
Lepaskan,aku tidak bisa bernafas nie sayang,apa kamu ingin aku dan anakmu mati!!!!"gerutuku.
plak...sebuah tepukan mendarat sempurna di dahiku.
"Kamu bicara apa,kalau ngomong itu di jaga,jangan pernah bicara begitu lagi atau aku tidak akan memaafkanmu,"David pun kesal kepadaku.
"Iya iya maaf,la kamu sih sayang"aku pun tersenyum sambil mengangkat kedua jadi ku.
"Sudah sana,mandilah"David pun menarik kembali selimutnya sampai kepala.
"Sayang jangan marah dong,iya iya maaf,kok gitu sih."ucapku menyesal
Aku pun merayu David supaya tidak marah,
"Seharusnya yang sensi tu aku kok malah dia sih"batinku bingung.
Aku pun masuk dalam selimutnya dan memeluknya dari belakang.
David pun membalikan badannya dan memelukku.
"Maaf,aku hanya tidak suka kata kata seperti itu,aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau seandainya kalian pergi dariku."kata kata David semakin membuat aku semakin erat memeluknya.
Karena kehabisan pasokan oksigen aku pun keluar dari selimut.
"Sayang apa aku boleh meminta sesuatu??"tanyaku dengan sedikit tidak enak.
"Mau minta apa???"tanya David penasaran.
"Aku minta uang buat ibu dan ayah sayang"kataku sambil menunduk.
"Kenapa harus bilang sih sayang,uangku juga uangmu,"David tertawa merasa apa yang aku minta itu adalah suatu lelucon.
"Aku tidak punya uang cash,aku minta ya!!"kataku sambil terkekeh.
"Aku ada namun tidak banyak,coba cek di dompet"David pun memintaku mengecek uang di dalam dompetnya.
Aku yang tidak berani membuka dompet David, hanya mengambil dan memberikannya pada David,
"Ini sayang kamu cek sendiri,"kataku sambil menyodorkan dompet miliknya.
"Buka yang lain berani kenapa buka dompet tidak berani"kata kata David membuat aku tersenyum geli.
Setelah mengecek dompetnya,ternyata nominal uang cash tidak banyak.
"Hanya sedikit,"David pun melihatkan dompetnya hanya ada lima belas-dua puluh lembar uang warna merah.
"Itu sudah cukup sayang,"yang menurutku itu sudah cukup
"Kamu ini apa apa an sih sayang,mana cukup uang ini buat ayah dan ibu,
aku akan menyuruh kepala art untuk menarik uang buat ayah dan ibu."timpal David
"makasih sayang"aku pun memeluk David sebagai ucapan terima kasih.
"Ya sudah ayo membersihkan diri setelah itu mari turun,"ucap David yang langsung menggendongku dan membawaku kemar mandi.
Setelah rapi aku pun turun ke bawah,saat di bawah aku clingukan mencari ibu dan ayah
"Mungkin ayah dan ibu sedang berkebun di belakang,"kata David menerka nerka.
Aku menggerakan kakiku menuju kebun belakang,dan benar ayah dan ibu memanen buah dan sayur di sana.
"Eh nyonya muda,tumben sudah bangun"goda ibu sambil menaruh buah dan sayur yang di bawanya.
"Ibu kok gitu sih,aku bukan nyonya muda bu,aku anak mu yang paling cantik"kata ku sambil terkekeh.
__ADS_1
Ayah pun tertawa,aku berinisiatif untuk membantu ibu dan ayah,memetik semangka,saat hendak menaruh buah semangka di meja,David pun mengambil semangkanya dan menaruhnya di meja.
"Kenapa tidak menurut,semangka itu berat,orang hamil di larang mengangkat yang berat berat."David pun menatapku dengan tajam.
Ibu dan ayah yang melihat kami pun saling menyenggol,
"kelihatannya mereka cek cok,lihat wajah David agak marah,lebih baik kita saja yang memgangkat buah buah ini."kata ayah dan langsung mengangkati beberapa buah semangka,David pun ikut membantu,
setelah selesai kami pun duduk duduk di kursi belakang.
"Terima kasih ya,"ibu pun berterima kasih karena David sudah membantu.
David yang tidak tahu hanya mengangguk dan tersenyum manis.
"Duhhhh...manisnya,ya gusti mantuku kok manis gini"ibu pun memuji David.
Saat asik bercengkerama salah satu satu tukang kebun lewat hendak membersihkan kebun,David pun memanggilnya.
"Besok lagi kalau mertua saya sedang berkebun,tolong di bantu kasian angkat angkat buah sendiri,untuk apa kalian saya bayar disini"David memarahi tukang kebun tersebut.
"Maaf tuan,tadi tidak tahu kala ibu dan bapak sedang berkebun."Jawab tukang kebun tersebut dengan ketakutan.
"Ya sudah sana bersihkan"pinta David yang diikuti anggukan dari tukang kebut tersebut dan dia pun berlalu.
Ibu dan ayah yang penasaran pun bertanya
"Ada apa Put"
"Biasa bu,marah dengan tukang kebunnya karena membiarkan ibu dan ayah angkat angkat buah sendiri"kataku dengan menaruh tangan di kepala,pusing dengan David yang terlalu membesar besarkan masalah.
