Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Kencan ala Raka


__ADS_3

Sesampainya di rumah,David masih dengan mode kesalnya,


Saat hendak turun dari mobil,suara nya mengagetkan ku.


"Tetap di tempatmu nyonya David,jangan coba coba turun duluan dan meninggalkanku"Katanya dengan datar.


David pun keluar dari mobil,dan berjalan ke pintu samping membukakan pintu untukku lalu menggendongku lagi.


Dalam hati aku bertanya tanya,kenapa dia seperti ini,apa cuma gara gara aku mengajaknya makan di lantai atas mall dia sebegitu kesalnya,


Dalam gendongannya aku terdiam,dan tidak ingin komentar,takut dia akan semakin kesal,


Setelah dikamar dia membaringkan aku lalu ikut berbaring disampingku.


"Sayang,kamu masih marah???"tanyaku tanpa memandang ke arahnya.


"Tidak,aku hanya capek ternyata badanmu sekarang semakin berat."jawabnya dengan datar sambil memejamkan mata.


Mendengar ucapannya aku langsung menuju cermin,membolak balikan badanku mengecek apakah aku semakin gendut atau tidak.


"Kamu yakin,aku semakin gendut??"tanyaku mendekatkan diri duduk di tepi ranjang samping David.


"Pijat tanganku"katanya datar lalu menyodorkan tangannya


"Kau ini sok sok an protektif namun ujung ujungnya menyiksaku"gerutuku.


David pun membuka matanya lalu terkekeh.


"Kalau aku menghukummu dengan hukuman yang lain aku takut membahayakan David junior mengingat kemarin kamu sakit perut."kata David agak lesu


"Baiklah baiklah aku akan memijatmu,namun ini tidak gratis,"kataku yang membuat David menatapku.


Aku mengalihkan pandanganku dan mulai memijat,cukup lama aku menijatnya, tanganku pun mulai pegal..


"Sayang,sudah ya,tanganku pegal"kataku mengiba pada David.


"iya sayang makasih"David pun mengecup keningku.


"Ayo kita mandi,setelah itu siap siap untuk sholat"ucapku yang membuat David berseri


Tanpa aba aba David menggendongku lalu memasukanku ke dalam bathup yang belum diisi air.


David pun ikut masuk ke dalam bathup yang masih kosong lalu baru menyalakan kerannya.


"Tu kan bajunya basah,kenapa tidak di lepas dulu"gerutuku.


Sebelum basah semua aku pun melepasnya,begitu pula dengan baju David


Aku sempat berfikir kalau David kali ini sikapnya benar benar aneh.


Tangannya menyusuri tubuhku,memainkan dadaku dengan tangannya,bahkan dia pun menggunakan lidahnya untuk bermain main disana,


Tangan nya bergerilya di area sensitifku,bermain main disana dan lidahnya masih bermain di dadaku,membuat aku mendesah,


"Mendesahlah sayang,rasakan nikmatnya,memohonlah padaku untuk melakukannya."


"Kau ini curang,kau yang membuatku meminta sendiri hukumanku,"dengan ekspresi wajah sulit diartikan.


"Awalnya aku tidak ingin menghukummu dengan ini,namun yang di bawah selalu meronta ronta,jadi aku mana tahan"bisiknya dengan tersenyum licik


Karena sudah menahan sesuatu aku pun memintanya untuk segera eksekusi


"Sayang,cepat"lirihku sambil menggigit bibir bawahku.

__ADS_1


David pun tersenyum licik,tanpa basa basi dia pun melakukan penyatuan,cukup lama kami bergulat akhirnya dia sampai di puncaknya.


Seusai mandi,aku dan David turun kebawah untuk mengambil barang belanjaan kami yang masih tertinggal di mobil.


Saat kembali masuk kebetulan ibu,ayah dan Bunga,keluar dari kamar masing.


"Kebetulan kalian keluar",aku pun membagikan mukenah,sajadah serta sarung pada ibu ayah dan Bunga.


"Dalang rangka apa Put,kok bagi bagi mukenah,sajadah dan sarung??"


tanya ayah.


"Tadi Puput habis belanja yah,jadi ya beli sekalian"kataku sambil tersenyum.


"Put,ada yang ingin kami bicarakan denganmu dan David"kata ayah dengan muka serius.


Aku pun mengerutkan alisku,ada apa tiba tiba ayah ingin berbicara.


Lalu kami duduk di ruang keluarga


"Lusa ibu dan ayah akan kembali,namun Tirta serta Bunga masih ingin disini,tidak apa apa kan mereka disini??tanya ibu dengan ekspresi yang sungkan.


