Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Bertemu Mommy dan Daddy David.


__ADS_3

Tiga hari berlalu,pagi ini aku dan David Bryan bersiap siap untuk terbang ke USA,mengingat acara resepsi pernikahan kami yang kurang sepuluh hari lagi.


Aku memasukan segala sesuatu yang harus di bawa,tak lupa sebelumnya aku menghubungi orang tuaku kalau aku berangkat ke USA.


"Semua sudah siap sayang,"kataku lalu merebahkan diri ke kasur.


"Kelihatannya kamu kecapekan sayang,"ujarnya lalu mendekat kearahku.


David pun memijat tanganku serta bahuku,


"Wah....Enak sekali sayang pijatanmu,tak ku sangka suamiku berbakat dalam hal pijat memijat,seharusnya kamu jadi tukang pijat sayang."godaku yang membuat David kesal.


"Istri durhaka,sudah dipijetin bukannya terima kasih malah mengejek,jadi....Menurutmu CEO macam aku harus berputar haluan jadi tukang pijat???ogah banget,tapi....kalau tukang pijat plus plus untuk istriku tercinta ini sih dengan senang hati"Ujar David lalu mengedipkan matanya.


"Mesum"ucapku dengan kesal niatnya aku yang menggodanya malah dia yang menggodaku balik.


David hanya tertawa melihatku sedangkan aku menggerutu kesal oleh kata katanya.


Tak berselang lama pak Herman pun datang,beliau mengetuk pintu yang sudah terbuka.


"Permisi tuan dan nyonya,kira kira berangkat jam berapa?biar saya siapkan mobilnya"tanya pak Herman dengan posisi di depan pintu.


"Satu jam lagi pak"kata David.


Lalu pak Herman pun undur diri untuk meyiapkan segala sesuatunya.


Pandangan David pun beralih ke padaku,


"Bersiaplah bertemu mertuamu sayang"ucap David yang membuat aku takut dan nerves.


Satu jam kemudian aku dan David Bryan turun,kami pun berangkat ke bandara.


*********


Pesawat pribadi David sudah lepas landas,


Aku pun memejamkan mataku,bukan tidur namun untuk memikirkan sesuatu.


"Sayang!kamu tidur???"David pun membuyarkan apa yang aku pikirkan.


"Tidak sayang,aku memikirkan sesuatu"ucapku dengan lirih.


"Hey....Apa yang kamu pikirkan???"tanya David dengan ekspresi cemas.


Aku pun hanya tersenyum,malu untuk mengatakan pada David apa yang aku pikirkan,karena pasti David akan mengejekku.


"Sayang....Aku bertanya padamu,pertanyaanku bukan pertanyaan retoris yang tidak membutuhkan jawaban!!!"protesnya kesal.


Aku pun menatapnya,lalu tersenyum dengan paksaan dan berkata


"Aku nerves dan takut sayang".


David pun mengerutkan alisnya,heran kenapa aku takut dan nerves,pasalnya ini bukan pertama kalinya aku naik pesawat pribadinya.


Terlontar pertanyaan dari bibir indahnya


"Kenapa?apa yang membuatmu nerves dan takut,kan ini bukan pertama kalinya kamu naik pesawat??lagipula ada aku disini sayang"tanya David dan menenagkanku.


"Aku takut dan nerves bertemu Mommy dan Daddy sayang"jawabku dengan menundukan wajah.

__ADS_1


Mendengar jawabanku,David pun tertawa,"aku kira kamu nerves dan takut naik pesawat."


Aku pun malu karena David menertawakanku.


"Mommy dan daddyku juga manusia sama sepertimu,kenapa kamu takut bertemu dengan mereka???"David pun mengimbuhkan dengan menahan tawa.


Aku yang geram pun memasang wajah garangku,


"Terus menertawakanku lihat saja apa yang akan aku lakukan"ancamku dengan ketus.


"Ampun nyonya David"kekehnya.


Aku yang geram pun memandangnya dengan tatapan tajamku dan berkata


"Shut up".


David pun diam dengan sesekali melirikku.


Lama kami saling terdiam,lalu aku pun membuka obrolan,


"Sayang,ceritakan padaku bagaimana orang tuamu."tanyaku dengan sedikit malu karena tadi habis marah padanya.


Sebelum dia menjawab pertanyaanku,David mengajakku ke kasur karena lama lama duduk tidak baik untuk ibu hamil apalagi getaran dari pesawat.


