
Berkas berkas sudah siap,Fajar dan David ijin untuk ke kantor
"Nitip Fajar ya nak David"kata ibu dengan mengelus Punggung David
David yang tidak mengerti apa yang ibu ucapkan hanya tersenyum
"Ibu nitip Fajar pada tuan,"bisikku pada David
David melihat ibu dan mengangguk,karena bingung apa yang akan di ucapkan.
"Ya sudah bu,kami pamit"ijin Fajar sambil mencium punggung tangan ibu dan ayah,David hanya melihat karena memang di Amerika tidak ada budaya seperti ini,yang ada cupika cupiki.
Mobil David sudah menghilang dari pandangan mata,aku ibu dan ayah masuk ke dalam rumah.
Tak butuh lama untuk sampai di gedung milik David,Fajar hanya melongo karena tempat dia magang merupakan perusahaan bonefit di kota besar.
Saat memasuki kantor para karyawan pun memberi hormat,David yang terkenal dingin hanya mengangguk,
"Mas David dingin juga ya,apa setiap bos seperti ini ya,jaim banget"batin Fajar
David mempersilahkan Fajar untuk masuk ke ruangannya,
Fajar sangat kagum dengan ruangan David,
"Kamu duduk dulu,aku panggilkan Raka"kata David sambil menaruh gagang telpon di telinganya,beberapa saat kemudian Raka pun datang
"Permisi pak,ada yang bisa saya bantu,"kata Raka dengan membungkuk
"Antar Fajar ke mejanya,mulai hari ini dia magang disini,taruh dia di bagian pemasaran,ini berkas berkasnya tolong kamu atur."David menyerahkan berkas Fajar.
"Ayo Fajar,ikut saya,"ajak Raka.
"Mari mas David"pamit Fajar
Mereka pun keluar dari ruangan David,
"Kalau dikantor panggil David dengan sebutan Pak,kita di sini semua sama,dia bos kita bawahan"ucap Raka yang langsung membuat Fajar paham
Chris yang baru datang langsung masuk begitu saja ke ruangan David
"Boz,ada kendala dengan perusahaan kita di Amerika,jadi boz sendiri yang harus turun tangan."Chris melapor
David mengerutkan alisnya dan menghentikan tangannya yang semula di atas keyboard laptopnya
"Ada masalah apa"??tanyanya
"Penggelapan dana secara besar besaran boz,sehingga perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar"kata Chris
"Berani beraninya mereka menggelapkan uang perusahaan,apa mereka ingin cari mati"kata David sambil menggebrak meja.
Chris hanya diam,karena sedang tau kalau bosnya lagi marah
"Saya akan segera mencari tahu siapa dalangnya,semua urusan disini biar Raka yamg handle dulu,namun saya tetap butuh kehadiran boz di Amerika"ucap Chris serius
"Kamu atur saja,besok kita ke Amerika,"ucap David dengan wajah marah.
__ADS_1
Aku seharian mengajak keluargaku jalan jalan,kini waktunya aku kerumah David untuk training jadi istrinya.
"Ibu,ayah,Bunga dan Tirta,mba tinggal dulu ya,ada kerjaan"pamitku pada mereka semua
"Hati hati ya"ucap mereka semua
****
Aku bergegas melangkahkan kaki menuju kamar David,karena aku lihat mobilnya sudah di parkiran.
Saat membuka pintu kamarnya betapa kagetnya aku,melihat koper,setelan jas serta benda penting lainnya berada di atas kasur.
"Tuan Amerika,kamu akan pergi kemana???"dengan wajah yang sedikit takut
"Aku akan kembali ke Amerika,aku tidak punya alasan tetap disini,kamu sampai sekarang belum bisa mencintaiku,"kata David sambil memasukan setelan jas dan juga benda lainnya di dalam koper.
"Terus apa yang kita jalani selama ini kamu anggap apa?"lirihku dengan mata yang berkaca sebisa mungkin aku menahannya.
"Tapi kamu tidak pernah bilang kalau kamu mencintaiku"kata David menghentikan apa yang di lakukannya lalu memagang pundakku.
"Apa karena itu,kamu ingin meninggalkan aku??"tanyaku dengan air mata yang tidak bisa ku bendung lagi.
"Apakah kamu mencintaiku?"tanya David dengan agak keras
"Iya aku mencintaimu,"jawabku sambil membuang muka
"Katakan lagi"suruhnya
"Aku mencintaimu tuan Amerika,"dengan memeluk David sangat erat.
