Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
berangkat ke Amerika


__ADS_3

"Tidurlah disini,besok baru berpamitan pada orang tuamu,kata David sambil memelukku dari belakang


"Tapi aku tidak enak kalau Fajar tau aku tidur disini,"akupun melepaskan pelukan David lalu


membalikan tubuh dan menatap mahkluk indah di depanku.


"Biar aku yang membuatnya enak,"goda David sambil mengedipkan matanya.


Aku langsung saja mencubit perut David,bisa bisanya saat seperti ini malah menggodaku,


"Dasar bule sableng"dalam hati aku merutuki David.


Takut kalau dia memakanku,aku pun naik ranjang lalu menyelimuti tubuhku supaya predator David tidak memangsaku seperti yang sudah sudah.


"Ayo tidur,aku tidak mau menuruti nafsumu malam ini dan jangan coba coba mengerjaiku lagi"kataku sedikit ketus dan memejamkan mata


"Baby....kejam sekali kamu padaku"wajah David memelas berharap aku mengasihinya.


Aku tidak menggubris David dan bertahan memejamkan mata,akhirnya aku pun masuk alam mimpiku.


"Mas David...mas David......"teriakku memanggil David Reno.


Aku pun terbangun dengan keringat yang membanjiri keningku.


"Kenapa sangat nyata,apa kamu benar benar melupakanku mas"matakupun mulai berkaca kaca.


Tenggelam dengan pikiranku sendiri membuat aku tidak sadar kalau David Bryan tidak di sampingku.


"Kemana dia,apa dia tidur di kamar tamu???"gumamku.


Masa bodoh dengan David Bryan aku pun melanjutkan mimpiku lagi.


********


Kini pagi pun menyingsing,di ranjang yang berukuran king size seorang wanita masih terlelap disana,siapa lagi kalau bukan aku.


"Baby...bangun,mau sampai kapan kamu bertahan di alam mimpimu,ini sudah siang kita harus segera berangkat."Ujar David sambil menggoyang bahuku menggoyang bahuku.


Dengan sangat malas aku pun membuka mataku.


"Aku masih ngantuk tuan,"aku sangat malas untuk bangun.


"Bangun dan segera mandi atau aku makan dirimu pagi ini"ancam David sambil terkekeh.


Mendengar kata David sontoak aku langsung bangun namun saat hendak turun dari ranjang,kakiku tersandung selimut dan

__ADS_1


Buuuuuuggg


"Aduh..."pekikku sambil mengelus kakiku.


David bergegas menolongku,dengan sedikit menahan tawa


"Kau ini sudah besar namun seperti anak kecil,turun dari ranjang saja terjungkal."kata David ikut mengelus kakiku.


Dengan sedikit memonyongkan bibir mengaktifkan mode kesalku.


"Semua gara gara dirimu tuan,kalau saja kamu tidak mengancamku aku tidak akan ketakutan dan cepat cepat ke kamar mandi"kataku membela diri.


Cup....Bibirnya pun mendarat di bibirku,aku yang kaget pun memelototkan mataku,bukannya berhenti malah semakin panas,aku yang kehabisan nafas mendorong tubuhnya dengan kuat.


Sebelum dia menggendong dan memandikanku,aku yang menahan sakit pergi kekamar mandi dan mengunci pintu supaya David tidak masuk


"Wanita yang menggemaskan,semakin sulit didapatkan semakin cinta aku padamu," gumam David sambil tersenyum.


Tak berapa lama aku sudah keluar,


Setelah aku dan David ready kami pun turun ke bawah untuk sarapan,Fajar yang dari tadi sudah menunggu disana,sedikit heran karena aku turun bersama David


"Kapan datangnya mba,"tanya Fajar


Aku yang bingung harus jawab apa,hanya tersenyum,


"Iya mas David,"kata Fajar sambil mengangguk


"Nanti kamu bisa berangkat sendiri pakai saja mobil yang ada di garasi depan ini kunci mobilnya"dengan menyodorkan kunci mobil


"Makasih mas"kataku singkat


Kami makan tanpa suara,setelah itu aku dan David melaju menuju kontrakanku untuk pamit ayah dan ibu


"Ibu ayah,Puput ijin mau ke Amerika karena ada kerjaan disana"kata ku meminta ijin ibu dan ayah


"Kok mendadak sekali Put,kata ibu


"Iya bu,kemarin baru dapat kabar untuk segera kesana"alasanku pada ibu


"Ya udah hati hati ya Put!"kata ayah


"Iya Yah,"jawabku singkat


Ibu pun berpesan pada tuan Amerika supaya melindungiku,walaupun ibu tahu kalau tuan Amerika tidak mengerti bahasanya.

__ADS_1


"Apa yang ibu kamu katakan"tanya David dengan berbisik.


"Beliau berpesan kalau tuan Amerika harus melindungiku"bisikku balik.


Mendengar kata kataku David Bryan tersenyum,lalu menuju tempat dimana ayah dan ibu duduk.


David pun menyalami ibu dan bilang


"iya".


Ibu pun sangat senang mendengar David berbahasa Indonesia walaupun cuma bisa kata "iya".


"Gitu dong David,bicara bahasa Indonesia,biar ibu tidak bingung kalau ingin ngobrol,"kata ibu walupun sadar David tidak mengerti.


Lagi lagi David hanya tersenyum,


Aku menyuruh ibu dan ayah untuk menungguku sampai aku pulang karena aku tidak menginjinkan mereka pulang aku juga memberikan kartu Atm pada ibu untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.


"Ibu dan ayah jangan pulang ya???"kataku memastikan.


"Ibu tidak janji Put,mengingat kamu sangat lama di Amerika"jawab ibu bias.


"Ya sudah semua terserah ibu,namun Puput berharap ibu tinggal,pakai saja uang Puput untuk memenuhi kebutuhan selama disini.


"Aku akan menyuruh art untuk kesini,biar ibu tidak capek,serta aku akan mengutus supir untuk mengantar kemana ibu dan ayah pergi."kata David.


"Tidak usah repot repot tuan"aku pun menolak karena takut merepotkan.


"Yang repot bukan aku,nanti aku akan berpesan pada kepala art untuk mengirim art dan supir kesini,sudah jangan membantah."kata David tegas.


Aku pun mengiyakan,semau kata David.


Karena hari semakin siang kami pun berangkat,


Tak lama kemudian aku dan David sampai di bandara,ternyata Chris sudah menunggu dengan kru pesawat lebih tepatnya kru pesawat pribadi David.


"Kenapa lama sekali??"gerutu Chris.


"Aku harus berpamitan dengan camerku dulh"kata David sambil berjalan naik pesawat pribadinya dan meninggalkan Chris di belakang.


"Sungguh kamulah boz paling menyebalkan diseluruh dunia"gerutu Chris lalu menyusul kami.


Saat masuk kedalam pesawat aku pun sunggub takjub melihat isinya,bagaimana tidak isinya tidak seperti pesawat pada umumnya,


"Sudah,jangan melongo terus,sebentar lagi jet akan lepas landas jadi duduklah"bisik David yang membuat ku malu.

__ADS_1


Lalu aku pun duduk di samping David.


dan kini pesawat kami pun lepas landas.


__ADS_2