Kami pun rebahan dengan saling memandang,


"Orang tuaku baik,Daddyku sama sepertiku sedangkan Mommy sama seperti Elizabeth,"ucapnya dengan netra tak lepas dari wajahku.


Mendengar jawab David,aku pun tersenyum walaupun bukan jawaban seperti itu yang kau harapkan.


Aku pun menenggelamkan wajahku ke dadanya,menghirup aroma tubuhnya lalu memejamkan mata.


Tepat pukul 06.00 waktu setempat,pesawat mendarat di bandara Internasional Los Angels.


Mobil jemputan sudah menunggu.


Orang tua David tinggal di kawasan Elite Beverly Hills California,Amerika serikat.


Jarak bandara Internasional Los Angels dengan Beverly kira kira memakan waktu 45 menit.


Menempuh perjalanan kurang lebih Satu jam,akhirnya mobil jemputan kami sampai di sebuah rumah yang sangat sangat megah.


David yang tahu kalau aku nerves pun menggandengku dan berbisik


"Jangan takut sayang,ada suami mu disini"


Aku pun mengangguk lalu melangkahkan kaki masuk kedalam rumah yang lebih tepatnya adalah sebuah mension.


Orang tua David sudah menunggu kedatangan kami di ruang tamu,


"Welcome David"kata mommy David yang langsung memeluk anak laki lakinya tersebut,begitu juga daddy David.


"I miss you son"ucap Daddy lalu melepas pelukannya.


Aku hanya terdiam melihat drama kangen kangenan orang tua David dan juga David.


"Sayang,kenapa terbengong"kata David lalu menarik tanganku.


Mommy David pun memelukku,

__ADS_1


"Welcome Piupiut"ucap mommy David.


Begitu pula dengan Daddy nya,mereka berdua bergantian memelukku.


"Kamu lebih cantik dari foto yang dikirim David,pantas saja dia sangat tergila gila padamu"goda mommy David.


"Bahkan dia lebih cantik darimu dulu"saut Daddy David.


Kami pun tertawa,ternyata mereka bisa berhumor.


Rasa takut yang kupelihara pun hilang,karena sikap mereka yang hangat,kukira Mommy dan Daddy David angkuh dan sombong namun ternyata tidak sama sekali,benar benar diluar ekspektasiku.


Mereka pun meminta para art untuk menyiapkan makan untuk kami,


setelah makan kami kembali mengobrol di ruang keluarga.


Lagi lagi mommy David memeluk anaknya,


"Mommy sangat rindu padamu,maafkan mommy yang selalu sibuk dengan pekerjaan,tanpa mommy sadari kini anak anak mommy sudah menikah,begitu juga Elizabeth."kata mommy David nanar.


"Sudahlah Mom,jangan merusak moment moment bahagia ini,David juga sangat merindukan mommy."


Kini tatapan Mommy David berpindah kepadaku,


"Bagaimana kandunganmu sayang,apakah baik baik saja"tanya Mommy.


"Alhamdulillah baik mom,David selalu menjaganya dengan baik,bahkan sangat over protektif,Puput ini itu selalu dilarang"jawabku dengan tersenyum.


Daddy David pun ikut menimpali,


"Syukurlah".


Banyak yang kami obrolkan,perutku pun di buat kaku dengan obrolan David dan juga orang tuanya.


Tak terasa waktu sudah larut.


"Ya sudah,kangen kangenanya kita lanjut besok lagi,kalian pasti capek dan butuh istirahat"celetuk Papa David.


"Sangat Dad,tubuh David rasanya remuk semua"Kata David dengan terkekeh.


"Ya sudah tidur sana,"suruh mommy David.


Kami pun pamit undur diri untuk istirahat.


Saat David membuka kamarnya, aku sangat takjub melihat isi dalam kamarnya.


David pun menarik tanganku dan membawaku masuk,


"Sayang ayo kita mandi dulu"cicitnya dengan melepas blazer dan kaos yang dipakainya.


"Sayang,tapi jangan memakanku ya,aku sangat sangat capek"kataku lalu berjalan menuju kamar mandi.


David pun menyusulku,


"Aku juga capek sayang,hari ini aku absen jenguk juniorku ya???"katanya.


"Ihhhh....Seolah aku meminta kamu memakanku"Aku pun mencibir bibirku kesal dengan David.


Cup....David pun mengecup bibirku sekilas.

__ADS_1


__ADS_2