Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Extra part sembilan Kecurigaan David Reno


__ADS_3

Aku terus saja tertawa mengingat ekspresi mas Raka.


Mas Raka hanya diam,ntah apa yang dipikirkannya.


Tiba tiba saja lenganku di tariknya,dia pun mendekatkan wajahnya padaku.


"Jadi menurutmu lucu???"kata mas Raka dengan raut wajah serius.


Aku pun menelan slavinaku dengan kasar,baru kali ini aku melihat mas Raka seperti ini,


"Bagaimana kalau aku khilaf dan melakukan hal lebih padamu"bisiknya.


Bagaimana jikalau aku mencium bibir ini,bagaimana jikalau aku mencium leher ini,bagaimana jikalau aku juga menginginkanmu saat ini"lirih mas Raka dengan tangan yang menyentuh setipa kata yang diucapkan.


Aku mematung,tubuhku seolah kaku,bulu kuduku pun berdiri.


aku pun memandang mas Raka,ku cari kebohongan namun tak aku temukan sama sekali,matanya manampakan sebuah kejujuran.


Saat aku memandanginya,mas Raka pun tertawa.


Hahahahaha....


"Lihatlah dirimu,sungguh lucu juga"katanya dengan tertawa.


Aku sungguh bingung dengan sikap mas Raka,di sisi lain aku membenarkan kalau mas Raka mencintaiku,namun di sisi lain aku menepisnya karena sikapnya selama ini.


Apakah dia seorang pemain opera yang pandai berakting?entahlah.


Tak jauh dari tempat kami mengobrol ada mas David Reno yang memperhatikan kami.


"Dilihat dari caramu memandangnya,caramu memeluknya sangat terlihat Raka kalau kamu juga mencintainya,Fix no debat.


Sejak kapan Raka kamu mencintainya jangan bilang saat aku masih bersamanya kau pun mempunyai perasaan yang sama"batin David Reno yang lalu turun kebawah untuk mengambil minum.


Saat mengambil hendak naik lagi ke atas terdengar David dan Chris yang baru pulang.


David Reno pun melangkahkan kaki cepat menuju tempat aku dan mas Raka mengobrol.


"Sudah bersandiwaranya,memangnya kalian akan pentas dimana???kok main sandiwara sandiwaraan,tu David sudah pulang jangan sampai ada salah paham lagi"kata David Reno memperingatkan aku.


"Iya mas,masa iya David cemburu sama mas Raka"kataku sambil terkekeh.


Tak selang lama David pun datang dengan Chris karena rencananya Chris akan menginap di sini.


"Sayang,kok belum tidur??"tanya David Bryan lalu menghampiri kami.

__ADS_1


Saat melihat mas Raka diapun menjatuhkan pelukan pada mas Raka terlebih dahulu.


"Halo Raka,bagaimana kabarmu?"tanya David sambil memeluknya.


"Baik boz,aku sangat merindukanmu"jawab Raka.


"Hey....Raka,aku sangat merindukanmu???bagaimana kalau kita sekamar berdua"kata Chris lalu memeluk Raka.


"Aku masih normal Chris,kalau sekamar berdua dengan istri boz kita baru aku mau"ujar Raka dengan terkekeh.


David yang posesif pun memelukku lalu menciumku.


"Dia milikku hanya milikku,selamanya"ucap David menekankan seolah tahu kalau banyak rival dirumahnya.


Aku dan David pun pamit terlebih dahulu untuk tidur,sedangkan Raka,Chris dan David Reno masih menikmati malam di balkon.


"Raka aku ingin bertanya padamu?jawablah dengan jujur"tanya David reno dengan serius.


Raka dan Chris pun saling pandang,


"Apa?"jawab Raka singkat.


"Apakah kamu juga mencintai Puput???"tanya David Reno yang membuat Raka kaget.


David Reno pun menunggu jawaban dari Raka,dia pun bersanding dengan Raka sambil menatap langit.


"Menurutmu haruskah aku menjawabnya David?sedangkan kamu sudah tau jawabnnya."jawab nanar Raka.


Chris pun ikut bergabung,berdiri berjejer memandang langit.


"Itulah sebabnya aku mengatainya bodoh,


memelihara cinta yang tak terbalaskan."saut Chris.


"Jadi kamu sudah tau Chris???tanya David Reno.


Chris pun tersenyum kecut.


"Hanya orang bodoh Reno yang tak tau kalau dia mencintai Puput"jawab Chris.


David Reno pun menepuk bahu Raka,lalu bertanya lagi.


"Sejak kapan Raka??"David pun mengalihkan tatapannya.


Raka pun menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Jauh sebelum kamu mencintainya David"jawab Raka yang membuat David Reno kaget.


"Apa???"David Reno berteriak.


Chris pun menepuk bahu David Reno.


"Tenang bro...."Chris pun menenangkan David Reno.


"Iya David,aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan perasaanku.


Aku hanya bisa melindungi dan melihatnya dari jauh.Aku mencoba bersahabat dengan hatiku,menyemangati hatiku sendiri dan selalu bilang,senyumnya sudah cukup.


Hingga akhirnya kamu mencintainya dan menjadikannya kekasihmu.


Hancur....Iya.


Sakit....Pasti.


Sesak....Tentu.Namun aku selalu menyembunyikan perasaanku.Mencoba berakting kalau aku tak mencintainya,bahkan kalian tak pernah menyangkanya kan kalau aku mencintainya."jawab Raka dengan nanar.


"Maafkan aku Raka,jika ku tahu kamu juga mencintainya tentu aku tak akan mencintainya."imbuh mas David.


Raka yang mendengar kata kata David Reno dan Raka pun geleng geleng.


"Kalian ini bicara apa,bahkan kalian sama sama tak ada yang memilikinya."ucap Chris.


Mendengar kata kata Chris membuat Raka dan David Reno pun tertawa.


Mereka pun mengobrol kesana kemari,hingga hari pun semakin malam,akhirnya mereka memutuskan untuk masuk dalam kamar masing masing untuk istirahat.


Aku dan David masih mengobrol,aku memakai tangan David sebagai bantal.


"Sayang,kira kira kapan baby Daffa boleh pulang???tanyaku dengan nanar


Entahlah sayang,coba besok kita tanya pada dokter yang menangani baby Daffa"jawabnya lalu mengecup keningku.


"Sayang,kita olahraga yuk...."ajak David.


Aku hanya diam tak menolak maupun menerima.


"Aku kangen sarangku,sungguh aku ingin menengoknya,apa kamu tidak ingin membuatkan baby Daffa adik.??"bujuk David Bryan.


Aku yang tak tega pun menganggukan kepala.


"Yeeeesss!!!!"

__ADS_1


__ADS_2