
Sangking asyik mengobrol tak terasa hari semakin larut,Elizabeth pun pamit untuk kembali ke kamarnya.
Setelah kepergian Elizabeth,aku menyandarkan kepalaku di bahu David Bryan.
"Adik kamu menyenangkan ya tuan Amerika,"
"Ya begitulah Elizabeth,dia wanita periang dan mudah bergaul dan aku pun sangat menyayanginya"David meletakan tangannya di pinggulku.
Kami pun membicarakan Elizabeth,banyak yang ingin aku ketahui tentang Elizabeth.
Mata kami lama lama semakin berat,akhirnya kami pun menuju ranjang untuk menikmati mimpi kami masing masing.
Pagi pun menyapa di kota New york,dimana rutinitas pagi pun di mulai,
Aku yang bangun terlebih dahulu, beranjak ke kamar mandi lalu di susul oleh David yang baru bangun tidur.
Setelah menyiapkan pakaian David Bryan,aku pun turun untuk menghirup udara segar di depan rumah David.
Saat sampai di ruang tamu,aku di kagetkan oleh Chris yang sudah menunggu David.
"Halo Chris,apa kamu menunggu Tuan Amerika??"tanyaku sambil mendudukan tubuhku di sofa.
"Tidak,aku menunggumu,"goda Chris sambil terkekeh
"Kamu ada ada saja,ngapain juga kamu menungguku,"gerutuku sambil melempar bantal sofa ke Chris.
Chris pun mengelak,
"gak kena??"ejeknya sambil menjulurkan lidahnya
"Kamu tu ya Chris,"aku agak berteriak geram pada Chris.
Kami pun asik ngobrol sehingga tak mengetahui kalau ada David,
"Ehem..ehem.."David pun berdehem
"Eh tuan Amerika,ni di tunggu Chris daritadi"kataku dengan menyeret tuan Amerika supaya ikut duduk bersama kami.
"Jangan macam macam,Puput milikku awas saja kalau kau mendekatinya,"David mengancam Chris
"Ya ela boz,Calm down..Puput bukan tipeku"timpal Chris
"Asisten sendiri di cemburui,dasar bucin"kataku dengan tertawa.
Akhirnya kami pun sarapan bersama,setelahnya
David dan Chris pun pergi kekantor,awalnya aku ingin ikut namun mereka melarangku,katanya ada yang harus segera di selesaikan.
"Apa mungkin ini ada hubungannya dengan orang yang di pukuli David kemarin ya"batinku
Cup,,,
Kecupan di kening mengagetkan lamunanku,
"Nyonya David apa yang kau lamunkan!!"tanya Chris
"Dirimu,"jawabku singkat sontak membuat David melototiku
"Ampun tuan,,"kataku sambil terkekeh.
Chris hanya tertawa melihat tingkah laku kami berdua,
Sebelum berangkat aku mencium punggung tangan David dan memintanya untuk menunduk.
Cup...kecupanku mendarat di keningnya.
__ADS_1
David sempat kaget namun dia bersikap biasa.
Lalu David dan Chris melangkahkan kaki mereka untuk pergi ke kantor.
Aku pun juga ingin kembali ke kamar,saat hendak melangkahkan kaki ke kamar,Elizabeth keluar dengan gaya dokternya
"Pagi kakak ipar,bagaimana malammu??"basa basi Elizabeth
"Baik,bagaimana malammu?"tanyaku balik
"Aku tidak bisa tidur nyenyak kak"jawabnya dengan lesu
"Kenapa?"tanyaku lagi
"Aku sedang memikirkan seseorang kak"kekehnya
"Jadi kamu jatuh cinta!"godaku yang ikut terkekeh
Kami pun tertawa,dia sedikit ngobrol denganku lalu dia berpamitan pergi ke rumah sakit.
Aku pun kembali ke kamar David,bosan tidak melakukan apa apa akhirnya aku memutuskan untuk berkeliling rumah David,
merasa cukup berkelilingnya aku kembali ke kamar,dan menyalakan TV,niat awalnya melihat TV namun berubah menjadi TV yang melihatku karena aku lebih asik bermain ponselku.
"Tuan,aku bosan!tak bisakah kau pulang cepat?"pesan ku pada David
Cukup lama David baru membalas pesanku
"30 menit lagi aku pulang,bersiaplah kita akan mengunjungi David Reno"balasan dari David
Aku pun segera ganti baju dan memoles wajahku secara natural,
ntah kenapa aku agak gugup apa karena rasa itu masih ada,entahlah....
Aku menunggu David di teras rumahnya,selang berapa lama David pun datang,tanpa turun, dia melambaikan tangan memintaku untuk naik.
