
Kata kata mas Raka membuatku berhenti bernafas sejenak
"Akuuu...akuu"kataku terbata
"Ha,,ha,,ha...jangan di anggap serius,aku hanya bercanda,"kata mas Raka sambil tertawa.
"Iiiihhhh mas Raka nyebelin deh..."aku pun mencubit perut mas Raka.
"Maaf maaf"kekehnya.
"Oh ya mas,
maafin sikap adikku ya,dia mang anaknya kaya gitu,,"ucapku pada Raka,gak enak dengan sikap Bunga tadi.
"Gak apa apa Put,,"timpal Raka dengan semyum khasnya
"Ayo masuk mas,,kita sarapan dulu,,"ajakku lalu bangun dari dudukku,
Kami berjalan masuk ke dalam rumah,dan setibanya di ruang makan,ada ibu dan Bunga menyiapkan makanan.
"Ada yang bisa di bantu bu,"ucapku menawarkan bantuan.
"Udah kamu duduk aja,ini udah mau selesai,"kata Ibu.
Ayah,Tirta dan Fajar pun datang untuk sarapan,mereka sudah siap di kursi masing masing.
"Pagi yah,pagi dik.."sapa mas Raka.
"Pagi mas,,"jawab Tirta dan Fajar barengan.
Ayah hanya mengangguk dan tersenyum,pasalnya Raka memanggilnya dengan kata Yah.
"Ini Raka yah,asisten David dikantor" celoteh ibu sambil menaruh lauk di meja.
"La David kok gak ikut put??"tanya ayah.
Aku langsung menunduk,"David di Amerika yah,,"jawabku lirih.
"Memangnya kenapa Put??"tanya ayah lagi
"David kecelakaan Yah,dia koma,,"air mata pun terjun bebas lagi,
"Ya allah,semoga David cepat sembuh"kata ayah mendoakan mas David
"Amin" jawab semuanya
"Mari nak Raka,silahkan di cicipi,maaf ibu masak seadanya.."
ucap ibu sambil menarik kursi untuk meletakan tubuhnya.
"Ini bukan seadanya lagi bu,ini makan besar" kata Raka,dan semua yang di meja makan pun tertawa.
Raka memang lebih ramah daripada David,baru sebentar kenal sudah langsung akrab dengan mereka semua.
Seusai makan,aku pun ke ruang keluarga untuk menonton TV
saat aku sedang asik melihat tv Raka mendatangiku.
"Boleh bergabung??"sambil meletakan tubuhnya di sampingku.
"Tentu saja boleh",kataku tanpa menengok mas Raka karena asik nonton Tv.
"Asik banget,eh tapi kamu kok keliatan sedikit pucat,,"Kata Raka yang sedikit ada rasa cemas di wajahnya.
__ADS_1
Aku pun mengalihkan pandanganku,dari Tv ke mas Raka
"Iya mas,aku agak pusing.."jawabku sambil memijat pelipisku yang memang pusing.
Aku pun berdiri untuk mengambil obat,namun tidak kuat,Raka yang ada didekatku menangkap tubuhku.
"Maaf mas,"lirihku yang berjalan sempoyongan meninggalkan Raka
Bunga yang membawa camilan menghampiri Raka,,
"Eh mas Raka,mba Puput nya mana,tadi persaan lihat Tv deh,,tanya Bunga dengan senyuman sambil menaruh cemilannya di meja.
"Kakak kamu kelihatannya kurang sehat mangkanya dia ke kamar untuk minum obat"kata Raka masih dengan mata masih melihat TV.
"Ini mas camilannya silahkan dimakan,aku yang buat sendiri lo??celotehku sambil menyodorkan camilan ke arah Raka.
"Kelihatannya enak nih,,suapin dong..."goda Raka sambil terkekeh.
"Ih mas Raka genit deh..."wajah Bunga sudah berubah seperti kepiting rebus.
"Ni mas,"Bunga menyuapkan camilan ke Raka.
"Makasih,,kamu pacar idaman banget sih Bunga,,"kata kata Raka semakin membuat Bunga malu.
"Mas Raka ini ada ada aja,eh mas Raka suka sama mba Puput ya????"goda bunga sambil tertawa.
Uhuk..uhuk..
Raka pun tersedak camilan yang disuapkan bunga tadi.
"Minum mas minum" sambil memberikan minum pada Raka dan menepuk punggung Raka.
"Kamu tu Bunga kalau ngomong seenaknya sendiri,mana mungkin aku suka sama Puput,aku menganggap Puput seperti adik sama seperti kamu,,"Raka menjelaskan panjang kali lebar,walaupun sebenarnya Raka tertarik padaku
Mereka pun asik bercanda dan bercerita tak terasa waktu makan siang tiba,ibu memanggil kami untuk makan siang,namun aku yang masih pusing meminta Bunga untuk mengantarkan makananku ke kamar.
