
"Surprise...."
teriak sosok yang berdiri di ambang pintu degan senyumnya yang menawan.
"Elizabeth...."kata David Reno yang langsung menghampiri dan memeluk Elizabeth.
Mereka saling memeluk satu sama lain melepas kerinduan mereka.
"I Miss you....lirih Elizabeth.
"Me too"sahut David Reno.
David Reno lalu mengecup bibir Elizabeth dan Elizabeth pun membalas kecupan David Reno.
"Ehem...!sudah kangen kangennya"suara Raka mengagetkan kedua insan yang di landa rindu.
Sontak David Reno dan Elizabeth melepaskan ciuman serta pelukan mereka.
"Raka...."Teriak David Reno kaget.
Raka hanya tersenyum dan melangkahkan kaki masuk kamar dengan mengabaikan David Reno dan Elizabeth.
"Raka tadi yang menjemputku di bandara"kata Elizabeth.
"Kenapa kamu tak memberi tahuku terlebih dahulu jika kau ingin ke indonesia???"tanya David Reno sambil mengerutkan alisnya.
"Sorry darling,aku sengaja ingin membuat kejutan mangkanya sengaja tidak memberi tahu kamu.
Hanya Raka yang tahu aku akan ke Indonesia dan aku sengaja menyuruh Raka agar tidak memberi tahu siapapun termasuk kamu."
Penjelasan Elizabeth sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Reno.
"Dasar kau Raka,beraninya kau bersekongkol dengan Elizabeth".David Reno pun melemparkan tatapan pada Raka.
Raka pun hanya tertawa.
David Reno kembali menyandarkan kepalanya di kepala Elizabeth dengan saling berhadapan.
"Sayang kamu sudah makan???"tanya David Reno.
"Aku belum makan tadi Raka juga menawari makan tapi aku tidak mau karena aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mu."Jawab Elizabeth.
"Kamu mau makan apa?kebetulan aku juga belum makan jadi kita bisa makan bersama."Kata David Reno.
"Apa saja asal bersamamu"sahut Elizabeth dengan manjanya.
"Baiklah kita makan di rumah saja biar ART menyiapkan makanan, lagi pula kamu pasti sangat lelah, tidak mungkin kita keluar membeli makan mengingat kamu habis menempuh perjalanan jauh."ucap David Reno.
"Perjalanan ku tidak melelahkan yang membuat aku lelah adalah jauh dari mu."timpal Elizabeth sambil mengecup bibir Reno.
"Me too". Jawab David Reno datar.
"Wait,aku akan menyuruh ART menyediakan semuanya."David Reno pun beranjak keluar kamar meninggalkan Elizabeth dan Raka.
Raka kamu makan disini sekalian ya???"ajak Elizabeth.
"Tidak, aku masih ada urusan kalian makan saja berdua.
Aku tidak ingin menganggu kalian yang sedang di mabuk rindu."Tolak Raka sambil tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya.
Saat sampai di ambang pintu David Reno sudah kembali.
"Aku balik dulu,jangan lupa jaga Elizabeth biar tidak hilang lagi"kata Raka menyindir David Reno sambi tersenyum.
"Dasar kau Raka"kekeh David Reno sambil melayangkan bogem persahabatan ke bahu Raka.
Elizabeth yang melihat kedua sahabat ini pun tersenyum
"Thanks Raka, be careful."kata Elizabeth.
Raka hanya tersenyum dan berlalu pergi.
Karena sangat lelah,Elizabeth pun berniat membersihkan diri
"Sayang aku mandi dulu,dimana kamar mandinya?" tanya Elizabeth beranjak mendekati kopernya hendak mengambil kimononya serta perlengkapan mandinya.
Di sebelah situ jawab David Reno sambil menunjuk ke salah satu sudut kamarnya.
__ADS_1
Elizabeth lagi lagi mengecup pipi David Reno lalu beranjak ke kamar mandi.
Tak lama berselang ART pun datang memberi tahu jika makanan sudah siap.