"Siap tuan,"jawabku singkat karena aku agak gugup
Membutuhkan waktu agak lama untuk sampai ke rumah sakit David Reno di rawat,
mobil mewah David kini terparkir rapi di parkiran rumah sakit megah di kota New york
David bertanya pada resepsionis dimana David Reno di rawat,setelah mengantongi informasi kami melangkahkan kaki menuju ruangan David Reno
Saat David membuka pintu,aku melihat David Reno duduk,dia kelihatan sehat dan segar.
"Mas David,,"panggilku
Orang tua mas David melihatku,mereka kelihatan kaget dengan kedatanganku
"Puput,kamu kok bisa disini?"tanya mama David,
Aku pun langsung memeluk mama David Reno,air mataku pun pecah.
"Tante boleh saya bicara dengan mas David Reno??"ijinku pada mama mas David Reno.
Mama mas David hanya mengangguk,dan menggandengku mendekati mas David Reno.
Aku ingin sekali memeluknya,sungguh aku sangat merindukannya.
"Mas bagaimana kabarnya,lama kita tidak bertemu,"sapaku dengan tersenyum menahan tangisku.
David Reno hanya menolehku sekilas dengan pandangan yang
datar,aku yang tak kuasa pun memeluk David Reno dengan menangis,"mas maafkan aku gara gara untuk membeli cincin itu kamu harus seperti ini,hiks..hiks,,,"
__ADS_1
David Bryan melihatku dengan ekspresi yang sulit di artikan,aku tidak memperdulikan David Bryan,karena aku sangat sangat rindu dengan David Reno,namun David Reno melepaskan pelukanku,
"Kamu siapa?kenapa tiba tiba memelukku..????"kata David yang tak suka aku memeluknya.
Aku hanya menangis,sunggub sakit sekali rasanya
David Bryan yang melihatku menangis pun mendekatiku dan memelukku.
"Sudahlah,dia tidak ingat dirimu lagi,jangan memaksakan diri."David Bryan semakin memelukku dengan erat lalu mencium keningku.
Mama dan Papa mas David Reno melihat kami dengan tanda tanya,pasalnya bingung apa hubungnku dengan David Bryan.
"Pak Pramana maafkan kehadiran kami yang mengganggu istirahat anak bapak."kata David Byan dengan ekspresi sulit diartikan.
"Iya tidak apa apa pak David Bryan"timpal pak Pramana.
Tiba tiba pintu ruangan pun terbuka,
"David?ngapain kamu disini?"tanya Elizabeth bingung.
"Kamu sendiri ngapain di ruangan ini"tanya balik David Bryan.
"Ini pasien aku,"jawab Elizabeth
Saat melihat Elizabeth! senyum David Reno merekah,ada banyak cinta di matanya,inilah wajah David yang selalu kulihat dulu saat denganku,
"Apa David Reno mencintai Elizabeth?"batinku
Aku melepaskan pelukan David Bryan,
dan menghampiri orang tua David Reno.
"Tante dan Om,saya pamit dulu"kataku singkat
Orang tua David hanya mengangguk,aku pun menarik tangan David Bryan untuk segera keluar ruangan tanpa pamit kepada Elizabeth
"Inilah sebabnya aku tidak ingin mengantar kamu menemui David Reno,karena informasi yang ku dapat mengatakan bahwa David Reno alias mantanmu itu mengalami hilang ingatan dan juga dia dekat salah satu dokter di rumah sakit dia di rawat namun aku tidak berfikir kalau yang sedang dekat mantanmu itu adalah adikku sendiri."kata David agak kesal
Aku hanya diam saja dan terus berjalan,sakit hati banget melihat sunyum yang semula untukku kini untuk orang lain dan lebih parahnya wanita yang di sukai adalah adik David Bryan.
David sudah dikemudi dan siap melajukan mobilnya,
"Tuan apakah mobilmu tembus pandang???"tanyaku yang membuat David heran
"Tidak,kita bisa melihat yang
diluar namun yang di luar tidak bisa melihat kita"jawabnya
Aku pun langsung mencium David,kami saling memungut,semakin lama semakin panas
David Bryan pun menggeser tempat duduk kemudi kebelakang,aku langsung duduk naik di pangkuan David dan melepas bajuku.
"David aku menginginkannya"lirihku sambil terus mencium David
"Kita ke hotel"David mengendarai mobil dengan aku yang masih di pangkuannya
"Pakai bajumu,"pinta David
"Kenapa kita tidak melakukannya di sini saja tuan"rengekku sambil terus mencium David.
"Kenapa kamu seperti ini sayang,lihat mataku"kata David memaksaku untuk menatapnya.
Aku hanya menangis sejadi jadinya,ntah kenapa hatiku sangat sakit,
"Keluarkan sakit hatimu,suka gak suka inilah kenyataannya,David Reno tidak mengingatmu bahkan sekarang di hatinya ada Elizabeth"
__ADS_1
kata David Bryan.