi yang di kenakannya,


"Tuan ampun tuan,lepaskan aku!mari kita bicara baik baik dulu,aku akan jelaskan semua..."kataku sambil menangis


Kata kataku hanya angin lewat,David benar benar kuasai amarah dan nafsu


Baju ku dan bajunya sudah berada di lantai,David membuangnya sembarang,melihat ku tanpa busana membuatnya semakin menggila


Dia memungut benda kenyal di dadaku,lidahnya trus menjelajah disana,,tak bisa di pungkuri tubuh yang dari tadi menolak kini menerima perlakuan David,


Dada yang awalnya putih kini berubah menjadi biru,nikmat dan perih bercampur jadi satu bahkan David tak segan segan menggigit kecil bagian sensitif dadaku yang semakin membuat aku melayang,


mulutku pun meloloskan erangan kenikmatan yang justru membuat David semakin menjadi.

__ADS_1


Perutku ku pun tak luput dari aksi jahat bibirnya,hasil kecupan bibirnya sangat jelas terlihat disana


Kini bagian sensitif tubuhku,dia pun mempermainkannya dengan lidahnya,sungguh sangat lihai,aku pun merasakan nikmat,erangan demi eranganku membuat David semakin menjejalah lebih dalam bagian sensitifku,akirnya aku merasa ada yang keluar,dan aku merasa ngos ngosan.


David yang mengetahui aku klimaks berkata


"Sekarang giliranku"katanya datar


Aku sangat takut dan tak berani menatapnya,ku melihat benda tumpulnya,dia mendekatkannya di bagian sensitifku,berupaya menjebol gawangku,dengan susah payah akhirnya jebol juga,aku pun menangis keras David pun berhenti dan mencium keningku.


Darah segar pun keluar,


"Maafkan aku,"lirihnya


Dia menggerakkan tubuhnya maju dan mundur,awalnya memang amat sangat perih dan sakit namun lama lama tidak,tubuhku merespon tindakan David,lama dia menggagahiku,akhirnya sampai juga dia puncaknya,David pun mengerang tandanya cairan putih miliknya sudah keluar.


David merebahkan dirinya di sampingku,dia pun mengecup keningku


"Setelah ini kau tak akan lari dari ku,aku berharap benihku akan segera tumbuh di perutmu,aku ingin hanya aku yang ada dalam mimpimu bukan lelaki lain,maafkan aku,tak ada cara lain yang bisa mengikatmu selain cara ini,"kata David dengan sedikit menyesal.


"Secepatlah engkau menjadi mualaf dan nikahi aku,"kataku ketus


"Setelah urasan kita di sini selesai,aku akan melakukannya"sambil melepaskan tanganku yang terikat dasinya.


"Dari sekian wanita yang aku tiduri hanya dirimu yang masih virgin,"David menatapku


"Dan kau mengambilnya dengan paksa,dasar gila"sinisku


David yang merasa sangat puas dan senang pun tersenyum senyum sendiri,


"Susah payah akhirnya aku mendapatkannya,"batinnya


Aku pun mencoba bangun namun bagian bawahku sungguh sangat perih,


"Auuuwwww"teriakku


"Kenapa?"tanya David


"Kenapa kenapa lihatlah hasil ulahmu,bagian sensitifku sangat sakit dan perih"kataku ketus


"Biar aku gendong,aku akan melayanimu baby"katanya tersenyum licik.


Aku pun memintanya untuk menggendongku ke kamar mandi,aku pun berniat untuk mengerjai David,itung itung balas dendam.

__ADS_1


__ADS_2