
Tubuhku masih terpaku membiarkan tubuh mas Raka mendekapku erat.
Pikiranku kalut kemana mana,banyak pertanyaan muncul di kepalaku,apa yang terjadi dengan mas Raka, sikapnya menurutku lebay,
sikapnya seperti seorang kekasih yang akan di tinggal pujaan hatinya.
"Mas,apa masih lama???kamu kenapa sih mas?"tanyaku yang membuat mas Raka melepas pelukannya.
"Aku menyayangimu Put,sangat menyayangimu sama seperti aku menyayangi David Reno.
Aku menganggap kalian adalah saudaraku begitu pula dengan Chris dan juga Bryan.
Mendengar kalau kalian akan menetap di California sungguh membuatku shock."jawabnya dengan sedih.
Raka tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya padaku.
Biarlah rasa cintanya dia bawa sendiri.
"Aku juga menyayangimu mas,kamu adalah kaka terbaik yang aku miliki selain David Reno.Berpisah denganmu juga membuatku sedih,kamu selalu ada buat aku saat aku ada masalah"ucapku sedih dengan menatap mas Raka.
Mas Raka mengacak acak rambutku sehingga membuatku mengaktifkan mode memonyongkan bibir.
Setelah mendapatkan berkasnya Raka pun pamit
"Ya sudah aku kembali dulu ya Put"ucapnya sambil berjalan menuju pintu keluar.
__ADS_1
Aku pun mengekori mas Raka,tepat di depan pintu mas Raka membalikan badannya,
"Put...."panggilnya lalu memelukku lagi.
Lagi lagi aku terpaku dengan sikap mas Raka,jelas ini bukan rasa sayang biasa.
Otakku terus berfikir,mengartikan sikap mas Raka yang menurutku aneh,belum mendapatkan jawaban lagi lagi mas Raka membuatku lebih terpaku,bibirnya mengecut keningku.
Otakku membuat tubuhku kaku tidak menerima dan juga tidak menolak sentuhan dari Raka.
Masih dengan keterpakuanku terdengar suara mas Raka lirih
"Maaf Put maafkan aku,jika melampaui batasanku,maafkan aku.
Aku sungguh tak bisa menahannya,sungguh tak bisa.
Ntah apa yang aku rasakan,bahkan saat aku memandangnya,kulihat air di ujung matanya.
Setelah berkata kata yang membuat hatiku ngilu,Raka pun terkekeh dan berucap
"Aku lebay ya,ha ha ha...."
Mendengar kata katanya membuatku mencibirkan bibir.
"Sudah sudah....Aku pamit ya"katanya lalu melangkahkan kaki pergi.
__ADS_1
Begitu juga denganku,aku pun melangkahkan kaki menuju kamarku,setelah di kamar aku pun langsung merebahkan diri,
pikiranku masih kalut dengan apa yang dilakukan mas Raka.
"Please jangan mencintaiku mas,aku tak ingin kamu juga sakit seperti mas David Reno,aku terlalu sayang padamu sehingga tak ingin kamu harus sakit karenaku"gumamku dengan air mata yang meleleh.
Pikiranku masih traveling kemana mana,karena pusing aku pun bergumam sendiri
"Apa aku sangat cantik ya,sehingga pesonaku menarik kaum adam untuk menyayangiku?
duh....aku ngomong apa sih,lagipula belum jelas mas Raka cinta atau hanya sayang kepadaku,bisa juga sikap mas Raka begitu karena sedih.
Sudah Put....Jangan berfikiran macem macem cukup satu macem saja."Aku pun bermonolog dengan diriku sendiri sambil cekikikan.
Karena capek dengan pikiranku dan juga tingkahku,akhirnya aku pun tidur dengan kaki menggantung.
Tepat pukul sebelas malam David baru pulang,
melihatku tidur dengan menggantung membuatnya menghela nafas.
Dengan sangat hati hati David pun memindahkanku.
Dilihatnya air mata belum mengering di ujung mataku.
David pun bertanya tanya kenapa aku menangis dan juga tercium aroma parfum lelaki.
__ADS_1
"Ini jelas bukan parfumku!!!"gumam David
..............