Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Kehamilan simpatic


__ADS_3

Huek,,huek,,huek


lagi lagi David mengeluarkan isi perutnya,"kamu sebenarnya kenapa sih tuan,"


rasa cemas menggerogoti diriku,sungguh tak tega melihatnya lemas dan pucat seperti ini.


Suara lirih keluar dari mulutnya,"tidak tau,"jawabnya singkat yang membuat aku semakin panik.


Aku menuntunnya keatas ranjang, dan mengambil benda andalanku ketika aku mual,


Aku memgoleskannya di dada,perut dan punggung,,


"Apa ini,"sambil melihat secara intens benda mungil berwarna hijau


"Itu minyak kayu putih,aku selalu menggunakannya ketika mual dan masuk angin"David manggut manggut mendengar penjelasanku


David ternyata menyukai aroma minyak kayu putih,entah mengapa wajah pucatnya berangsur angsur hilang


Tepat jam dua,jet David mendarat di bandara terkenal di kota Jakarta,waktu pendaratan terjeda 2 jam karena tadi kami sempat mendarat di negara lain untuk mengisi bahan bakar dan lain lain.


"Kita menginap di hotel terdekat dulu,kepalaku sangat pusing"kata David sambil memijat mijat kepalanya.


"Kenapa tidak pulang kerumah,kenapa harus menginap di hotel"batinku


Jemputan David sudah menunggu dari tadi,kini kami menuju hotel setempat,namun sebelumnya kami makan dulu di sebuah restoran,ntah kenapa lagi saat para pramusaji menghidangkan makanan,lagi lagi dia sangat pucat dan langsung berlari ke toilet,aku berlari menyusulnya,aku tak memperdulikan kalau itu adalah toilet pria,kini yang aku pedulikan adalah bule di depanku.


"Kamu kenapa tuan!"tangisku pun pecah melihat tubuhnya lemas dan pucat.


Melihatku menangis membuatnya semakin bersalah,diraihlah tubuh kecilku dan dibawa ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku membuatmu cemas,"David menciumi keningku,tangannya pun menghapus air mataku


"Lebih baik kita ke rumah sakit,aku tidak mau terjadi apa apa denganmu,karena tidak biasanya kamu seperti ini,"aku berkata kata dalam isakku"


Setelah membayar atas makanan dan minuman yang tidak kami sentuh,kami menuju rumah sakit terdekat untuk memeriksakan keadaan David.


*****


"Ape penyakitnya Dok?"tanyaku pada dokter dengan wajah cemas tanpa di buat buat


"Sebenarnya suami anda tidak apa apa nyonya,"kata Dokter yang masih sibuk dengan menulis resep.


Aku bertanya lagi karena kurang puas dengan jawaban dokter tersebut


"Kalau tidak sakit kenapa suami saya muntah muntah terus"tanyaku lagi protes akan jawaban dokter sebelumnya.


"Coba Tuan dan Nyonya melakukan pemeriksaan dengan Obgyn,mungkin nyonya akan lebih paham"lagi lagi Dokter ini membuat aku bingung,


"Memangnya kenapa Dok,?Kenapa suami saya harus periksa di Obgyn??"aku merasa geram sendiri karena dokter ini bertele tele,apa hubungannya coba,memangnya David lagi hamil,kok disuruh periksa ke Obgyn.


Wait,Saat mencerna kata kata ku sendiri tiba tiba,,deg...


"Apa maksudnya saya yang hamil dok??"tanyaku agak ketir,

__ADS_1


"Benar nyonya,tuan mengalami kehamilan simpatic,jadi dia merasakan apa yang anda rasakan",kata dokter dengan tersenyum karena pasiennya kali ini sudah mengerti.


"Bahkan saya tidak mengalami hal hal yang dia alami dok?"tanyaku lagi,


"Tuan dan Nyonya bisa langsung berdiskusi dengan Obgyn untuk lebih jelasnya"kata Dokter tersebut sambil memberikan resep pada kami


David bertanya kepadaku,karena memang percakapanku dengan dokter tersebut menggunakan bahasa Indonesia sehingga dia tidak mengerti


"Jadi apa yang salah denganku,"kata David yang membuat aku tersenyum sinis.


"Salahmu adalah,karena menggagahiku sehingga kini benihmu ada di perutku"kataku agak fulgar yang langsung membuat David langsung memelukku.


"Yakin???ada anakku di sini?Tangan David mengelus elus perutku


Aku hanya mengangguk dengan mata berkaca.


Ntah apa yang kurasakan,disisi lain aku merasa senang akan ada mahkluk mungil yang akan hadir namun disisi lain aku sedih mengingat aku dan David belum menikah,apalagi kalau sampai orang tuaku tahu.


