
Seusai mandi aku pun merebahkan badanku di kasur empuk milik David,tanpa melepas handuk kimonoku.
Begitu pula dengan David dia juga mengenakan handuk kimononya.
Aku memandangi langit langit kamar David dengan senyum senyum sendiri mengingat pertemuanku dengan orang tua David tadi,David yang sedari tadi memandangiku pun bertanya tanya kenapa aku senyum senyum sendiri.
Sudah tidak kuat dengan kekepoannya,David pun bertanya
"Sayang,apa yang membuatmu senyum senyum sendiri?"
Aku yang ketahuan senyam senyum sendiri pun malu,
"Eh....Iya sayang,aku hanya bahagia saja"jawabku dengan muka malu.
"Apa yang membuatmu bahagia sayang???"tanya David lagi.
"Aku sangat sangat bersyukur sayang,memiliki kalian dalam hidupku,aku sangat beruntung Allah memberiku paket komplit,suami yang sangat menyayangiku dengan kekomplitannya,
begitu pula mertua yang juga sangat baik."jawabku yang membuat David tersenyum.
David pun membawaku dalam pelukannya,aku pun menyandarkan kepalaku di bahu David,
"Aku sendiri agak kaget dengan sikap orang tuaku padamu,mungkin inner beauty yang kamu miliki manarik sikap baik orang tuaku"ujar David dengan mengecup keningku.
"Kamu bisa saja,sekarang ini tidak ada yang membuat aku untuk tidak bersyukur sayang,bahkan aku akan selalu minta pada Allah untuk selalu membuatku bersyukur sehingga aku lupa cara untuk mengeluh"kataku dengan mendongakkan wajah pada David.
David pun menatapku dengan lekat lalu berucap
"Amin"
Aku pun semakin erat memeluknya,mencari ketenangan dalam dada David lalu memejamkan mata.
Akhirnya kami pun menuju alam mimpi kami dengan perasaan yang bahagia.
*********
Di Benua lain Elizabeth dan David Reno harus kembali ke Amerika,mengingat rencana mommy Elizabeth yang untuk menggabungkan acara resepsi David Bryan dengan acara pertunangan mereka.
"Aku malas untuk pulang,aku masih ingin berdua denganmu sayang!"kata Elizabeth bergelayut manja di lengan David Reno.
"Aku pun sama,namun banyak yang harus dipersiapkan sayang,aku harus membawa orang tuaku untuk melamarmu juga."ujar David Reno.
"Mommy apa apaan kenapa harus terburu bur,biarkan David dan Puput dengan acara mereka mengapa harus menyangkut pautkan dengan acara kita"gerutu Elizabeth yang mendapat kekehan dari David Reno.
David Reno geleng geleng kepala sambil tersenyum dengan sikap kekanak kanakan calon istrinya tersebut.
********
Pagi telah menyapa di langit Amerika,
dalam kamar yang ekstra besar pasangan suami istri masih terlelap dalam tidur mereka.
David Bryan yang terbangun terlebih dahulu pun merasakan kram di tangannya karena
__ADS_1
aku yang dari semalam memang memakai lengan David sebagai bantal.
Merasakan ada pergerakan aku pun terbangun,sedang David pura pura memejamkan matanya.
"Ah....Ternyata aku memakai lengannya untuk bantal,kenapa dia tidak memindahkan kepalaku?"ucapku dengan mengangkat kepalaku.
"Kelihatannya lenganku lebih empuk dari bantal"saut David yang membuat aku tersenyum.
"Maafkan istrimu ini sayang,lalu bagaimana sakit apa tidak lengannya???"tanyaku.
David pun bangun lalu memijat sendiri lengannya,
"Tenang sayang,lenganku hanya mati rasa"jawabnya menyindirku.
Aku pun terkekeh lalu memijat lengannya.
Lalu kami pun mandi dan turun ke bawah untuk sarapan,saat di bawah orang tua David sudah menunggu.
"Kalian lama sekali,bisa bisa mom dan dad telat kekantor,"ucap Mommy David.
"Maaf mom,kami sangat capek"David pun beralasan.