"Kalau kamu sakit,biar aku balik sendiri saja,"kata Raka datang sambil membawakan aku makan,
"Nggak mas,cuma pusing,setelah minum obat pasti sembuh"kataku yang tak sadar kalau mas Raka menyuapiku.
"Yakin???"tanyanya penuh penekanan.
"Yakin mas,"kataku dengan menerima suapan dari mas Raka.
"Eh,kok jadi disuapin sih mas,aku kan bisa makan sendiri"kataku lalu berusaha mengambil piring yang ada ditangan mas Raka.
Mas Raka tak menginjinkan aku untuk makan sendiri,akhirnya aku pun pasrah saja.
Setelah selesai,aku pun meminum obat dan lalu istirahat,sedangkan mas Raka ke kamar Tirta untuk istirahat juga.
Waktu pun sudah menunjukan pukul 4 sore,waktunya kami kembali ke Kota.
Setelah minum obat dan istirahat membuat sakit kepalaku hilang,lalu aku bersiap karena sore ini kami akan kembali ke kota besar, mengingat besok harus kembali bekerja.
"Mas sudah siap??"tanyaku dengan posisi berdiri di pintu kamar Tirta
"Tunggu bentar lagi ya Put,ni dah mau beres,,gimana kamu sudah enakan??"tanya mas Raka sambil membereskan barang bawaannya.
"Sudah mas,tadi minum obat terus tidur jadi sekarang enakan,,"jawabku.
Ibu,ayah,Bunga,Fajar dan Tirta mengantar kami hingga ke depan,
"Hati hati di jalan ya nak,,jangan ngebut ngebut bawa mobilnya,"pesan ibu sambil mengelus pundak Mas Raka.
__ADS_1
"Iya ibu,saya akan hati hati,,"jawab sopan mas Raka sambil mencium punggung tangan ibuku,setelah itu ayah dan juga adik adiku.
berikutnya giliranku.
"Puput pamit ya"kataku lalu masuk ke dalam mobil begitu pula mas Raka.
Mobil pun melaju pelan lambaian tangan keluargaku masih kelihatan dari sepion.
Setelah berbelok mas Raka menambah kecepatan mobil.
aku dan mas Raka bercerita banyak di dalam mobil sehingga tak terasa kita sudah sampai di kontrakanku.
Aku turun dengan dibantu mas Raka.
"Aku langsung balik ya Put,,"ucapnya sambil menutup pintu mobil.
"Iya mas hati hati,,"kataku lalu melambaikan tangan padanya.
********
Keesokan paginya di kantor ada berita yang cukup membuat heboh,kepemimpinan David di gantikan oleh perusahaan dari Amerika.
Raka mengumpulkan semua petinggi perusahaan,,karena ada hal yang ingin di bicarakan.
"Mungkin kalian bertanya tanya untuk apa saya mengumpulkan kalian disini.
ada kabar baik dan buruk.
kabar baiknya perusahaan sudah terselamatkan jadi tidak akan ada pengurangan karyawan dan sebagainya.
Berita buruknya kepeminpinan pak David akan di gantikan,mereka mempunyai saham perusahaan sekitar 65%,karena pak Pramana menjual 15 persen Sahamnya kepada mereka,,"ucap Raka di depan para petinggi perusahaan.
"Siapa yang akan menggantikan pak David pak??"tanya salah satu orang di rapat itu.
"Menurut pak Pramana,kepeminpinan David akan di gantikan oleh salah satu penerus dari perusahaan Giant dari Amerika,"ucap David.
Semua pun mengangguk.
"Karena tidak ada lagi yang di bahas,saya akhiri rapat ini,terima kasih atas waktunya,"Raka membubarkan rapat.
Semua pun akhirnya keluar ruangan tinggal aku dan Raka saja yang masih diruangan meeting.
"Kita menunggu saja kapan pemimpin baru akan datang,semoga saja dia lebih baik dari David sehingga perusahaan ini semakin maju,"ucap Raka sambil membereskan berkas berkasnya.
"Iya pak,amin" kataku singkat yang beranjak dari kursi menunju pintu.
Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu oleh perusahaan,karena menurut kabarnya pimpinan baru akan segera datang.
Semua pun di suruh berkumpul di aula,karena pemimpin perusahaan yang baru akan memperkenalkan diri.
Suasana jadi hening karena segerombolan orang kebangsaan Amerika memasuki ruangan.
Tentu saja mereka berbicara bahasa inggris namun ada penerjemah yang akan menerjemahkan ucapan mereka.
"Selamat pagi..
perkenalkan nama saya David bryan,pimpinan baru dari perusahaan ini."
katanya dengan gaya super coolnya.
Siapa sangka nama CEO baru pun sama,aku teringat 4 tahun yang lalu saat David memperkenalkan dirinya sebagai pimpinan perusahaan ini.
Semua karyawan sangat heboh dengan ketampanan David,nggak David Pramana gak David bule ini semua sama gantengnya pikir mereka.
__ADS_1