
Melihat mobil David sudah terparkir membuat aku deg deg an,bingung alasan apa yang akan ku berikan.
Aku pun bertanya pada pak Pras
"Kok tumben pak,jam segini sudah pulang"tanyaku dengan sedikit gugup,
"Saya di suruh pulang dulu nyonya,karena tuan David ada urusan ke luar kota dengan tuan Raka"jawab pak Pras.
Aku menghela nafas panjang,
"Syukurlah"batinku lalu menuju kamar untuk membersihkan diri.
Karena David Bryan tak kunjung pulang,aku pun ingin makan malam dahulu,karena perutku sudah tidak bisa di ajak kompromi.
Saat hendak turun,David Bryan ternyata sudah pulang dan menuju ke atas,aku pun berdiri di pangkal tangga menunggunya.
"Sayang,kok pulangnya lama sekali"gerutuku.
"Maaf,tadi ada urusan ke luar kota,"katanya dengan mencium keningku.
"Sayang,ayo makan aku sudah sangat lapar,"aku pun memegang perutku.
David pun tersenyum,lalu mengelus perutku dan berucap
"Mom kamu jahat ya,kamu di biarin lapar"
Aku yang tak terima menjewer telinga David yang masih posisi menunduk.
"Apa???aku yang jahat gitu,daritadi aku tuh nunggu kamu"ketusku.
"Peace sayang,kan cuma bercanda"kekehnya lalu menarik tanganku dari telinganya.
Lalu David Bryan merangkulku,dan kami pun makan malam bersama.
Karena capek dari luar kota,seusai membersihkan diri,dia langsung terlelap begitu pula denganku.
Hari yang gelap berubah menjadi terang,dimana sang mentari keluar dari persembunyiannya,
Aku pun menjalani aktivitasku seperti biasanya,dan ketiga kalinya aku menemui David Reno,setelah David berangkat ke kantor.
David menuju kantor namun, di tengah perjalanan David ingat ada beberapa berkas yg tertinggal.David pun menyuruh sopir untuk kembali kerumah,
"Putar balik pak,ada berkas yang tertinggal"perintah David yang seketika mendapat sautan dari pak Pras"siap tuan",
Dalam perjalanan balik tak sengaja David berpapasan dengan mobil ku, David pun mempertajam pandangannya melihat mobil ku yang melaju kearah yg berlawanan.
"Apa benar itu mobil nyonya????"tanya David kepada pak Pras memastikan kalau pengelihatanya tidak salah.
"Sepertinya itu benar mobil nyonya,tuan"jawab pak Pras.
"Mau kemana dia pagi pagi dan kenapa tidak meminta ijin???"gumam David.
David spontan membatalkan rencananya untuk pulang, menyuruh pak Pras putar balik dan segera mengikuti mobilku
"Putar balik pak,coba ikuti kemana nyonya akan pergi,aku khawatir terjadi apa apa,"David pun sedikit panik.
Pak Pras pun segera tancap gas agar tidak kehilangan jejakku,hingga di suatu jalan David melihatku masuk kedalam sebuah hunian yg cukup besar dan mewah.
"Rumah siapa ini,ada keperluan apa dia datang kesini???tanpa bilang atau ijin dulu kepadaku???gumam David dengan pikiran yang di penuhi banyak pertanyaan.
__ADS_1
"Apakah kita ikut masuk tuan???."tanya pak Pras membuyarkan semua pertanyaan yang ada di otak David.
"Tidak usah kita tunggu di luar saja" ucap David datar.
Sepuluh menit hingga dua puluh menit menunggu,namun tak ada tanda tanda kalau aku keluar,
David langsung menghubungi Raka, David meminta Raka untuk membatalkan semua jadwalnya dan meminta Raka menghandel semua kerjaan di kantor,dengan alasan ada keperluan mendadak yg tidak bisa di tinggal.
Usai menghubungi Raka,David menunggu lagi cukup lama di seberang jalan.
David yang di penuhi rasa penasaran semakin gelisah dan tidak sabar hingga akhirnya David meminta pak Pras untuk turun dan mencari informasi terkait siapa pemilik rumah mewah itu..
"Pak Pras tolong cari tau,siapa pemilik rumah itu"suruhnya.
Tanpa banyak tanya pak Pras pun segera menjalankan tugas yg di perintahkan David.
Tak berselang lama pak Pras pun kembali dan memberikan informasi bahwa mengenai pemilik rumah tersebut.
"Pemilik rumah tersebut adalah keluarga Pramana tuan"pak Pras pun kembali ke kemudinya.
David agak kaget mendengarnya namun dia tetap mencoba tenang dan semoga ini bukan Pramana yang ada dalam pikiran David.
Karena penasaran David meminta pak Pras untuk mencari info dengan detail terkait keluarga Pramana yang di maksud.