"Ya sudah,nanti setelah sarapan kalian fitting baju,setelah itu lakukan pemotretan mommy butuh foto terbaru kalian,biar sopir yang mengantar kalian"ucap mommy.
"Iya Mom,"jawab singkat David.
"Mommy berangkat dulu"mommy David pun mencium David dan aku setelah itu berlalu bersama dengan daddy David.
Aku dan David pun menikmati sarapan kami,setelah itu menjalankan perintah Mommy untuk fitting baju.
"Selamat siang"sapa David pada para pegawai disana.
Lalu muncul sang pemilik butik.
"Good morning tuan David!kami sudah menyiapkan baju baju anda dan juga istri anda.
pemilik butik menggiring kami ke sebuah ruangan yang di dalamnya ada tujuh gaun pernikahan yang mewah.
Aku pun terbelangak melihat baju baju yang di pajang dan ternyata akulah pemiliknya,
"Sayang kenapa banyak sekali?tanyaku pada David dengan heran.
"Tanyakan pada mertuamu,beliau lah yang menyiapkan semua"jawab David dengan tersenyum.
Aku pun mencoba satu persatu gaun nikahku,ada beberapa gaun yang sangat berat.
Melihatku mencoba satu satu gaun pernikahan membuat David melebarkan matanya,terpancar kecantikanku saat mengenakan gaun pernikahan.
Pada gaun yang terakir,aku berjalan mendekatai David,
"Sayang,gaun ini sangat berat sekali,aku bisa pingsan kalau lama lama memakainya"bisiskku.
David pun terkekeh,
__ADS_1
"Tenang sayang ada aku,kalau kamu pingsan aku akan memberimu nafas buatan"bisiknya balik.
Aku pun memelototkan mata lalu menimpali perkataan David
"Memangnya aku tenggelam,mau ngasih nafas buatan segala,dalam keadaan seperti ini mesumnya gak ilang ilang"
David pun hanya terkekeh,
"Sang desainer yang lain pemilik butik pun bergabung bersama kami.
"Anda sangat cantik nyonya,semua gaun pernikahan ini sangat cocok dengan anda,nanti anda akan ganti gaun tujuh kali bahkan seorang sosialita Amanda Hears hanya ganti gaun lima kali."ucap sang desainer dengan merapikan baju yang aku pakai.
"Lebih dari tujuh kali,karena kami juga sudah membuat gaun pernikahan dari Indonesia,dengan mengusung batik sebagai aksen gaun kami"tambah David.
Mata sang Desainer pun melotot
"Wah....Pernikahan kalian akan menjadi pernikahan termegah disepanjang tahun terakhir."imbuh sang Desainer.
Aku dan David pun tersenyum,
kini gantian David yang fitting baju.
Sungguh David Bryan sangat sangat tampan,ingin rasanya aku memeluknya.
Setelah selesai kami pun melakukan pemotretan di tempat yang di tunjukan mommy David.
Seusai pemotretan kami pun kembali ke rumah,
namun sebelumnya kami mampir restoran untuk makan.
"Makanlah yang banyak sayang,supaya baby ku cepat besar."kata David dengan menyodorkan daging ke mulutku.
"Aku sudah kenyang sayang,"aku pun memakan suapan David dan bilang kalau ini suapan terakhir.
Setelah selesai makan kami pulang.
"Bughhhh"Setelah dikamar aku pun menjatuhkan diri di kasur.
David yang melihatku pun mendekatiku,lalu berucap
"Hati hati diperutmu ada yang sedang berkembang untuk hidup"protesnya.
"Maaf sayang,niatku pelan namun aku tersandung kakiku sendiri"belaku yang membuat David mengelus perutku.
Punggungku juga sangat kencang,aku pun pengarahkan tangan David ke punggungku
"Rasanya tidak nyaman sekali sayang,"ucapku.
Dengan khawatir David memijat punggungku,
"Ayo kita ke dokter,aku takut terjadi apa apa"saran David dengan tangan yang tak lepas dari punggungku.
"Iya sayang,mungkin karena kecapekan"kataku.
__ADS_1
Karena pijatan David yang enak,aku pun memejamkan mata.
"Mmmm....Dia tidur???"David pun menghela nafas.