Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
David Bryan Frustasi


__ADS_3

"Memangnya kenapa?tanyaku sedikit heran.


David menatapku lalu menjawab"tak apa apa siapa tau kamu mau keluar"


Kami saling menatap,wajahnya datar tidak seperti biasanya,aku yang takut, lalu menunduk,


"Apa kamu tidak pernah keluar ketika aku di kantor???"tanya David penuh penekanan.


Dengan masih menunduk aku menjawab"tidak,jika aku ingin keluar aku pasti bilang padamu".


"Bagus"sambil tersenyum kecut.


Hatiku sudah tak karu karuan,keringat dingin pun sudah mengucur deras


"Maafkan aku sayang,aku telah berbohong,aku tidak punya cukup keberanian untuk mengatakan yang sesungguhnya,namun jika dia sudah sembuh aku tidak akan menemuinya tanpa ijinmu"batinku dengan mata berkaca.


David masih terpaku dengan tatapan nanar


"Bagus,kamu sudah membohongiku,mari kita lihat sampai mana kamu berbohong."batinnya lalu malangkahkan kaki keluar.


Aku di buat bingung setengah mati oleh David,perubahan sikapnya dan caranya memperlakukanku sungguh berbeda???apa dia sudah tahu perihal pertemuanku dengan David Reno??atau dia ada masalah lain??


Ntahlah.....


Aku melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk membersihkan diri,setelahnya berias lalu turun kebawah.


David sudah menikmati sarapannya,


"Kenapa tidak menungguku???"ucapku dengan manja kepadanya.


David hanya melemparkan tatapan tajam dengan senyum kecut kepadaku,aku yang melihat tatapan dan senyumannya,hanya bisa menunduk lalu menuju kursiku tanpa berkata apa apa.


Kami makan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun,hanya bunyi sendok dan garpu yang meramaikan suasana yang mencekam di ruang makan.


Setelah selesai sarapan David meninggalkanku yang masih sarapan tanpa sepatah kata,dia menuju ruang kerjanya yang di ikuti oleh pak Herman dan pak Pras.


Sungguh sikap David membuat jiwa kepoku meronta ronta,ada apa sebenarnya?aku hanya bisa menerka nerka,


Setelah sarapan aku kembali ke kamarku,mengirim pesan pada mas David Reno kalau aku tidak bisa ke sana hari ini.


Karena boring aku pun keluar kamar,melihat ruang kerja David tertutup rapat,


"Sepertinya dia sangat sibuk dan tidak bisa di ganggu"batinku.


Dengan langkah malas,aku pergi ke belakang rumah,duduk di taman belakang sambil mengamati view sekitarnya.


Lama aku termenung,memikirkan semua yang telah terjadi,dan menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi dengan David Bryan,


Karena capek duduk dan juga waktu semakin siang,aku pun masuk saat melewati ruang makan,David sudah duduk dan menikmati santapannya,


salah seorang art memanggilku,


"Nyonya makan siang anda,sudah kami siapkan di kamar"katanya dengan sedikit membungkuk.


"Kenapa di bawa ke kamar???"tanyaku heran.


"Semua atas perintah tuan David"jawab art tersebut.


Aku melirik David,dan menghela nafas"bahkan dia tidak mau makan denganku"batinku.


"Kalian ambil saja makanannya,aku masih belum lapar,"kataku dengan lesu lalu melangkah ke kamar.


Aku memilih tidur daripada pusing memikirkan perubahan sikap David,


Dengan tangan yang menempel di dahiku aku pun mencoba menutup mata,

__ADS_1


dan akhirnya aku tertidur.


Setelah makan David menyusulku ke kamar,dia menatapku lekat,dengan tatapan sinis,


"Kamu berhutang banyak penjelasan padaku,setelah semua jelas terserah mau mu bagaimana!!!"batinnya,lalu keluar kamar dan kembali ke ruang kerjanya.


***********


Keesokan harinya,aku bangun terlebih dahulu,ini baru pertama kalinya David tidur membelakangiku,


Setelah membersihkan diri,aku turun kebawah dan memasak makanan untuknya.


Lama aku memasak,tak sadar kalau David sudah rapi dengan setelan jas waran grey,dan menunggu sarapannya.


Aku melayaninya seperti biasa tanpa berkata apa apa,setelah pekerjaanku selesai aku berniat kembali ke dapur.


Saat kaki hendak menuju dapur,suara David menghentikan langkahku..


"Tidak sarapan???tanyanya dengan datar.


"Tidak tuan,anda sarapanlah terlebih dahulu,saya masih harus menyelesaikan tugas saya di dapur"kataku berkata formal pada David lalu melangkahkan kaki ke dapur.


Air mataku pun menetes,aku sangat tersiksa dengan sikapnya yang seperti ini,para art yang melihatku hanya diam tanpa ada yang komentar.,


Setelah selesai sarapan,David menghampiriku di dapur,lalu bilang"Aku berangkat dulu"Tanpa ada kecupan seperti biasanya.


