
"Tidak akan kubiarkan terjadi,Reno merebut Puput dariku"Suara dingin David membuat Chris dan Raka tersenyum kecut.
"Eh si boz sudah datang,maaf boz kita tidak tahu"basa basi Raka dengan wajah terkejut.
...Sebelumnya...
Raka dan Chris membicarakan David Reno dan Elizabeth,dengan mata selalu melihat kanan kiri takut kalau David datang dan mendengar pembicaraan mereka.
"Bagaimana,apakah Elizabeth menghubungimu lagi???"Tanya Chris penasaran.
"Belum Chris mungkin dia lagi sibuk,jadi belum sempat"jawab Raka santai
"Dia sangat mencintai David Reno,sahabat sekaligus mantan bosmu,"Kata Chris sambil menyeruput minumnya.
"Jadi ceritanya dokter mencintai pasiennya sendiri,"Raka terkekeh dan menyeruput minumannya.
"Mantan jadi ipar"tambah Chris yang membuat Raka tertawa geli.
"Sudah sudah kasian Puput matanya kedutan karena kita membicarakannya,"kata kata Raka membuat Chris kebingungan.
"Apa hubungannya bro,,"Sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Sudah lupakan,orang Amerika tidak akan mengerti"skak mat untuk Chris.
Chris pun mendaratkan pukulan di bahu Raka,geram dengan sahabatnya itu.
"David mana bro,kok belum kelihatan"mata Chris mencari cari namun belum menemukan sesosok atasannya itu.
"Iya,kita di larang telat malah dia sendiri sangat sangat terlambat,kita kan harus segera kembali juga"Raka melihat jam tangan nya.
Lama dua asisten ini menunggu sang boz,hingga mereka diam dalam pikiran masing masing...
"Bro bagaimana kalau David Reno merebut Puput dari tangan David Bryan"celetuk Chris yang membuat Raka melotot,"tanpa di sadari David Bryan sudah di belakang mereka.
"Aku tidak tahu Chris,tapi kelihatannya Puput masih mencintai David Reno,"ucap Raka yang membuat Bryan mengepalkan tangannya.
"Kalau David Reno mengingat semua,mungkin juga dia akan merebut Puput"kekeh Chris dan kini David semakin panas.
Kembali
David menarik kursi dengan kasar,duduk dan langsung menyeruput minuman yang ada di meja.
"Boz itu minumanku"Chris tidak rela kalau minumanya di habiskan David.
"Pesan lagi,salah sendiri tidak memesankan aku minum."Gerutu David membuat Chris dan Raka saling pandang dengan mengangkat kedua tangannya,
"Peace"kata yang keluar dari mulut mereka barengan.
"Tenang boz,jangan naik pitam dulu
__ADS_1
begini Elizabeth menghubungi aku dia bilang kalau ingin berbicara dengan Raka,"ucap Chris yang membuat David mengerutkan alisnya
"Lalu??apa yang di bicarakan Elizabeth dengan mu Raka??"tatapan tajam David menuju ke arah Raka.
"Dia bilang kalau David Reno mengingat namaku"jawab Raka santai
"namamu???David gagal paham
"Iya,dia mengingat nama Raka namun tidak tau siapa itu Raka."Jawab Raka
"Lalu apa rencanamu"tanya David penasaran dengan langkah Raka.
"Aku ingin menemuinya,namun kata Dokter Elizabeth jangan dulu,dia ingin tau bagaimana respon David Reno jika mendengar suaraku,
kalau ingin tau lebih jelas,kamu bisa menghubungi Elizabeth dia kan adikmu plus dokter David Reno"jawab Raka dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"Boz,kamu ingin pesan minum dan makan apa,kita tadi baru memesan minum saja"celetuk Chris membuyarkan ketegangan di antara David dan Raka.
"Pesankan aku orange juice,bakso dan juga salad buah,namun salad buahnya yang disiram saus kacang yang sedikit pedas seperti yang dipesankan Puput kemarin"kata David yang membuat Raka dan Chris geleng geleng kepala.
"Kelihatannya dia akan menyusahkan kita lagi"Raka dan Chris saling berbisik.
"Maklum dia kan mengalami kehamilan simpatic,"bisik Raka.
"Apa dengan kalian berbisik makanan datang dengan sendirinya,cepatlah aku sangat lapar."David pun tidak sabar ingin makan.
