
Kami menoleh bersamaan lalu tertawa,ternyata suara pintu balkon yang lupa tidak aku kunci,akhirnya hasrat yang tadinya sudah di ubun ubun kini pun terlupakan,
Biar tidak terulang lagi,David pun beranjak lalu menutup serta mengunci pintu balkon,
"Sayang jadi bagaimana ini,continue atau tidak"tanyaku dengan terkekeh.
"Kita continue besok saja ya,kelihatannya kamu juga sangat capek,"David pun merebahkan dirinya di sampingku lalu menutup mata.
"Yang capek tu aku atau kamu sayang,"kataku terkekeh lalu mencium keningnya
"Selamat tidur ya sayang,i love you"kataku lalu ikut merebahkan diri.
David pun tersenyum mendengar kata kata ku,namun karena badannya sangat capek,dia enggan membuka mata dan menggerakan bibirnya walaupun menjawab kata kataku.
**********
Di Indonesia menunjukan pukul satu dini hari sedangkan di belahan bumi yang lain menunjukan pukul satu siang,perbedaan waktu dua belas jam.
Di Bandara Internasional John F kennedy,Elizabeth mengantarkan David Reno,karena David Reno hendak ke Indonesia.
"Setelah urusanmu di sana selesai,langsung balik,jangan lupa obatnya di minum,ingatanmu baru hampir pulih,jadi jangan memaksa memgingat apapun"Elizabeth nerocos karena khawatir dengan David Reno.
Sebenarnya dia tidak setuju David Reno pergi ke Indonesia,namun karena dia bersikeras ingin menyelesaikan masalahnya jadi mau gak mau Elizabeth harus setuju.
"Iya iya sayang,aku akan cepat kembali,so dont worry baby"kekehnya lalu mencubit hidungku.
Sekilas bayangan tentang diriku pun muncul,tawaku,tangisku semua memenuhi kepala David,
"Puput...!!"David berteriak sambil memegang kepalanya.
"Ada apa David,apa kamu mengingat Puput lagi???"tanya Elizabeth khawatir.
"Iya,Puput selalu saja muncul dalam ingatanku,"katanya menahan sakit.
"Lebih baik keberangkatanmu di tunda saja,aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan kondisi seperti ini,"Elizabeth pun meminta David untuk menunda keberangkatannya.
"Tidak,aku akan menyelesaikan urusanku secepatnya,"kata David
"Ya sudah,namun hati hati,jangan memicu apa apapun yang membuat kamu sakit kepala lagi."Kata Elizabeth dengan pasrah.
David Reno hanya tersenyum lalu beranjak masuk,karena pesawatnya akan lepas landas.
Elizabeth pun berjalan keluar bandara,namun sebelumnya dia mengirim pesan pada Raka kalau David Reno sudah berangkat.
"Good luck David Reno"gumam Elizabeth lalu mengendarai mobilnya.
************
Malam pun berganti,dimana sang mentari membentangkan sayapnya yang terang dan menyilaukan,dimana waktu sudah menunjukan pukul tujuh Waktu Indonesia Barat,
perlahan David membuka matanya,
"Ah..pagi datang dengan cepat sekali,"gumamnya lalu menolehku.
__ADS_1
"Selamat pagi bidadari ku,i love you too"David pun mencium keningku lalu beranjak menuju kamar mandi.
Setelah mandi dan siap dengan setelan jas nya,David turun untuk sarapan,
"Morning semua"David pun menyapa Ibu,ayah dan juga Bunga.
"Morning mas David"jawab Bunga dengan clingukan.
"Kakak kamu belum bangun,kelihatannya dia masih ingin tidur"jawab David sambil tersenyum.
Ibu yang tidak mengerti pun bertanya
"Apa yang kaka iparmu katakan Bunga??"
"Dia bilang kalau mba Puput,belum bangun kelihatannya mba Puput masih ingin molor,begitu kata mas David bu!,"Bunga menjelaskan pada ibu
"Bener bener deh ya,anak kamu satu itu,untung David punya stok sabar yang banyak coba kalau tidak,bisa di tendang"ibu pun mengomel ngomel.
"Sudahlah bu,jangan mengomel mungkin bawaan bayinya"kata ayah mencoba menenangkan ibu.
