Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
David bryan lebih kejam


__ADS_3

David bryan menuju keruangannya yang diikuti Raka dan asistennya yang di bawa dari Amerika.


"Mr.Raka saya minta semua laporan perusahaan setaun terakir,aku ingin melihat perkembangannya,sebelumnya tolong translate ke bahasa inggris supaya saya dengan mudah memahaminya langsung kirim by email."


Kata kata nya sopan nmaun tegas.


Raka membungkukan badan dan langsung mengerjakan apa yang di suruh pak David bryan,


namun karena ada tugas lain mas Raka menyuruhku untuk mengerjakan semua laporan.


"Put,ada tugas buat kamu,"kata mas Raka yang tiba tiba masuk ruanganku.


"Apa mas"tanyaku lalu menoleh ke arah mas Raka


"Salin semua laporan selama satu tahun dan translate ke bahasa inggris."


Aku pun melotot,kaget karena tugas yang di berikan sangat banyak apalagi harus di translate ke bahasa inggris.


"Jangan kaget,kerjakan saja atau kita nanti dapat sembrot dari David 2."


kata Raka sambil terkekeh.


"Jadi kau memanggilnya David 2 sekarang,,"dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.


"Iya,hahahahaha.." mereka tertawa lepas


Aku pun segera mengerjakan perintah si boz Amerika,Jam makan siang tiba namun perkejaanku belum selesai.


Didalam ruangannya,David Bryan yang tidak sabar menunggu laporan pun beranjak dari kursi panasnya.


"Kenapa laporannya belum juga aku terima"katanya yang membuat kaget Raka,


"Mungkin belum selesai pak,mengingat tugasnya sangat banyak"kata Raka membela lalu kembali lagi dengan tugas yang dia kerjakan sekarang.


"Siapa yang mengerjakan laporannya???"tanya David Bryan.


"Meneger keuangan pak!!"jawab Raka.


"Di mana ruangannya"tanya David Bryan dengan sedikit kesal,sehingga dia sendiri yang akan mendatangi meneger keuangan.


Setelah mendapat arahan dari Raka,David Bryan lalu mendatangi ruanganku.


Dengan sedikit kesal David duduk di kursi di depanku,sehingga kami saling berhadapan.


Dia memandangiku dengan ekspresi kesal.


"Tau alasan kenapa aku kemari????"katanya dengan tegas.


"Taaaauuuu pak"jawabku dengan sedikit takut pasalnya dia memasang wajah marah.


"Mana laporannya,kenapa membuat aku menunggu sangat lama,aku paling tidak suka menunggu,hanya copy paste lalu translate kenapa sangat lama,kamu pikir aku jauh jauh dari Amerika kesini untuk menunggu pekerjaan kamu yang lelet????"kata David sedikit berteriak lalu memijat pelipisnya.


"Dia pikir pekerjaan yang kau berikan sedikit,sehingga aku secepat kilat menyelesaikan semua,"umpatku pada David 2 menggunakan bahasa Inggris sehingga dia tahu maksudnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan,"dengan tatapan yang sangat tajam


Brak...suara meja digebrak.


"Sekali lagi kau mengataiku,akan ku buang kau ke Afrika,"ancamnya dengan tatapan tajam.


Sontak aku pun menangis,,"im sorry" hanya kata itu yang keluar di mulutku.


"Aku tidak suka dikatai,aku bozmu disini,selesaikan tugasmu dengan cepat atau kau akan ku turunkan jabatanmu,"ancamnya dengan menatapku dengan tatapan setajam silet.


"maaf boz Amerika maafkan aku,secepatnya akan aku selesaikan."


kataku memelas.


David menyunggingkan senyuman licik,aku suka panggilanmu kepadaku,


"Selesaikan tugasmu dan datang keruanganku,"David Bryan beranjak keluar dengan sedikit membanting pintu.


Aku pun membersihkan air mataku,


"Silahkan kalau mau menurunkan jabantanku kamu pikir aku gila jabatan dan takut padamu,memangnya kamu siapa?Tuhan??sok berkuasa,dasar orang Amerika aneh,,aku sumpahin bucin sama orang Indonesia tau rasa!!!"aku merutuki David Bryan karena kesal dengannya.


Tak sampai dua jam,aku sudah menyelesaikan semua tugasku,lalu aku mengirimnya langsung ke emailnya dan menindahkan ke flasdisk siapa tau dia butuh copyan nya.