David dengan pak Pras menunggu di seberang jalan,dia tidak benar benar ke kantor hari ini,hari ini dia membuntutiku lagi,


Seperti dugaannya,aku pun pergi kembali ke rumah David Reno.


Dengan langkah malas aku memasuki rumah David Reno,ternyata David Reno sudah menungguku di ruang tamu nya,


"Bagaimana keadaanmu mas??sudah sembuh???"tanyaku dengan sedikit khawatir.


David Reno menganggukan kepala,lalu berucap"aku sudah sembuh,sudah jangan khawatir"


pandanganku menerawang entah kemana,David Reno yang melihat sikapku mendekatiku dan bertanya"kamu kenapa Put,apa ada masalah???"


Aku berganti menatapnya,dan air mataku lolos begitu saja,sambil terisak aku berkata"David Bryan mas"


David Reno memelukku,dia bertanya tanya,ada apa dengan David Byan,


"Apa dia menyakitimu???"tanya David Reno.


Masih dalam pelukannya,aku menggelengkan kepalaku,membuatnya melontarkan pertanyaan lagi"lalu kenapa kamu menangis???"


Aku melepas pelukannya lalu mengusap air mataku,dan sedikit tersenyum walaupun ku paksakan.


***********


Disisi lain,David Bryan sudah sangat sangat marah,tangannya sudah mengepal,lalu dia meminta pak Pras untuk melajukan mobilnya.


*********


"Tidak apa apa mas,cuma sikap David agak aneh saja,mungkin efek dari banyak pekerjaan,oh ya kamu sudah sarapan apa belum,???tanyaku


David Reno menggeleng,lalu mengembalikan pertanyaannya padaku


"Bagaimana dengan kamu??


Aku pun menggelengkan kepala,


"Aku tidak nafsu makan mas"kataku lirih.


Mas David menepuk dahiku,sontak aku pun kaget lalu berteriak

__ADS_1


"auwww,sakit mas!!!kenapa dahiku di tepuk sih"


David Reno hanya terkekeh,


"ibu hamil seharusnya pagi sudah sarapan,dia di dalam sana butuh asupan gizi yang cukup,bagaimana dia bisa berkembang sempurna,jika kamu telat telat makan"celoteh mas David Reno.


"Kamu perhatian banget mas,pasti nanti jika Elizabeth hamil,kamu akan menjaganya dengan baik"timpalku.


Wajah David Reno seketika menjadi mendung,"aku masih berharap padamu Put,"


lirihnya.


Aku hanya menunduk,lalu mas David Reno jongkok di depan ku,dia dibawah sedangkan aku di atas sofa,


"Aku mencintaimu,"ucapnya lirih lalu memelukku, aku tidak berdaya dibuatnya,lagi lagi aku hanya diam tak menolak dan juga tak menerimanya.


Lama kami berpelukan,akhirnya David Reno melepaskanku,


"Tubuhmu dari dulu menjadi candu buatku,sehari tidak memelukmu rasanya seperti bertahun tahun"katanya sambil tersenyum.


"Halah,gombal banget dari dulu sampai sekarang masih saja gombalnya,"kekehku.


David pun gembira melihatku tersenyum,"nah gitu dong, kan cantik kalau tersenyum,ibu hamil kok wajahnya murung"kekeh mas David.


Kami pun sarapan bersama,setelah itu lanjut bercanda dan mengobrol panjang kali lebar hingga sore sehingga melupakan jam makan siang,


Aku yang sadar pun melihat jam,


"Mas aku harus pulang,sudah jam tiga,"kataku dan mulai merapikan diri.


"Biasanya juga jam lima pulangnya"cegah mas David Reno.


"Aku takut kalau David Bryan pulang cepat mas,"lalu aku mengambil tas


"Kenapa harus takut kalau dia tau"gerutunya.


Aku tidak menggubris ucapan mas David Reno,aku mendekatinya dan hendak pamit.


Tiba tiba mas David Reno,mengunciku dan menciumku dengan kasar,menggigit bibirku sehingga aku pun membuka mulutku,aku meronta ronta,namun apalah dayaku tenaganya lebih besar.


Lama dia menciumkuakhirnya melepasku.


"Kalau kamu begini lagi,aku tidak akan menemuimu,ancamku lalu keluar dari kamarnya.


David Reno berlari menyusulku lalu berteriak


"Put,maafkan aku"


aku pun menghentikan langkahku lalu berbalik dan mendekat ke arahnya.


"Ok,tapi jangan di ulangi"kataku dengan tersenyum dan turun lalu pulang.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah,saat ku belokan mobilku,mobil David sudah ada di parkiran,


dengan takut aku melangkahkan kaki menuju kamar,


Betapa terkejutnya aku saat membuka pintu melihat David duduk di sofa dengan banyak botol minuman.


"Sayang kamu sudah pulang???"tanyaku dengan sedikit gemetar.


David menatapku lalu bertanya"Darimana???


Aku bingung harus menjawab apa,


"aaakuuuu aaakuuuu...."kataku terbata

__ADS_1


prank....


botol minuman ambyar di lantai.......


__ADS_2