
Pagi sekali David pergi untuk mengurusi bisnisnya,lebih tepatnya untuk menjalankan rencananya yang di susun dengan Raka dan Chris.
David Bryan,Raka dan Chris bersiap untuk terbang ke kota A.
"Yakin boz,ingin terjun langsung ke kota A,"tanya Raka
"Yakin,aku ingin membuat Puput klimpungan saat aku tak di sisinya"senyum licik terpancar di bibir David
"Yakin Puput bakal klimpungan tanpa kamu??"Kata kata Chris membuat David agak tersentak.
"Kau ini mematahkan semangatku,bulan depan kalian no gajian"ancam David yang membuat Raka dan Chris menatapnya.
"Kok aku juga diikut ikutkan,wah gak profesional banget ni boz,"Raka tak terima
"Kau dan Chris selalu kompakan,satu gak gajian satunya lagi juga gak gajian,"kekeh David
"Awas kau Chris,"ancam Raka
"Peace bro,calm down"Kata Chris cengar cengir sambil mengangkat kedua jari tangannya.
Ya begitulah obrolan tiga lelaki itu,bertengkar,bercanda dan bergurau
Raka yang baru beberapa bulan mengenal David dan Chris pun langsung akrab dengan mereka.
Pagi itu dirumah David,aku tak menemukan David,
"Tumben kamarnya sudah rapi, biasanya masih molor"gumamku dengan lesu.
Aku pun bertanya pada para pelayan karena memang David tak menghubungiku sama sekali,aku pun juga gengsi untuk menghubunginya
"Pak David kemana bik???tanyaku pada salah satu art yang sedang masak.
"Eh non Puput,tadi pagi pagi sekali tuan David sudah berangkat di jemput sama tuan Raka dan tuan Chris"jawab bibi sambil berhenti sejenak dari aktivitasnya.
"Dia gak bilang apa apa gitu bik,"aku pun bertanya dengan raut wajah kecewa"
__ADS_1
"Ngga non,"kata Bibi singkat lalu kembali ke aktivitasnya.
"Tumben si tuan Amerika pergi gak ngasih kabar,tidak meninggalkan pesan,memangnya dianggap apa aku ini!!!,tapi memang aku bukan apa apanya dia,"aku bingung dengan pikiranku sendiri,ntah kenapa ada rasa dongkol dihatiku.
Karena tak ada yang aku lakukan aku pun ijin pamit pulang,dengan wajah lesu aku meninggalkan istana David,
"Hari ini enaknya kemana ya!,ke mall aja kali ya,sekalian cuci mata"batinku sambil cengar cengir
"Pak,kita ke mall ya,"suruhku pada sopir taxi.
"Baik mba"jawabnya lalu melajukan mobilnya
Di mall aku hanya keluar masuk toko,ntah mengapa tak bersemangat sekali,karena capek muter muter tanpa ada yang di beli,aku pun mencari tempat nongkrong.
"Put,"panggil seseorang yang suaranya tak asing bagiku
"Ira,"dengan sedikit bertiak karena tak menyangka aku akan bertemu dengannya disini.
"Bagaimana kabar kamu Put!aku kangen sama kamu,"dengan menunduk karena masih merasa bersalah padaku.
"Aku baik Put,maaf ya atas kesalahanku waktu itu"lagi lagi dia meminta maaf atas kesalahan yang aku pun sudah melupakannya
"Sudahlah Ir,aku sudah melupakannya,apa kita bisa berteman lagi seperti dulu?"tanyaku pada Ira yang sontak membuat Ira tersenyum
"Dengan senang hati Put,"jawab Ira dengan wajah ceria.
Kami pun berpelukan,aku telah mendapatkan kembali sahabatku yang lama hilang,kami pun melepas rindu dengan bercanda,bercerita dan makan bersama,tak terasa hari sudah sore.
Ira pun berpamitan hendak pulang,begitu pula denganku karena aku harus kembali ke rumah David Bryan.
"Aku pulang dulu Put,besok besok aku akan mampir ke rumah kamu,"kata Ira hendak beranjak dari tempat duduknya.
"Baiklah Ir,aku juga mau pulang,jangan lupa aku tunggu ya?kataku dengan mamakai tasku.
Akhirnya kami pun berpisah,walaupun dulu Ira pernah menghianatiku namun bagaimanapun juga sebelumnya dia adalah sahabatku,dan aku sudah memaafkannya.
__ADS_1
Tak berapa lama,aku sudah sampai di istana David,aku menuju kamarnya dan kulihat masih rapi,itu menandakan pemiliknya masih belum pulang
"Aku kok kangen ya sama David"gumamku sambil merebahkan tubuhku di kasurnya.
Aku mengecek ponselku,namun tidak ada pesan atau panggilan dari David.
Aku pun sedikit frustasi dan kesal karena dia tidak menghubungiku.
"Apa aku menelponnya ya?nanti dia besar kepala kalau aku yang menghubunginya dulu,duh....pusing deh aku"gerutuku sambil meletakkan ponsel di sebelahku.
Aku yang sedari tadi parang batin pun semakin galau,padahal kalau sedikit menekan gengsiku,aku bisa langsung saja telpon dan masalah selesai,namun aku bertele tele sehingga membuat aku bingung sendiri.
"Ah bodoh amat,tuan Amerikaaaaaa kamu membuatku tersiksa!!!"teriakku
Di kota lain tiga prian tampan ini hanya tertawa,
ternyata David sebelum pergi dia telah menyuruh orang untuk memasang CCTV di kamarnya guna untuk melihat apa saja yang aku lakukan di kamarnya.
"Masih belum mengaku kalau mencintaiku??"kata David dengan wajah yang sangat sumringah
"Wanita memamg seperti itu boz,jual mahal"timpal Chris.
"Betul,idemu sungguh brilian Raka,aku akan memberimu tips,,"kata David
"Makasih boz,"Kata Raka sambil tersenyum
"Bagaimana dengan aku boz,"sahut Chris
"Yang memberi ide kan Raka bukan kamu,lalu buat apa aku membuang uang untuk memberimu tips!"kata David dengan mata yang masih melihat laptopnya.
"Katanya kita kompakan boz,satu gak gajian satunya juga gak gajian,bearti kan Raka dapat bonus otomatis aku pun juga dapat bonus."kata Chris dengan terkekeh.
Mereka bertiga pun tertawa.
Terkadang mereka seperti anak kecil yang meributkan hal hal yang tidak penting.
__ADS_1