"Raka,where are you...help!!!!"


batinku berharap Raka datang dan menolongku dari Si boz Amerika jutek.


Tok..tok..tok...


"Masuk,"suara keras dari dalam ruangan.


"Ya Allah suaranya seperti terompet sangkakala"


batinku.


Aku melangkahkan kakiku sampai di meja kerjanya.


"Laporannya sudah saya kirim pak,dan ini salinannya disini siapa tua bapak membutuhkannya,"dengan sedikit gugup karena takut.


"Ehem.."David 2 hanya berdehem tanpa melihat ke arahku.


"Kalau tidak ada yang perlu saya kerjakan lagi saya permisi pak,saya akan melanjutkan pekerjaan saya,"kataku dengan menundukan kepala.


"Tunggu di situ sampai aku selesai memeriksa laporannya."


dengan ekspresi wajah datar dan tentunya dengan tangan yang masih memegang kertas.


"Apa?????menyuruhku berdiri disini sampai dia selesai!!ni orang punya otak kagak ya,apa semua orang Amerika seperti si David bryan,


ya allah tolong hambamu ini,,"umpat dan doa jadi satu aku ucapkan,sungguh aku ingin pergi dari ruangan ini.


Sudah 30 menit aku menunggunya memeriksa laporan,perutku yang sangat lapar karena tadi pagi dan siang ini aku belum makan,di tambah sikapnya yang membuat aku agak tertekan membuat tubuhku mengeluarkan keringat,padahal ruangan ini cukup sejuk.

__ADS_1


Pusing pun menghampiri kepalaku,aku pun memberanikan diri untuk meminta kasiannya supaya di perbolehkan duduk.


"Ma...af pak,boleh saya duduk??"masih dengan mode kepala tertunduk.


"No,"jawabnya singkat padat jelas keras,membuat aku tersentak.


Aku sudah tidak kuat lagi,,kepalaku sudah berputar putar,mataku pun gelap dan bruk suara tubuhku yang tumbang.


David 2 pun langsung berdiri dan menggendongku di sofa.


"Heh,,stupid manager bangun,,"sambil menepuk nepuk pipiku.


"Apakah wanita Indonesia begitu lemah berdiri 30 menit sudah pingsan,calm down David,"gumam David sambil mondar mandir,


Akhirnya dia menelpon Raka untuk di panggilkan seorang dokter keruangannya.


Tak berapa lama dokter pun datang dan memeriksaku.


"Dia kenapa??"tanya David ke dokter dengan ekspresi sangat cemas.


"Dia hanya kekurangan energi,kelihatannya dia belum kemasukan makanan apapun hari ini,dengan kondisi perut kosong dan melakukan aktifitas yang menguras energi, membuatnya lemah dan pingsan."


kata dokter menjelaskan.


David pun menyimak kata kata Dokter dengan serius,dia menyesal telah membuat bawahannya pingsan.


"Saya permisi dulu pak,"pamit dokter yang membuyarkan lamunan David.


David menyuruh asistennya Chris untuk membawakan makanan keruangannya,


aku yang sudah sadar pun mencoba bangun namun kepalaku masih terasa berat,


David pun menghampiriku,aku yang sudah sadar pura pura masih pingsan supaya dia tidak menyuruhku berdiri lagi.


"Ehem...sudah jangan pura pura, aku sudah tau kalau kau sudah sadar."


kata david menyentakanku


Aku yang sangat malu mencoba membuka mataku,,


"Maaf,,"lirihku sambil mencoba untuk bangun


"Bisakah kau tidak memaksakan dirimu,kalau masih pusing berbaring saja,"sambil melirikku


"Saya sudah tidak apa apa,hanya sedikit pusing saja,,"dengan tangan yang membereskan rambutku dan berdiri.


"Mau kemana???"tanyanya kasar dengan ikut berdiri.


"Kembali ke ruangan saya pak,,"kataku dengan gemetar.


"Tunggu makananmu setelah itu kamu baru boleh keluar,aku tidak mau kamu pingsan lagi sehingga aku harus dua kali mengeluarkan dolar untuk memanggil dokter""tangan David menarikku sehingga aku terjatuh di sofa.


"Orang Amerika ini gak ada halus halusnya,sudah kejam,kasar,pelit pula"batinku yang dari tadi merutuki David Bryan.

__ADS_1


__ADS_2