"Yes"kata David dengan senang
"Apanya yang yes"tanyaku dengan curiga lalu mengurai pelukanku.
"Aku bisa mengerjaimu,sebenarnya aku ke Amerika untuk menyelesaikan masalah disana bukan untuk meninggalkanmu,hahahaha"David tertawa lepas
"Tega sekali kamu tuan,"teriaku dengan menangis
"Maaf,hahahaaha"David masih saja tertawa
Aku pun mencubitnya dengan keras tak perduli dia kesakitan atau tidak
"Auwwwww sakit sayang"katanya kesakitam
"Bodoh amat,jawabku ketus
"Tuan berapa lama kamu akan ke Amerika??"tanyaku penasaran
"Sebulan,"jawabnya singkat
"Kenapa lama sekali"tanyaku lagi
"Banyak yang harus aku selesaikan,urusan kantor biar Raka yang handle,Chris juga dirimu akan ikut aku."katanya dengan tersenyum licik
"Aku juga ikut?"tanyaku heran
__ADS_1
"Iya, kau kan asistenku,lagipula training mu masih belum selesai,jangan harap ada kata libur."
"Ok juga,jadi aku bisa menjenguk David Reno"kataku dengan tersenyum
"Apa yang kamu pikirkan,kenapa senyum senyum sendiri,"kata David curiga
"Hanya bingung saja,setelah disana apa yang aku lakukan,"kataku bohong
"Cukup layani aku saja"kekeh David.
"Mesum,"kata lirih yang keluar dari bibirku lalu aku ikut beres beres baju,aku memasukan semua baju yang ada di dalam lemari David.
David yang melihatku pun mengerutkan alisnya sambil geleng geleng kepala.
"Apa kamu ingin pindah ke Amerika sehingga baju, kamu masukan semua"ucap David heran
"Kita kan disana sebulan tuan,"kataku polos
"Kamu pikir aku kehabisan uang sehingga tidak bisa membelikanmu baju disana"kata David heran dengan pemikiranku
"Iya iya,aku keluarkan semua,besok kalau sampai di Amerika kita langusung shoping karena aku tidak akan membawa baju,"kataku agak ketus dan mode memonyongkan bibir pun aktif,ciuman panas pun terjadi,kamu saling mengecap satu dengan lainnya,merasa puas kami pun menyudahinya.
"I love you"kata David sambil mengelap sisa air liurnya di mulutku
"I love you too"kataku singkat yang sontak membuat dia kegirangan
Setelah selesai kemas kemas aku merebahkan tubuhku di kasur,David pun berbaring disampingku dan membisikan sesuatu padaku,
"Apa aku boleh melanjutkan aksi kita kemaren??"tanyanya dengan tersenyum licik.
"Anu tuan,itu aku,,,,"bingung beralasan sambil menggaruk kepala yang tak gatal.
David langsung melancarkan aksinya,satu demi satu kancing bajuku di buka,dengan mulutnya yang mengunci mulutku,lidah David terus menjelajah dalam mulutku,kini bajuku atasku sudah terbuka,kini tanganya memainkan dua benda kenyal di dadaku,sedangkan mulutnya mengekplorasi leherku,barisan warna merah merah pun berjejer rapi disana,sekarang mulutnya bemain di area sensitif dadaku membuatku menggeliat namun lagi lagi ada saja yang mengganggu aksinya
Tok..tok..tok
Mas David,ada pak Chris ucap david dari luar,,
"Shit lagi lagi terjeda,kenapa kalian tidak mengerti??,"David mengusap rambutnya kasar
Aku pun hanya tertawa melihat tingkahnya,
"Selamat,,kataku sambil mengelus dadaku
David pun berjalan keluar,dengan wajah yang sangat kesal dia menuju ruang kerjanya karena pasti Chris menunggunya di sana.
"Kupotong gajimu 75 persen"ancam David
"Kau ini main potong,memangnya apa kesalahanku,"kata Chris membela diri.
"Karena kau datang disaat yang tidak tepat"kata David yang membuat Chris sakin bingung
"Sudahlah lupakan"David yang semakin kesal dengan Chris,
David pun menyudahi dramanya,sekarang mereka membahas tentang rencana untuk ke Amerika besok.
__ADS_1