Bersamaan dengan Elizabeth yang keluar dari balik kamar mandi berbalutkan kimono di atas lutut membuat Elizabeth terlihat menawan dan mempesona.
"Bisakah kalian membawa makananya ke kamar???" sahut Elizabeth.
"Baik nyonya." Jawab ART.
"Kenapa tidak makan diruang makan sayang???" Tanya David Reno heran.
"Aku ingin menghabiskan waktu bersama mu." Jawab Elizabeth.
Tak lama makan malam mereka tiba di kamar.
"Dua insan yang di mabuk rindu menghabiskan malam bersama hingga akhirnya Mereka berdua terlelap ke alam mimpi.
Waktu menunjukan jam tiga pagi.
Elizabeth yang sadar David Reno sudah tidak ada di tempat tidur pun lantas terbangun.
Elizabeth melihat Reno duduk di kursi menatap keluar jendela.
"Apa yang kamu pikirkan sayang???". Tanya Elizabeth dengan melangkahkan kaki menghampiri David Reno.
"Kamu terbangun???". Tanya Reno balik untuk mengalihkan pertanyaan Elizabeth.
"Aku tidak menemukan mu di tempat tidur,"jawab Elizabeth
Apa ada sesuatu yang menggangu tidurmu?? tanya Elizabeth sekali lagi.
"Tidak sayang,aku hanya terbangun karena haus,itu yang membuatku tidak bisa tidur lagi." Jawab David Reno membuat alasan.
Elizabeth pun langsung duduk d pangkuan David Reno.
Seraya berkata
"Katakan saja apa yang menggangu pikiran mu. Aku tahu kamu sangat gelisah,walau kita baru menjalin hubungan namun aku cukup memahami sifat serta sikap mu jadi aku tau jika kamu ada masalah." kata Elizabeth sambil menempelkan kedua telapak tangannya ke kedua pipi David Reno.
Memandang kosong ke arah Elizabeth.
"Sorry sayang,di kepalaku sekarang ada dua David Reno.
Disisi lain ada Reno yang lama disisi lain ada Reno yang baru.
Aku takut kamu tidak bisa menerimanya."kata Reno sambil menghela nafas panjang.
"Siapapun kamu dimasa lalu dan apapun yang pernah kamu lakukan dahulu sebagai Reno yang lama, aku tidak mempermasalahkannya bahkan kamu tahu sendiri aku yang mendukung sepenuhnya untuk mengembalikan ingatan mu. Aku mencintaimu tulus apa adanya tanpa melihat siapa dirimu yang dulu atau pun yang sekarang." Elizabeth menjelaskan.
"Tapi...."
Belum sempat Reno menyelesaikan ucapannya Elizabeth langsung minyilangkan jarinya di bibir David Reno.
"Tentang Puputkan?"kata Elizabeth dengan tegas sambil berdiri dari pangkuan Reno lalu menatap keluar jedela dengan menyilangkan tangan diantara perutnya.
David Reno melihat punggung Elizabeth.
"Aku tau semuanya,dari awal aku tahu akan konsekuensinya, aku juga sadar bahwa suatu saat kamu akan meninggalkanku jika ingatan mu telah pulih.
Sebenarnya aku sama seperti mu.
Kamu memiliki dua ingatan yang berbeda sedangkan aku memiliki dua profesi yang berbeda.
Disisi lain aku adalah gadis biasa yang mencintaimu layaknya orang lain dan ingin memiliki mu sepenuhnya.
Disisi lain aku adalah seorang dokter yang dimana aku harus melakukan apapun untuk kesembuhan pasien ku.
Terlebih pasien ku adalah kekasih ku.
Disisi lain aku merasa sangat dilema.
Aku harus menjadi Elizabeth yang mana,sama seperti mu yang masih dilema, ingin menjadi David Reno yang mana."kata Elizabeth panjang kali lebar.
Reno hanya terdiam dan mulai berdiri dari tempat duduknya.
Memandang Elizabeth yang sedari tadi berdiri membelakanginya.
__ADS_1
"Semuanya ada di tanganmu.