"Sungguh mantu kita perhatian banget ya yah,namun tidak seharusnya marah kan kasian tukang kebunnya.
Setelah mengkotbahi tukang kebunnya kini dia pamit ingin masuk rumah
"Sayang aku masuk dulu ya,kalian lanjut ngobrolnya"David pun mengangguk pada ibu dan ayah.
dan menemukannya di dapur.
pak Herman adalah kepala art di rumah David,usianya sekitar 53 tahun.
"Pak,saya mau bicara sebentar,mari ikut ke teras."David mengajak pak Herman ke teras rumah karena di dapur banyak art.
Pak Herman agak was was tak biasanya David sampai mencarinya hingga ke dapur.
"Ada yang bisa saya bantu tuan David??"tanya pak Herman dengan sedikit takut.
"Begini,tolong tarikan uang di atm sekarang"Perintah David.
"Berapa nominalnya tuan,??tanya pak Herman.
"Tarik 3000 dolar,bapak kurs kan sendiri ke IDR,"jawab David
"Baik tuan,"pak Herman pun menganggukan.
"Oh ya pak,tadi mertua saya memanen buah dan sayur di kebun,tolong suruh art membawakannya ke dapur,jangan sampai mertua saya sendiri yang mengangkatnya."imbuh David.
"Baik pak,kalau begitu saya pamit dulu"pak Herman pun mengangguk dan berlalu.
Dua art di perintahkan pak Herman untuk mengangkat sayur dan buah yang tadi di panen ibu dan ayah.
"Maaf nyonya saya diperintahkan untuk mengangkat sayur dan buah"kata art tersebut dengan menunduk.
"Ini mba,ambil saja" kataku ramah.
"David tu ya,sumpah perhatian banget sama kita yah,sampai sampai mengangkat buah dan sayur saja dia menyuruh asisten rumah tangga,benar benar mantu idaman banget,dulu ibu mimpi apa ya,dapat menantu seperti David"ibu pun berceloteh banyak,
__ADS_1
Aku pun tersenyum,walaupun awalnya David bukanlah pilihanku,dan cintaku juga datang karena paksaan namun sekarang aku bahagia dan beruntung berada di sisinya.
*******
Setelah selesai sarapan ibu dan ayah pun bersiap siap untuk pulang,
aku,David dab Fajar mengantar ibu dan ayah ke teras.
"Ibu,ini uang untuk keperluan ibu dan ayah disana,maaf jika nominalnya tidak banyak"kataku sambil memberikan amplop uang.
Ibu terbelangak,"Put,ini banyak sekali,apa David tidak marah kamu memberi uang sebanyak ini pada ibu"ibu merasa tidak enak.
"Tidak apa apa bu,"jawabku singkat sambil menggenggam tangan ibu.
"Aku juga dong mba,"celetuk Fajar yang langsung mendapat tatapan tajam dari ibu.
"Iya maaf bu"Fajar pun menundukan kepalanya.
"Iya nanti ya Fajar mba kasih,"kataku yang langsung membuat wajah Fajar berseri seri.
Ibu pun menghampiri David dan berkata"makasih ya nak David,supaya rejeki nak David semakin banyak dan juga berkah,amin!!.
David hanya tersenyum,dan langsung memeluk ibu,spontan ibu kaget dengan apa yang di lakukan David.
"Ehem...ayah pun berdehem
"Jangan cemburu yah,masa dengan mantu sendiri cemburu"Goda ibu yang langsung mem
buat kami tertawa.
"Sudah sudah,mari bu kita pulang,kasian pak sopir sudah menunggu dari tadi."ajak ayah dengan menggandeng tangan ibu.
"Tunggu tunggu,buah dan sayurannya masih di dapur."ibu teringat akan buah dan sayuran yang tadi dipetiknya.
Aku pun menyuruh Fajar untuk mengambilnya,
setelah semua sudah di masukan dalam bagasi mobil,ibu dan ayah pun ikut masuk kedalam mobil.
"Ibu ayah pulang dulu ya,"ibu melambaikan tangan.
"Hati hati ya bu"kami pun balik melambaikan tangan pada ibu.
Mobil ibu pun perlahan meninggalkan pelataran rumah David dan hilang setelah melewati gerbang.
"Sekarang sepi deh,"kataku lesu.
"Kan sebentar lagi ibu dan ayah kesini lagi sayang"David mencoba menenangkanku.
"Iya mba,jangan terlalu sedih kasian dedek bayinya,ucap Fajar ikut menenangkan ku.
"Kamu nggak ke kantor ta??"tanya ku pada Fajar
"Ini mau berangkat mba,ya sudah Fajar pamit ya!?"Fajar pun menaiki mobil yang di fasilitasi David,dan berlalu.
Setelah Fajar berangkat aku dan David mengobrol di teras,jenuh jika harus kembali ke kamar,
"Sayang aku ambil minum dulu ya,"aku yang haus pun ingin mengambil minum.
"Sekalian aku juga ya"David pun terkekeh
"Siap boz,"jawabku dan langsung masuk rumah
Tak berselang lama terdengar suara burrggg prank dan" aaaaa........"teriakku
David pun langsung berlari masuk,
__ADS_1
"sayang................."