
Hari yang di tunggu pun tiba...
Aku dan David Bryan mulai sibuk dengan diri kami masing masing.
Begitu pula dengan ayah dan ibuku.
Perasaan nervous terpancar di raut wajah David Bryan,
David yang mondar mandir kesana kemari membuatku tersenyum melihat tingkahnya.
"Kamu kenapa sayang"tanyaku dengan sedikit menahan tawa.
"Aku sedikit nervous,takut lupa mengucapkan ijab qabulnya karena ini beda dengan pernikahan ala agama lain."Jawab David Bryan
"Bukannya semalam kamu sudah lancar belajar mengucapkan ijab qabul,"kataku heran.
"Entahlah sayang,"timpal David Bryan sambil menekuk wajahnya.
"Tenang sayang,nanti juga akan di pandu oleh penghulunya jadi kamu tidak usah khawatir."aku pun tersenyum kepadanya.
"Bagaimana dengan mu sayang,apakah kamu tidak nervous?."Tanya David dengan tatapannya.
"Aku juga nervous sayang, namun rasa nervous ku terkalahkan oleh rasa bahagiaku,karena sebentar lagi aku menjadi istri sah mu.
"Jawabku dengan tersenyum"
Tanganku tergerak untuk memeluknya mencoba meredam nervous nya,karena kalau terlalu nervous bisa bisa David Bryan berkali kali salah mengucap ijab qabulnya.
"Sekarang kamu tenang karena aku yakin kamu pasti bisa,kamu kan jenius,ribuan perusahaan bisa kamu tangani sendiri apalagi cuma beberapa kalimat pasti mudah buatmu.
"Ucapku menenangkan David.
"Thanks sayang." kata David Bryan singkat.
"Apakah kamu sudah selesai bersolek???" tanya David dengan mengerutkan alisnya.
Aku yang lupa kalau masih belum ready pun melepas pelukanku dan menatapnya
"Oiya lupa,maaf belum selesai sayang."jawabku sambil tertawa malu.
"Kebiasaan buruk tidak sembuh sembuh" gumam David sambil menepuk jidatnya sendiri.
Tak lama aku pun selesai bersolek lalu menghampiri David yang duduk sendiri.
Aku pun berjalan perlahan dengan balutan kebaya warna putih dengan motif bunga bunga di padu dengan batik coklat yang melilit pinggang sampai mata kakinya.
Senyum terpancar di wajah ku dengan riasan ala modern Java, dengan mahkota menghiasi kepalaku yang menambah keanggunan seperti seorang putri raja.
David yang melihatnya pun tercengang hingga tak bisa berkata kata hanya bisa melihat naik turun, dari atas kebawah kemudian dari bawah kembali ke atas.
__ADS_1
David Bryan memandang penuh kekaguman.
"Sayang are you ok!" tanyaku yang sudah berdiri di depan David Bryan.
"Yoooouuuu.... Very very beautiful." kata David terbata karena terkagum sehingga matanya terus saja memandangiku tanpa berkedip dan mengabaikan pertanyaan yang aku lontarkan.
"Sudah dong ngelihatnya,aku jadi malu nie."kataku malu sambil menepuk bahunya.
"Serius sayang, kecantikan mu ini tidak ada nilainya dan tak ternilai dengan apapun,kamu seperti bidadari di taman eden"kata David penuh kekaguman.
"Ya ini semuanya kan berkat kamu sayang."timpal ku
"Sudah sekarang giliran kamu yang bersolek,tu sudah di tungguin sama tata riasnya."aku pun sedikit mendorong masuk David.
David pun masuk untuk ganti baju dan sedikit polesan.
"Itu cewek kenapa bisa secantik itu" gumam David masih tak percaya akan riasan ku calon istrinya.
"Tak lama berselang David pun tiba dengan baju setelan Mandarin suits style serba putih yang dihiasi kilauan Kilauan di sekitar kerah bajunya yang tetap menggambarkan khas Jawa yang kental dengan konsep modern,
dipadu dengan kilauan membentuk bunga bunga melingkar di songkok yang dikenakan David.
Kali ini gantian aku yang tertegun penuh kekaguman melihat David Bryan.
"Sayang kamu sangat tampan,aku tak pernah menyangka kamu akan terlihat jauh lebih tampan dengan setelan yang kamu gunakan." Ucapku terkagum.