Sebagi Elizabeth,aku tak rela kamu membagi hatim tapi sebagi dokter aku terpaksa harus merelakanmu jika memang itu yg terbaik.
Aku tidak bisa menyalahkan mu sepenuhnya,
mungkin aku yang telah salah menaruh hati.
David melangkah mendekat ke Elizabeth dan memeluknya dari belakang.
"Sorry,forgive me!aku tahu kamu sangat mencintaiku maka biarkan aku mencoba mengenalmu lagi dan mencintaimu lagi sebagai Reno yang dulu atau pun Reno yang sekarang.
Aku sudah mengikhlaskan Puput dan aku akan mencoba membuka lembaran baru bersama mu.
Bimbinglah aku agar aku bisa mencintaimu sepenuhnya.
Beri aku kesempatan untuk bisa mencintaimu".
Ucap David dengan lirih.
Elizabeth hanya terdiam, dia mencoba membendung air matanya namun apalah daya, air mata Elizabeth akhirnya tumpah membasahi pipinya.
"Aku harap kita bisa mengulang dari awal lagi." Bisik David.
Elizabeth melepaskan pelukan David Reno lalu membalikan badannya.
Aku akan selalu ada buatmu dan aku akan menunjukan, bahwa diri ku pantas mendapatkan hatimu."kata Elizabeth dengan berlinang air mata.
"Aku juga akan berusaha membahagiakanmu Dan akan aku tunjukan pada dunia bawah kamu memang pantas berada disisi ku."
Ucap David Reno sambil mengusap air mata Elizabeth.
Mereka berdua pun berciuman.
Di saksikan mentari yang sudah mulai terbit menebar kehangatan.
Elizabeth pun izin untuk membersihkan diri. Seraya berucap" aku tidak ingin ada orang lain melihat kita berdua penuh air mata "
Reno pun tersenyum dan mencium kening Elizabeth .
Elizabeth melangkahkan kaki kekamar mandi.
Elizabeth membasahi tubuhnya di bawah siraman shower.
Air matanya jatuh kembali bersama air yang mengalir.
Lamunan Elizabeth yang diiringi suara gemericik air membuat Elizabet tak sadar jika Reno sudah ada di belakangnya.
Reno mendekap Elizabeth dari belakang yang membuat Elizabeth agak terkejut.
"Why sayang.?Ucap Reno yang sekarang ikut basah karena air yang keluar dari shower.
"Kamu mengejutkan aku sayang,"kata Elizabeth sambil menoleh kearah David Reno.
David Reno pun langsung mengulum bibir Elizabeth dengan tetap memeluknya dari belakang.
Tangan David Reno mulai menyusuri semua area sensitif Elizabeth.
Desahan Elizabeth semakin terdengar jelas.
Elizabeth yang tak kuasa menahan permainan jari jemari David Reno pun segera membalikan badannya dan kembali mengulum bibir David Reno.Hingga tiba Dimana suara Elizabeth yang semakin kencang mengiringi suara gemericik air menambah suasana kamar mandi semakin panas hingga akhirnya mereka sampai secara bersamaan di iring jeritan Elizabeth yang memenuhi setiap sudut kamar mandi.
"Thanks baby, I love you "bisik David Reno.
"I love you too."Jawab Elizabeth
Merekapun kembali berciuman lalu saling membersihkan diri.
David Reno menggendong Elizabeth keluar kamar mandi dan merebahkan nya di tempat tidur.
David Reno pun ikut tidur di samping Elizabeth. Mereka saling memandang satu sama lain tanpa suara hingga tanpa di sadari bibir mereka berdua saling berpautan.
Kali ini Elizabeth yang mendominasi permainan David Reno di buat panas dingin oleh permainan Elizabeth hingga ahirnya pertempuran pun terulang kembali,
akhirnya Elizabeth tumbang di atas pelukan David Reno.
Mereka yang sama sama kelelahan pun akhirnya terbawa kealam mimpi hingga akhirnya suara ketukan dari balik pintu membuyarkan mimpi indah kedua insan ini.
__ADS_1