Pak Pras pun kembali mencari informasi sesuai perintah David,
setelah kembali pak Pras secara gamblang memberi informasi yang di dapatnya dan benar saja,keluarga Pramana yang di maksud adalah keluarga David Reno.
David pun shock,tak percaya kalau aku menumui David Reno bahkan sampai ke rumahnya,pikiran David dipenuhi hal hal negatif namun David mencoba tenang,karena tidak ingin melukai ku ataupun anak yang ku kandung,mengingat hal hal yang sudah sudah.
David meminta pak Pras untuk membawanya ke sebuah bar,untuk menghilangkan semua masalahnya sejenak,
David pun duduk seharian menghabiskan beberapa botol minuman,
"Apa kurangnya aku Put,sehingga kamu berbuat begini kepadaku,apa rencanamu dengan David Reno sebenarnya,aku tidak akan membiarkan David Reno mengambil mu darimu,"David Bryan pun sudah tidak kontrol,
Dia mulai berbicara ngawur,
Karena kepalanya sudah sangat berat,dia meminta pegawai bar untuk membookingkan kamar,
Setelah memesan kamar hotel untuk David,pegawai tersebut membantu David untuk kekamarnya,
Dengan sedikit kesadaran,David meminta pegawai tersebut membawakannya beberapa botol minuman lagi.
Minumnya pun berlanjut lagi,hingga David benar tak sadar.
Pak Pras yang khawatir karena seharian tuannya,masuk dan tak kunjung keluar pun menyusul dan bertanya kepada pegawai di bar tersebut terkait keberadaan David.
Setelah mendapat informasi tentang keberadaan David,Pak Pras pun menunggu di loby hotel.
David yang sadar pun bangkit dan minum kembali,dirinya benar benar kacau,
"Brengsek kamu Reno,"David pun melempar botol minuman yang sudah kosong ke lantai hotel.
Dengan sedikit sempoyongan David keluar hotel dengan membawa botol minuman yang masih utuh.
Pak Pras yang melihat David sempoyongan pun memapahnya ke mobil,lalu kembali lagi untuk melunasi segala macam tagihan David.
Tak lama kemudian mobil sudah sampai di pelataran rumah megah David.
__ADS_1
Pak Herman pun panik,melihat pak Pras membopong David yang sudah setengah sadar.
Pak Herman dan pak Pras pun membawa David ke atas.
"Tok..tok...
Pak Herman pun mengetuk pintu,
mendengar suara pintu di ketuk aku bergegeas membukakan pintu.
"Sayang,kamu kenapa????
apa yang terjadi dengan tuan????"tanyaku panik dan sedikit berteriak.
Pak Herman dan pak Pras hanya saling pandang,"tuan minum terlalu banyak nyonya,"
begitulah informasi yang di berikan pak Pras.
Pak Herman dan pak Pras membawa David ke kasur dan setelah itu mereka pamit.
Aku pun bertanya tanya," kenapa David mabuk seperti ini,ada masalah apa???"
Banyak sekali pertanyaan yang muncul di otakku,namun aku sabar menunggu David bangun untuk meminta penjelasannya.
Sebelum tidur,aku menyeka tubuh David dan mengganti bajunya,
Setelah semua selesai,aku pun menyusul David yang sudah terlelap,
aku menatap wajahnya,dalam tidur pun wajah nya melukis kan kalau dia sedang ada masalah.
Sang Rembulan pun pergi pulang karena mentari sekarang yang saatnya bertugas,untuk menyinari dunia
David pun membuka matanya,melihatku di sampingnya yang masih terlelap,
Dengan kepala agak berat David pun bangun lalu mengguyur tubuhnya dengan air hangat,setelah ritual mandinya selesai David keluar dan memakai pakaiannya,
Aku yang membuka mataku,melihat sekitarku dan menemukan David sudah rapi tapi tidak memakai setelan jas nya melainkan memakai pakaian santai.
"Kamu tidak ke kantor sayang???"tanyaku heran.
David melemparkan tatapan serta senyuman kecil padaku.
"Tidak"jawabnya singkat.
"Kenapa???"tanyaku lagi,dengan raut wajah yang tidak karuan.
"Kepalaku masih berat,tidak mungkin aku ke kantor dengan keadaan yang seperti ini???"kata David dengan sedikit sinis.
"Tadi malam kamu kenapa mabuk????apa ada masalah di kantor???"tanyaku yang spontan mendapat kekehan dari David Bryan.
"Iya,ada seseorang yang sedang menguji kesabaranku,"Jawabnya bias yang semakin membuat aku bertanya tanya.
David pun menatapku dengan senyuman sinis
"Kita lihat saja,dengan ada aku di rumah apa kamu berani keluar???mari kita bermain sayang???"batin David dengan tersenyum kecut
"Bagaimana ini,semoga mas David Reno bisa mengerti ketidak hadiranku hari ini"batinku.
"Apa kamu punya agenda keluar sayang????"
__ADS_1
tanya David yang membuat aku bingung,kenapa dia bertanya seperti itu............