
David agak menjauh,ntah apa dan siapa yang menelponnya.
Lama mengobrol akhirnya David muncul juga dari balik dinding.
Melihatnya sudah kembali aku pun mematikan TV yang tadi aku lihat.
David pun menjatuhkan kepalanya di pahaku.
"Telpon dari siapa sayang,kelihatannya serius sekali"tanyaku dengan membelai rambut David Bryan.
"Mommy sayang"jawabnya singkat
Aku pun bertanya tanya ada apa mommy nya menelpon.
"Memangnya ada apa??sehingga tadi aku dengar kamu agak berteriak."tanyaku.
"Iya karena mommy ingin acara resepsi kita barengan dengan acara tunangan David Reno dan Elizabeth."jawab David Bryan dengan mengelanakan tangannya menyusuri perutku.
"Ooo...begitu"ucapku.
David pun menenggelamkan mukanya di perutku sambil berkata
"Daddy coming baby"
Aku pun tersenyum melihat tingkahnya.
Puas bermain dan mengoceh dengan perutku David pun mengangkat kepalanya merubah posisi menjadi duduk.
"Ayo ke kamar"ajaknya.
Aku pun menyodorkan tanganku mengkodenya untuk menggendongku.
"Manja sekali sih istriku"ucapnya lalu mengangkat tubuhku.
Aku pun mengalungkan tanganku ke lehernya dengan netra yang tak lepas dari wajahnya.
"I love you sayang"ucapku.
"I love you too"jawab David.
David pun mengecup bibirku sekilas,sepanjang jalan menuju kamar netraku masih fokus dengan wajah David seolah aku ingin terus memandangnya.
Setelah di kamar kami pun menuju balkon untuk mengobrol.
Ditemani angin dan kilauan bintang membuat suasana semakin romantis.
Aku pun mengalungkan tanganku ke lehernya sambil berkata
"aku ingin selamanya seperti ini sayang,i love you,i love you,i love you"
David pun mengerutkan alisnya,heran pasalnya aku mengucapkan kalimat sakral berkali kali.
"Hey....Ada apa?"tanya David heran.
"Iiiishhh,istri bilang cinta kok malah tanya ada apa!"gerutuku.
"Bukan begitu sayang,biasanya kan selalu aku yang selalu bilang"kata David sambil terkekeh.
Aku pun menangkupkan tangan ke wajahnya,menantapnya lekat,
"Terima kasih untuk semua cintamu dan terima kasih untuk semuanya,maafkan aku sayang aku hanya bisa mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat di sampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku hanya bisa mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat dari awan kepada hujan yang menjadikannya tiada."ucapku lalu berjinjit berusaha keras mengecut kening David.
David yang mendengar kata kataku pun terharu,
__ADS_1
"Cinta sederhana sudah lebih dari cukup bagiku,seperti yang sudah ku bilang sebelumnya,cintaku sudah cukup untuk kita berdua sayang,dan apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaanmu dan juga calon bayiku"David pun menangkupkan tangannya ke wajahku.
Aku pun langsung memeluknya,menenggelamkan wajahku ke dada datarnya,menghirup aroma tubuhnya dan mencari ketenanngan disana.
Lama kami berpelukan akhirnya aku melepaskannya karena sesak juga lama lama menenggelamkan wajahku ke dada David.
Lalu kamu pun memandang langit dengan tangan David yang merangkulku.
"Lihatlah,itu idolamu"kata David sambil menunjuk Sirius.
"Iya sayang,dengan dicintaimu kamu sudah menjadikan aku seorang Sirius,"ucapku dengam netra yang melihat Sirius.
"Kamu bisa saja"David pun mencubit hidungku.
"Auwww sakit sayang,"godaku padahal cubitan David tidak sama sekali.
David hanya menggeleng gelengkan kepala,lalu protes
"aku nyubitnya kan tidak sakit"
Aku hanya tertawa mendengar protesnya.
Kami pun hanyut dalam suasana malam yang semakin syahdu....
Karena semakin malam,udara dingin semakin terasa.
"Ayo masuk sayang,udara malam tidak baik"David pun menggandengku masuk lalu menutup pintu balkon.
"Ayo,aku ingin membayar sanksiku lagi"ucapku yang membuat David menatapku dengan senyuman liciknya.
"Baiklah,tapi kamu yang bermain ya sayang biarkan aku menikmatinya."David pun merebahkan diri di kasur.
Aku pun menghampiri dan melepas semua pakaiannya.
Ntah kenapa David sudah mendesah saja.
