Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Aku rindu


__ADS_3

Seminggu sudah David berkutat dengan pekerjaannya di kota seberang dan sekarang waktunya kembali,baik David ataupun aku tidak ada komunikasi sama sekali,aku yang masih kesal karena David pergi tidak bilang,ditambah lagi gengsi untuk menghubungi David pun lebih memilih menahan rasa rindu di hatiku,


Dengan sedikit malas,aku melangkahkan kaki masuk rumah David,banyak yang kupikirkan sampai tidak sadar kalau ada art yang sedang menyapu lantai.


"Pagi nona,"sapa Bibi yang sedang menyapu lantai


Aku hanya diam tak menjawab sapaan bibi,karena memang banyak yang aku pikirkan,sehingga bibi pun mengulangi sapaannya


"Pagi nono"dengab sedikit keras.


Aku yang sadar dari lamunanku pun menjawab sapaan bibi dengan tersenyum


"Pagi juga Bi...."


Bibi yang melihat wajahku kusut pun tak bertanya apa apa lagi,


"Lebih baik aku ke kamar David"batinku dengan wajah di tekuk.


Ceklek....


Aku melihat seorang tidur dengan manis di ranjang,


seketika hatiku berbunga hingga aku melangkahkan kakiku dengan cepat dan menghampiri ranjang dimana David Bryan tidur.


"Tuan Amerika,kamu sudah kembali?"ucapku dengan wajah yang berseri.


Karena masih tidur tentu David tak mendengar pertanyaanku.


Aku pun duduk disampingnya,


"Tuan bangun tuan,sudah siang,saatnya pergi ke kantor"kataku sambil menarik selimutnya.


David Bryan yang masih malas,menarik selimutnya kembali,tanpa membuka matanya sambil berkata


"aku masih mengantuk,satu jam lagi aku akan bangun".


Aku yang merasa di abaikan pun kesal dan tetap bersikeras membangunkan David Bryan.


"Aku tidak peduli,pokoknya kamu harus bangun"dengan menekukan wajah.

__ADS_1


Terganggu dengan kata kataku akhirnya David Bryan pun bangun walau dengan malas.


"Bisa tidak kamu tidak menggangguku,aku masih ngantuk,"gerutunya mencoba membuka mata walau masih berat.


"Aku kangen tuan Amerika,kamu jahat meninggalkan aku tanpa bilang terlebih dahulu"Ucapku dengan mata yang berkaca kaca.


Dengan tersenyum David Bryan membawaku dalam pelukannya.


"Maafkan aku,"jawabnya singkat serta lirih.


"Aku merindukanmu tuan Amerika,setiap hari hari aku seperti orang bodoh,kesini hanya untuk melihat kamu sudah pulang atau belum"kataku dengan air mata yang sudah meleleh.


Lagi lagi David Bryan hanya tersenyum,karena rencananya ternyata berhasil


"Aku tahu kalau setiap hari kamu kesini"kata David singkat.


Dengan penasaran aku pun bertanya


"Bagaimana kau bisa tahu?"


David menunjuk CCTV yang di pasangnya disudut kamarnya.


"Tuan Amerikaaaaaaaaaa"teriakku menggelegar.


"Jaaaadi kaaaamu tahu aku ganti baju disini?,"ucapku terbata dengan wajah sangat malu serta kesal.


"Ya iyalah tentu aku tahu,"ucapnya enteng


Aku yang merasa dia sudah melihatku polos pun menangis sejadi jadinya,aku sangat malu dan juga kesal dengan David Bryan.


"Sudah lah jangan menangis,cepat atau lambat aku juga akan melihatnya,aku kan calon suamimu,"godanya dengan terkekeh tanpa rasa bersalah.


Aku memukul lengan David,kini rasa rinduku kalah dengan rasa kesalku,"seandainya aku tahu kalau dia memasang CCTV tentu aku tidak akan mungkin masuk kamarnya."batinku masih dengan mode kesal.


"Apa kamu sangat merindukan aku?"tanyanya dengan menatapku.


"Tadinya iya,namun sekarang tidak"ucapku kesal mode memonyongkan bibir pun aktif kembali


Cup...

__ADS_1


awalnya sebuah kecupan, lama lama kami saling beradu sehingga ciuman kami menjadi ciuman panas,karena kehabisan nafas akhirnya kami pun menyudahinya.


"I love you"kata David sambil mengecup keningku.


Aku hanya diam karena bingung harus menjawab atau tidak.


Aku memang mencintai David Bryan namun jauh di lubuk hatiku masih ada David Reno disana yang sangat sulit di hatiku.


"Aku tahu kalau di hatimu masih ada David Reno di sana,namun aku tak akan menyerah karena aku yakin oneday hati itu akan menjadi milikku"bisiknya lalu menenggelamkan wajahnya di leherku.


"Terima kasih"lirihku karena aku menahan geli akibat bulu bulu yang tumbuh di sekitar mulutnya.


"Setidaknya aku sekarang tau kalau ada cinta untukku di matamu,"batin David.


Aku yang tak kuat menahan geli pun menangkap wajahnya dengan tanganku,sambil berkata"sudah,geli ni tuan".


Sontak David pun semakin mengerjaiku,hingga perutku sangat kaku.


*****


Hari ini David off,lagi lagi dia menyerahkan tugas tugas kantor kepada dua asistennya itu,


hari ini aku dan David akan menghabiskan waktu bersama,walaupun hanya seminggu namun bagiku seperti berbulan bulan.


Di sisi lain,Raka dan Chris masih di pusingkan dengan pekerjaan mereka masing masing,pekerjaan yang seharusnya selesai harus tertunda karena ketidakhadiran David.


"Lama lama aku gedek sama si boz,seenaknya sendiri,aku pecat jadi boz baru tahu rasa"gerutu Chris sambil membuang berkas di sofa.


Raka yang tau temannya mengeluh pun hanya tertawa.


"Hahahaha,sebelum kamu yang memecatnya kamu yang di pecat terlebih dulu dan di deportasi kembali ke Amerika"kata Raka.


"Kalau orang sudah kena virus cinta,ya gini mata,pikiran,hati dan otak hanya cinta cinta dan cinta,memangnya hidup cukup dengan cinta,proyek ratusan milyar pun di tinggal demi cinta,"Chris mengeluarkan kekesalannya pada David.


Raka pun bangun dari tempat duduknya pindah ke sofa dekat Chris.


"Tak kusangka kamu sungguh puitis Chris,kelihatannya kamu pernah punya masalah dengan cinta atau jangan jangan kamu cemburu dengan Puput,karena si boz meninggalkanmu,hahahaha"ledek Raka yang membuat Chris semakin kesal


"Kau pikir aku tidak normal!!"kata Chris yang semakin emosi

__ADS_1


"Calm down bro,ini hanya dugaanku saja"kata Raka sambil tertawa


Raka dan Chris memang selalu berdebat,Raka yang dalam menghadapi masalah selalu tenang dan santai berbeda dengan Chris yang lebih cenderung dengan emosi,bahkan terkadang memarahi David boznya,namun dalam kerjaan mereka berdua selalu kompak dan selalu bisa diandalkan David Bryan.


__ADS_2