"Aku tidak mau tahu"jawab David singkat padat jelas yang membuat kedua asistennya tersebut berdiri dan memanggil pelayan.
"Kita menyuruh pelayan saja,nanti kita beri tips."ide Raka.
"Good idea"timpal Chris
Pelayan pun menyodorkan menu pada Raka dan Chris.Setelah memesan minuman dan makanan Raka pun berdiri dan berbicara dengan pelayan tersebut
"Nona bisa membantu saya untuk membelikan bakso dan rujak????"pinta Raka dengan wajah memohon.
"Tapi saya masih kerja mas"tolak halus pelayan tersebut.
Raka pun mengeluarkan lima lembar uang warna merah,
"Bagaimana dengan tips nya nona,sudah cukup???"Pelayan tersebut langsung menerima tips dari Raka.
"Baiklah mas,kebetulan penjual bakso dan rujak tidak jauh dari sini"kata pelayan tersebut lalu membawa pesanan minuman dan makanan yang sebelumnya di pesan ke dapur, baru keluar membeli bakso dan rujak.
Raka kembali lagi ke mejanya,
*****
Disisi lain aku yang terbangun mencari keberadaan David,kulihat kamar mandi namun tidak ada David disana,
__ADS_1
karena merasa lapar,aku pun menyantap makanan yang disiapkan oleh art.
Selesai makan aku pun berinisiatif membereskan wadah kosong dan sisa makanan untuk di bawa ke dapur,saat di depan pintu ada pak Herman dan seorang art yang ingun mengecek apakah aku sudah makan apa belum.
"Nyonya muda jangan repot repot biarkan kami yang membawa wadah kotor dan sisa makanan,"Pak Herman memberi kode pada art tersebut untuk mengambil nampan yang berisi wadah kotor dan sisa makanan dari tanganku.
"Biarkan saya saja yang membawanya nyonya"art tersebut mengambil nampan dari tanganku.
"hati hati ya bawanya,awas jatuh"ucapku yang membuat art tersebut tersenyum
"Pak Herman saya mau bicara"kata kataku membuat pak Herman sedikit takut,dia mengira aku akan memarahinya seperti David.
"Gaji para art pak Herman yang mengatur kan???"tanyaku
"Iya nyonya ada apa???tanya pak Herman sedikit ketakutan.
"Saya minta maaf,atas sikap tuan David,masalah lampu tadi tidak seharusnya dia menyalahkan kalian,apalagi memotong gaji kalian,kalau dipotong 50 persen bagaimana kalian mencukupi kebutuhan hidup selama sebulan???belum lagi yang memiliki istri dan anak dirumah."kataku dengan menyesal.
"Tidak apa apa nyonya itu memang kesalahan kami,seharusnya kami mengeceknya,keselamatan tuan dan nyonya muda adalah prioritas utama kami"kata pak Herman menunduk.
"Maaf pak tadi tidak membela kalian saat David marah,karena saya sendiri sangat shock,"timpalku.
"Begini pak,kapan kalian gajian???Tanyaku penasaran.
"Besok nyonya muda"Jawab pak Herman.
"Ya sudah jangan di potong semua,dan laporannya kasihkan pada saya"kataku tegas.
"Tapi bagaimana kalau tuan David marah??pak Herman takut
"Sudahlah pak Herman serahkan pada ahlinya"kekehku yang membuat pak Herman juga tersenyum namun lebih tepatnya senyuman palsu,
"Ya sudah nyonya saya menurut saja,asal nyonya tidak membuat kami disalahkan."ucap pasrah pak Herman dengan penawarannya.
Setelah ngobrolnya selesai aku baru sadar akan David,
"Dimana sih dia,"gerutuku sambil berjalan menuju ruang kerjanya.
karena tidak ada aku pun ingin mencarinya di tempat lain,saat hendak menuju lantai bawah,aku melihat David hendak naik ke atas.
"Kamu dari mana sih sayang"pergi kok tidak bilang bilang,ninggalin aku yang sedang bobok"kataku sambil cemberut.
"Ada urusan jadi aku keluar"jawabnya datar
Bukannya rayuan atau permintaan maaf,David malah bersikap dingin dan datar.
"Ada apa dengannya"batinku
"Aku ingin bicara denganmu,ada hal penting yang ingin aku tanyakan namun kamu harus bicara jujur"ucap David yang membuat aku takut...........
__ADS_1