Melihat David polos aku langsung saja memainkan rudalnya lalu mengulum....aku seperti orang kesetanan,David pun mendesah dan mengerang penuh kenikmatan.
David pun bangkit dari tidurnya lalu menarikku dan mengkungkungku dibawahnya.
"katanya aku yang bermain???"ucapku lirih.
"Mari main berdua"lirihnya lalu melepas semua bajuku,
David pun sama dengan rakus melahap area sensitifku,lidahnya semakin dalam menjelajah.
Aku pun semakin mengenggelamkan kepala,
puas dengan area sensitifku kini David merubah posisi kami,kini aku pun diatasnya memegang kendali,
belum hilang tanda merah akibat pergulatan tadi sore kini David menambahkan lagi.
kami saling melahap satu sama lain,permainan kami semakin panas dan panas.
Aku pun memasukan rudal David ke dalam milikku,David pun mengerang penuh kenikmatan dan lalu menyambar bibirku,
walaupun aku diatas tetap David yang bekerja dari bawah,
Lama kami bermain,akhirnya sampai juga di klimaksnya.
Karena sangat lelah akhirnya kami pun tertidur dengan posisi berpelukan.
Waktu berjalan dengan cepat,tak terasa pagi hari pun datang.
Seperti biasa aku pun melakukan aktifitas seperti kemarin kemarin.
__ADS_1
********
Dan keesokan harinya dimana hari ini adalah jadwalku untuk periksa kandungan.
"Nanti jangan lupa ya sayang,waktunya aku periksa"kataku memperingatkan David Bryan.
"Siap,my belobed wife!"ucap David lalu menciumku dan pergi ke kantor.
Setelah kepergian David aku pun menyiapkan keperluanku untuk periksa nanti,
termasuk baju ibu hamil.
Setelah semua selesai aku pun kembali kebawah untuk masak,karena David siang ini akan makan dirumah.
"Nyonya biar kami saja yang memasak"art pun melarang aku untuk memasak.
"Nanti suamiku makan dirumah jadi biar aku yang memasak ya!!,kalian bantu bantu saja,"kataku pada para art.
Tak terasa makanan pun sudah matang,lalu aku pun pergi ke kamar untuk mandi lagi dan bersiap siap.
Tepat jam sebelas,aku sudah siap dan menunggu kepulangan David.
Dua jam berlalu namun David tak kunjung pulang,bahkan pesanku dan panggilanku tak di respon.
Aku pun kesal bercampur khawatir.
Kuhubungi mas Raka guna menanyakan kabar David namun lagi lagi sama,mas Raka pun tak menjawab panggilanku.
Aku yang kesal pun membanting ponselku ke ranjang.
"Kalau tidak bisa setidaknya mengirim pesan atau bilang sebelumnya jangan membuat ornag menunggu"aku pun mulai mengoceh.
Tak mau lagi menunggu aku mengambil kunci mobilku lalu berangkat ke rumah sakit karena sebelumnya aku sudah buat janji dengan obgyn.
Dengan kesal aku pun melajukan mobilku.
Tak berapa lama aku sampai di rumah sakit,langsung saja kulangkahkan kaki menuju ruangan dokter kandungan.
Aku pun menyerahkan buku periksaku pada perawat,lalu perawat tersebut mengantarku masuk.
"Selamat siang dok"sapaku.
"Selamat siang nyonya David"balas Dokter.
Mari saya periksa dulu
Dokter tersebut menggiringku menuju bed pemerikasaan,gel pun dioles lalu dokter pun memperlihatkan janinku di monitor,
Sudah sebesar kacang nyonya,panjangnya kira kira sudah 1,6 cm dan beratnya sekitar satu gram.
Melihat dari monitor aku pun terharu,rasa kesal yang dari tadi menyelimutiku pun hilang.
Setelah melakukan pemeriksaan dokter pun menuliskan resep.
Diingat ya nyonya,anda tidak boleh stress,makan makanan yang bergizi dan ingat jangan sering melakukan hubungan badan.
Mendengar kata kata Dokter aku pun meringis
"Itu yang sulit dok,suamiku sungguh maniak sex,sehari saja dia menggagahiku lebih dari sekali,"batinku.
Aku pun mengiyakan perkataan dokter lalu menerima resepnya dan pamit.
Setelah menebus obat serta vitamin aku pun kembali pulang,saat di parkiran mobil David pun tidak ada,bearti dia tidak pulang.
Aku pun ke kamar dan mengecek ponselku,tak ada pesan atau panggilan,
__ADS_1
aku pun semakin kesal,
"Awas kalau minta jatah"gerutuku lalu merebahkan diri ke kasur.