Bagaimana kalo pernikahan kita di USA,kita menggunakan style modern Java,
nanti semua tata riasnya kita boyong ke USA."tiba tiba David menemukan ide
"Boleh,Itu ide yang bagus dan juga bisa mengeducation mereka semua bahwa Indonesia juga punya banyak ragam fashion yang tak kalah dengan gaun pengantin ala barat."aku pun sependapat dengan David Bryan.
"Andai tau hasilnya seperti ini mestinya kita bisa foto Prewedding terlebih dahulu."
Ucap David sambil menghela nafas panjang.
"Tenang sayang ayah dah ibu sudah menyewa fotografer profesional untuk mengabadikan moment ini." kataku menghibur David.
"Baguslah kalau begitu"timpal David lega.
"Kira kira mas Raka sama Chris hadir tidak ya.??? Tanyaku dengan wajah sedikit cemas.
"Entahlah,tempo hari aku menyuruhnya untuk berangkat bersama kita, tapi karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal jadi mereka memutuskan untuk menyusul."Jawab David
"Kenapa belum sampai sini?tanyaku lagi dengan gelisah serta cemas.
"Mungkin mereka masih sibuk,lagipula kalau mereka tidak bisa hadir sekarang, pasti mereka akan hadir besuk di pernikahan kita di USA."kata David menguraikan kegelisahan ku sehingga aku pun sedikit lega.
"Iya Sih"Ucapku sedikit lega,namun aku masih saja memonyongkan bibirku.
__ADS_1
"Kenapa tu bibir masih maju??membuat aku ingin melahapnya,"tanya David dengan sedikit menggodaku.
"Sedikit kesal,kalau tidak ada mas Raka dan Chris tidak lengkap rasanya.
Apalagi mereka berdua sudah seperti kakak ku sendiri."jawabku
"I know,berdoa saja semoga mereka bisa hadir." sahut David Bryan.
******
Di sisi lain Raka dan Chris sedikit terjebak macet.
Apalagi jalan menuju rumahku tidak begitu luas.
Sedangkan mereka berdua harus berpacu dengan waktu karena tidak mau ketinggalan menyaksikan prosesi pernikahan bosnya.
"Kenapa bisa semacet ini"gumam Raka dalam hati.
Perlahan kemacetan pun mulai terurai dan Raka langsung melajukan mobilnya membelah keramaian.
*****
"Oya kira kira acaranya kapan dimulai sayang, ini Sudah jam sepuluh" tanya David sedikit cemas.
"Mestinya sekarang sayang cuma tadi ada info dari salah satu petugas bahwa mungkin agak terlambat karena hari ini jadwal pernikahan cukup padat sedangkan kita dapat urutan yang ke lima jadi terpaksa kita tunggu saja penghulunya sampai datang."kataku mencoba menenangkan David.
"Ini bedanya USA sama Indonesia,kalo di sana penggantinya yang sering terlambat,sedangkan disini penghulunya yang sering terlambat karena padatnya jadwal"kata David sambil tertawa.
Akhirnya kami berdua bercengkrama bersama dengan ayah dan ibu di depan rumah sambil menunggu penghulu tiba.
Tak lupa kami banyak mengabadikan moment bersama lewat foto selfie atau lewat fotografer profesional.
Banyak saudara, tamu dan tetangga meminta foto bersama David bryan khususnya para wanita dan juga mak mak yang membuat aku sedikit kesal namun juga merasa bangga, karena banyak dari mereka yang mengagumi calon suamiku.
"Kamu memang perfect David bryan"Ucapku dalam hati.
Hingga akhirnya terdengar suara mobil tiba di depan rumah.
Semua orang melongo melihat dua super car dengan lambang kuda jingkrak sedang berusaha untuk parkir.
Mereka penasaran siapa sosok di balik dua Supercar itu.
Tak hanya tamu undangan yang penasaran, kami pun juga penasaran dan lebih terkejutnya aku dan David setelah melihat siapa yang keluar dari balik dua supercar tersebut.
Begitu pula dengan ayah dan ibu merasakan hal yang sama.
Ibu dan ayah pun langsung memandang ke arahku dan David dengan penuh tanya.
............
__ADS_1