Di dalam kamar aku yang kembali dari dunia mimpiku pun,mencoba mencari keberadaan David,
karena tidak menemukan David aku pun turun dan ternyata dia sudah berkumpul dengan keluargaku,dan sudah memakan sarapannya.
"Sayang,kenapa tidak membangunkan aku???"kataku berjalan ke arah David
David pun menoleh,lalu berkata"kelihatannya tidurmu sangat nyenyak jadi aku tidak ingin mengganggunya."
"Sarapan dulu sayang,"David pun mengecup keningku lalu mengelus perutku.
Ibu yang sejak tadi sudah geram pun angkat bicara,
"Enak ya,sudah bangunnya siang,bangun bangun dilayani suami,"
"Iya bu,maaf maaf semalam Puput tidurnya telat,David baru pulang jam setengah satu."aku pun membela diri.
"Alasan saja"kata Ibu singkat.
Aku pun hanya terkekeh karena memang aku yang salah.
"Sayang aku berangkat dulu ya,hati hati di rumah"mata David lalu menciumku.
"Sayang,"panggilku sehingga menghentikan langkah David
David pun kembali ke tempat semula dan duduk kembali,"ada apa sayang"tanyanya
"Begini,ibu dan ayah hari ini akan pulang,hendak mengurus persiapan pernikahan kita lalu bagaimana dengan berkasmu??"tanyaku.
"Nanti siang orang suruhanku dari US baru datang dengan membawa berkas berkas yang aku minta,kemungkinan besok atau lusa CNI nya jadi,
Setelah itu baru bisa mendaftarkan ke pengadilan agama,biarkan orang suruhanku yang mengurusnya kenapa ibu dan ayah harus repot,"kata David menjelaskan.
"Sebenarnya CNI itu apa sih sayang"tanyaku sambil terkekeh.
__ADS_1
David pun menepuk keningnya sendiri lalu menjelaskan
"CNI adalah surat keterangan bahwa aku masih lajang atau tidak dalam terikat sebuah pernikahan"
Aku yang paham pun mengangguk,
Sebelum berangkat David mengeluarkan kartu warna gold kepadaku.
"Ini kartu kredit,kasihkan ibu,jadi ibu bisa menggunakannya untuk biaya persiapan pernikahan kita di sana."
"Iya sayang terima kasih,"kataku lalu mengasihkan kartu tersebut kepada ibu,yang tentunya ibu belum tahu kartu apa itu.
"Ya sudah sayang,aku berangkat dulu,pagi ini ada meeting dengan para staff"David menciumku lagi lalu pergi.
Ibu yang masih penasaran pun bertanya setelah David berangkat
"Ini kartu apa Put,??
"Kartu kredit bu,dengan kartu ini ibu bisa menggunakannya untuk mempersiapkan segala sesuatunya bu"kata ku menjelaskan.
"Subhanallah Put,David sungguh pengertian,sumpah mantu idaman banget kan yah.."ibu pun memuji David.
Aku,ayah dan Bunga terkekeh,
"Mba Puput beruntung banget ya,dapat mas David,Bunga di doakan dong bu,supaya besok kalau sudah dewasa dapat suami seperti mas David,"celetuk Bunga.
"Setiap saat setiap waktu,ibu itu selalu mendoakan anak anak ibu,supaya anak ibu menjadi orang yang sukses semua,amin"doa Ibu
Kami pun mengaminkan doa ibu,
"Semua tergantung amal ibadah juga,"timpalku lalu tertawa.
"Mba Puput kok gitu sih,Bunga kan juga rajin beribadah mba"Bunga pun lesu mendengar kata kata ku.
"Sudah sudah,ibu dan ayah siap siap dulu ya,"
Ibu dan ayah pun ke kamar untuk berkemas,
meninggalkan aku dan Bunga yang masih asik dengan makanan kami.
David,Chris dan Raka berkumpul untuk menyiapkan materi meeting,
"Kelihatannya sekarang sangat cerah,berbeda sekali dengan kemarin"celetuk Chris yang membuat David melemparkan tatapan tajam.
"Semalam pasti sudah dapat jatah,sehingga sekarang sangat cerah"timpal Raka.
David yang malas meladeni ocehan kedua asistennya tersebut pun memainkan ponselnya,
Raka dan Chris pun juga ikutan memainkan ponselnya,
Saat membaca pesan pesannya,"Raka tersenyum cerah"
Sehingga membuat Chris dan David bertanya tanya.....
__ADS_1