"Puput malah senang bu,oh ya kenapa buru buru pulang??"tanyaku


"Ibu dan ayah akan mempersiapkan pernikahan kalian,pernikahan kalian harus segera di laksanakan,apa kata orang,kalian sudah lama bersama namun belum menikah"kata ibu dengan wajah sedih.


Aku hanya terdiam,memang benar apa yang dikatakan ibu,David bingung memandang kami,


"Sayang ada apa?"bisik David


"Ibu minta kita segera menikah sayang,cepat uruslah berkas berkasmu."kataku dengan lirih.


"Besok aku akan menyuruh orang suruhanku mengantarkan berkas yang masih di Amerika setelah itu baru kita mengajukan ke Kedutaan untuk mendapat CNI,"


Kata David yang membuatku lega,


CNI?


"Ya sudah 10 hari lagi kita menikah,bilang itu pada ayah"Imbuh David.


"kamu yakin sayang??"tanyaku menyelidik


"Apa aku kelihatan sedang bercanda?kata David sambil menggeleng gelengkan kepala.


Aku pun memberitahu ayah dan ibu kalau kami akan menikah 10 hari lagi


Ibu dan ayah setuju,


"Semakin cepat semakin baik"kata ayah.


Karena sudah waktunya sholat magrib,ayah dan ibu pun pamit ke kamar untuk sholat.


Karena kami masih betah di ruang keluarga,aku dan David memutuskan tetap tinggal.


Kami ngobrol,kesana kemari sambil bercanda,tak terasa waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam.


"Sayang,makan yuk"Ajakku karena perutku sudah lapar.


Tanpa menjawab David pun bangkit dari tempat duduknya,lalu memberikan tangannya padaku,


disaat yang bersamaan mas Raka datang.


"wah kebetulan sekali,ayok makan malam bareng"aku pun menawari mas Raka untuk makan malam bersama.

__ADS_1


Dengan senyum khasnya Raka bilang


"kalian makan saja,aku kesini mau menjemput Bunga"


"Jangan macam macam kamu dengan adik iparku"ancam David.


"Memangnya tampangku seperti tampang penjahat,pasti di tuduh macammacam,padahal satu macam saja sudah cukup."gerutu mas Raka


Dari arah berlawanan,Bunga sudah rapi dan siap keluar.


"Lo mas Raka sudah datang,kita berangkat sekarang apa nanti!??"tanya Bunga dengan muka berseri.


"Kita pamit dulu pada ibu dan ayah"kata Raka.


Bunga pun mengetuk kamar ibu dan ayah,


"Ada apa Bunga"tanya ibu saat membuka pintu.


"Bunga mau pergi dengan mas Raka bu"kata Bunga,


Ayah dan ibu pun keluar kamar lalu menemui Raka,


"Bu,Raka ijin keluar dulu ya,"Raka pamit dengan mencium punggung tangan ibu dan ayah.


"Boz pinjam adik iparnya ya"goda Raka


David hanya mennggguk lalu memukul bahu Raka,


"Jangan macam macam,dia masih di bawah umur"kata David penuh penekanan.


Setelah mengantongi ijin dari orang tua beserta kaka Bunga,Raka dan Bunga pun berlalu.


Sedangkan kami menuju meja makan untuk makan malam.


************


Di mobil Bunga terus saja berbicara kesana kemari sehingga membuat Raka kewalahan menjawab pertanyaan Bunga.


"Dulu ibu saat hamil kamu,beliau nyidam apa ya??tanya Raka yang langsung membuat Bunga cemberut.


"Mas Raka gitu.."Bunga pun menekuk wajahnya


"Ya gitu aja ngambek,"goda Raka.


"Kita kemana sih mas"tanya Bunga penasaran.


"Muter muter saja Bunga,daripada kamu suntuk dirumah.


Lama berputar putar mengelilingi kota Jakarta yang indah,akhirnya kami menukan tempat nongktong yang nyaman.


Seperti biasa aku selalu membawa kameraku untuk merekam semua aktivitasku lalu mengeshare nya di grub dan media sosila.


Kami asik ngobrol kesana kemari sambil makan,


"Eh mas Raka,kenapa mas Raka belum mempunyai pacar??"tanyaku lalu mendapatkan kekehan dari Raka.


"Mana ada yang mau denganku Bunga,jawab mas Raka singkat.


"Dulu mas Raka suka mba Puput kan???hayo jawab"goda Bunga sontak mebuat Raka tersedak minumannya sendiri


"Sok tau"jawan Raka singkat.


"Sudahlah mas gak usah bohong,gini gini aku dokter cinta terkenal.di sekolahku."kata Bunga menyombongkan diri.

__ADS_1


Raka hanya terkekeh mendengar ocehan Bunga,


"Adik dan kakak sama sama uniknya,namun sayang Bunga masih kecil,lagipula aku masih belum bisa move on dari Puput."


__ADS_2