
Aku damai dalam pelukan David Reno,kutumpahkan semua yang membuat hatiku sesak.
Sungguh perubahan David Bryan membuatku sangat stres.
"Ayo kita pulang Put,nanti mommy dan daddy khawatir"kata mas David yang membuat aku melepas pelukanku.
"Mas David pulang dulu,aku masih ingin disini untuk menenangkan pikiranku"kataku menolak ajakan mas David Reno.
"Maaf Put tak bisa menemanimu,aku harus pulang,hari ini jadwalku dan Elizabeth fitting baju"kata mas David Reno dengan sedih.
"Aku tidak apa apa mas,sana pulanglah....
Kasian Elizabeth menunggu."ujarku dengan mendorong tubuh mas David Reno.
"Ya sudah,aku tinggal dulu kamu hati hati,kalau ada apa apa hubungi aku."timpal mas David Reno lalu mengusap sisa air mata yang masih menempel di wajahku.
Mas David pun berlalu sesekali dia membalikan badan dan melambai padaku.
Aku membalasnya dengan melambai balik dan tersenyum.
Kini pandanganku jauh menerawang ke arah danau,
"Apa yang harus aku lakukan???perubahan sikapmu sungguh membuatku gila David,lihatlah anak kita sangat aktif bahkan dia pun rindu padamu"gumamku.
Lagi lagi air mata mataku terjun bebas.
Tak terasa hari sudah sore,aku pun memutuskan untuk pulang.
Setelah dirumah di dapati mobil David sudah di parkiran,dengan langkah gontai ku masuk rumah kulihat semua berkumpul,kutatap mereka tanpa berkata apa apa,semenjak perubahan David,aku merasa mereka orang asing.
"Kemarilah sayang,bergabung dengan kami"mommy pun menyuruhku untuk bergabung.
Aku tersenyum lalu menatap David Bryan,dia diam saja tanpa ekspresi,melihatnya begitu membuat
mataku berkaca.
"Saya mau istirahat dulu mom,terima kasih tawarannya"kataku lalu pamit ke kamar.
"David kamu kenapa,sikapmu akhir akhir ini tidak seperti biasanya,bahkan kamu sangat cuek dengan Puput"tanya mommy yang heran pada sikap David.
David Bryan hanya diam saja tak menjawab pertanyaan mommy.
David Reno pun menatap David Bryan tajam.
Lalu David pun menyusulku ke kamar,
Aku yang sampai di kamar terlebih dahulu langsung kekamar mandi,kuguyur tubuhku dengan air.
Dan aku pun menangis di bawah guyuran air.
"Aku membencimu David Bryan,aku membencimu"kataku dengan air mata yang terus keluar.
__ADS_1
Setelah mandi,aku pun keluar.
Kulihat David memainkan ponselnya,tanpa bertanya dan menyapa aku merebahkan diriku.
David pun melirikku,
"Kamu darimana??kenapa baru pulang?"tanyanya.
Aku pun tersenyum sinis tanpa menjawab pertanyaannya.
David menghela nafas panjang lalu berucap
"Apa pertanyaanku adalah pertanyaan yang sulit sehingga kamu tidak bisa menjawabnya."
Aku pun bangun lalu menghampirinya ikut duduk di sofa
"Kamu sendiri darimana,hari minggu keluar tanpa bilang padaku?"aku pun menjawab pertanyaan David dengan pertanyaan lain.
"Aku ada urusan...."
Belum sempat melanjutkan katanya terlihat di layar ponselnya
Olivia calling....
Mataku terbelangak melihat nama Olivia,
David pun menatapku lalu mereject panggilan dari Olivia.
"Dia sekertarisku"jawabnya singkat.
Lagi lagi airmataku terjun bebas,dengan terisak aku pun bertanya
"Apa karena dia,sikapmu berubah David??apa karena dia kamu lupa kalau kamu punya istri dirumah,apa karena dia juga kamu lupa bayi yang ada dikandunganku???tau kah kamu,aku merindukanmu,aku merindukan suamiku....kembalikan suamiku padaku!!!ucapku yang semakin meninggikan suaraku.
David hanya mematung,tidak mengucap apapun,
"Kenapa kamu hanya diam,kalau aku sudah tidak ada artinya buatmu,pulangkan aku David."Imbuhku lagi.
"Tenanglah Put,"David mencoba menenangkan aku yang histeris.
"Aaaauuuwwww,sakit!!"pekikku.
Melihatku kesakitan membuatnya panik,aku pun berdiri sambil memegangi perutku,
David mencoba meraihku,namun aku melarangnya
"Tetap di posisimu,please jangan mendekat....
aku membencimu,aku membencimu David."
Mendengar kata kata ku membuatnya tetap diposisinya.
__ADS_1
"Aaaaauuuwwww...."teriakku.
David pun berdiri,
"Tetap di situ dan jangan mendekat,"tanganku pun melarangnya untuk mendekat.
"Put,please Put,jangan begini"kata David.
Aku pun tertawa dalam tangisku
"Bahkan sekarang kamu memanggilku dengan namaku,sungguh luar biasa pesona sekertarismu itu,dalam sekejap dia mampu mengalihkan rasa cintamu yang selalu kamu gembar gemborkan cukup untuk kita berdua."
David mengusap rambuynya kasar,
"Tinggalkan aku David,pergilah....ceraikan aku!!!teriakku yang semakin histeris.
"Tidak,tidak mungkin aku melakukan hal itu.
Aku tak punya hubungan apa apa dengannya"David pun tak kalah histeris.
"Aaaauuuuwww,sabar sayang!belum waktunya kamu kelaur,please jangan marah dengan mommy"aku mengelus dan berbicara dengan calon bayiku.
Dengan sakit yang teramat sangat aku pergi keluar kamar meninggalkan David.
Dengan menahan sakit,aku turun tangga dan menghampiri mereka yang sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Mommy....belum sampai di sofa tempat mereka berkumpul aku sudah jatuh.
David Bryan yang menyusulku dibelakangku pun berteriak.
Begitu pula dengan David Reno.
David Reno yang lebih dekat pun menghampiriku,
"Sakit mas....Sakit"keluhku pada David Reno.
Melihatku kesakitan membuat David Reno bertindak tanpa memikirkan semua orang,dia membopongku ke mobil lalu membawaku ke rumah sakit.
"David kenapa kamu hanya diam saja,sebenarnya apa yang terjadi padamu,ayo kita ikuti Reno!!!"bentak daddy David.
Mereka semua pun mengukuti kami,David Reno yang lebih dulu sampai langsung membawaku ke ruang ICU,lalu menyuruh dokter memeriksaku.
David,mommy,daddy pun sampai dirumah sakit dan langsung menuju ruanga ICU sesuai pesan yang dikirimkan David Reno.
"Mohon maaf,kelihatannya air ketuban dari pasien sudah pecah jadi kami harus melakukan tindakan untuk operasi Sesar sekarang,melihat kondisi pasien yang tidak sadarkan diri.Kenapa kalian membiarkan ibu hamil tua stres yang berlebihan,akibatnya adalah kelahiran prematur."penjelasan dari dokter.
Deg....
David Bryan pun menyandarkan tubuhnya di dinding,tak menyangka kalau sikap cuek dan gila kerjanya berdampak yang serius pada istri maupun bayinya.
Setelah kepergian sang dokter David Reno pun mengepalkan tangannya lalu menghampiri David Bryan.
__ADS_1
Tangan satunya memegang kerah baju David dan satunya siap menghantam wajah David.