Sepanjang jalan menuju Ruang dokter kandungan,aku hanya melamun.


Setelah melakukan pemeriksaan,kami menebus obat di apotik dan pulang.


Kami tidak jadi menginap di hotel,tiba tiba David berubah pikiran.


"Lebih baik kita pulang saja"kata David dengan tangan yang terus mengelus perutku bahkan dia trus menciumi perutku.


"Tuan,apa kamu tidak malu dengan pak sopir"kataku yang sontak membuat sopir kami kaget


"Tidak apa apa nyonya"celetuk sopir di depan.


"Saya Pras nyonya,"jawabnya sambil mengangguk,


"Ya udah mulai sekarang saya panggil pak Pras ya"Kataku dengan tersenyum


Hanya senyuman yang di tunjukan pak Pras.


David menjatuhkan kepalanya di pahaku dan trus menciumi perutku.


"Aku tidak sabar,untuk membuka penutup ini supaya leluasa mencium calon bayiku disana"


David semakin menenggelamkan wajahnya diperutku


Cukup lama di mobil,akhirnya kami sampai juga di istana David,


Fajar dan Raka menyambut kami,karena pasti David mengabari kalau kami akan kembali hari ini.


"Tanpa menunggu David aku langsung berlari menuju Fajar,dan langsung memeluknya


David mematung disamping mobil,melihatku marah,,


"Put,sudah dramanya lihatlah David menatapku dengan tatapan mematikannya."


Deg,,,,,bukankah ini suara mas Raka,

__ADS_1


perlahan aku melepaskan pelukannku,,


Rasanya aku ingin menghilang,bagaimana tidak! karena aku salah memeluk orang,,


"Mbak Puput baik baik saja kan??"kata Fajar mengembalikan lamunanku,


David berjalan menghampiriku dengan wajah merahnya.


"Maaf tuan aku salah peluk orang"aku sangat ketakutan namun berbeda dengan Raka,dia terlihat sangat tenang


"Jangan coba coba memeluknya lagi,atau ku patahkan tanganmu"ancam David pada Raka.


"Welcome boz,"bukannya menjawab ancaman David Raka malah mengucapkan selamat datang,


David hanya berdehem,seolah tau kalau Raka mengalihkan pembicaraan.


Bagaimanapun juga memang yang salah adalah diriku.


Selesai dengan drama yang tidak jelas kami pun akhirnya masuk kedalam,karena memang kami tadi di teras.


"Raka ikut ke ruang kerja ku,biarkan PuPut dan Fajar melepas kangen."titah David pada Raka.


Dua lelaki tampan itu pun menghilang di balik dinding,aku cerita banyak pada Fajar menceritakan semua apa yang aku lakukan di Amerika,namun yang aku ceritakan adalah hal yang indah indah, sedangkan kejadian melow dengan David Reno biarlah jadi rahasia buatku.


Dibagian lain,dua lelaki tampan itu membahas sesuatu dengan wajah yang sangat serius


"Bagaimana kabar perusahaan Raka???"tanya David basa basi walaupun sebenarnya David tau keadaan perusahaannya,karena selama di Amerika David selalu memantaunya.


"Baik boz,bahkan keuntungan kita naik 2x lipat"


Raka menjelaskan lagi walapun Raka sudah memberi laporan sebelumnya


Raka aku meminta bantuanmu,bisakah kamu menolongku??"pinta David pada Raka


"Apa itu"tanya Raka balik


"Tolong jemput kedua orang tua Puput kesini"perintah David dengan wajah memohon,walaupun tidak memohon Raka akan tetap melakukannya.


"Mereka baru kembali ke kota mereka seminggu yang lalu kenapa sekarang di suruh kesini lagi???tanya Raka heran.


"Puput hamil,aku tidak mau mengambil resiko untuk membawanya pulang,mengingat rumah PuPut lumayan jauh dari kota Jakarta.


Mendengar kalau aku hamil Raka sangat kaget,ingin sekali menonjok David,karena sudah membuatku hamil di luar nikah,namun bagi bule hal seperti ini sah sah saja.


Walupun geram,namun Raka juga tidak bisa berbuat apa apa


"Baiklah,setelah ini aku akan menjemput orang tua Puput,"kata Raka membuat David tersenyum


"Terima kasih Raka"David memeluk Raka sambil menepuk punggung Raka,


"Kenapa kalian suka sekali memelukku"Ucapan Raka sontak membuat David melepaskan pelukannya


Mereka berdua pun tertawa,pemandangan yang indah untuk di lewatkan,karena tak ada yang di bicarakan Raka pamit karena ingin segera melaksanakan titah David,,

__ADS_1


"Lihatlah boz setelah ini,kamu pasti akan kena semprot keluarga Puput,batin Raka dengan senyum yang indah.


__ADS_2