Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Keinginan Mom David Bryan


__ADS_3

David mendengarkan dengan saksama orang yang berbicara padanya by phone dengan sesekali dia mengerutkan alisnya.


David:"yes mom,terserah....Aku ikut saja,"


Mom David:bagus,semua akan mommy siapkan dari sini,bulan depan pulanglah."


David:siap mom,dont worry....


Mom David:"usia kandungan istrimu sudah berapa bulan???"


David:"mungkin berjalan dua bulan,aku lupa mom"


"Mom David:"Cuma ingat buatnya namun lupa periksa dan usianya,dasar kamu seperti your Dad"


"David:kan aku memang anaknya mom,buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,hahahaha"


Mom David:"Sudah sudah berbicara denganmu membuat kepala Mom sakit,oh ya bilang pada Elizabeth,segeralah menyusulmu jangan kerja yang selalu dipikirkan,mommy angkat tangan jika berbicara padanya.


David:"siap Mom,aku akan segera mendesak mereka berdua untuk segera menikah.


Mom David:"Aku dengar kamu akan mengangkat David Reno sebagai wakil CEO.


David:iya mom,kerjanya bagus....Victor juga setuju


Mom David:suruh segera menikah lalu angkat jadi CEO menggantikan Victor.


David:rencananya memang seperti itu,namun aku perlu bicara empat mata dengannya terlebih dahulu.


Mom David:good job,pemikiranmu selangkah lebih maju,ya sudah silahkan lanjut pestamu,


David:yes Mom,see u....I love you


Mom David:see you,love you too....


tut...tut...


Panggilan berakhir.


David kembali ke tempat semula lalu menyodorkan ponsel milik Elizabeth.


"Mom berpesan,kalian secepatnya menikah dan kamu Reno jika ada waktu senggang aku ingin berbicara empat mata padamu"kata David agak serius.


"Mommy selalu seperti itu,padahal aku tidak ingin cepat cepat menikah dulu,iya kan sayang???"kini tatapan Elizabeth mengarah ke David Reno,berharap David Reno sepemikiran dengannya.


"Menikah lebih baik,dengan begitu aku bisa mengikatmu,aku takut kejadian yang sudah sudah terulang kembali."timpal David Reno nanar yang membuatku tersindir.


Tiba tiba suasana menjadi hening,tidak ada obrolan,


"Come on,kenapa jadi sedih....kan memang benar,lebih baik kalian menikah"celetuk Chris.


Ibu yang tidak tahu maksud dari kata kata Bryan pun bertanya


"Ada apa???"bisik ibu padaku.

__ADS_1


"Mommy nya Elizabeth menginginkan dia segera menikah dengan mas David Reno bu!,namun Elizabeth masih ingin melajang."kataku pada ibu.


Ibu pun mendekati Elizabeth lalu merangkulnya,


"Benar kata ibu kamu,anak wanita tidak bagus melajang lama lama,lebih baik menikah kan enak tu ada suami."nasehat ibu lalu memeluk Elizabeth.


Elizabeth yang tidak paham pun mengkode David Reno.


Setelah ibu melepaskan pelukannya dan kembali lagi ke tempat duduknya David Reno pun berbisik


"Ibu menasehati,lebih baik menikah karena tidak baik kalau wanita melajang terlalu lama,"


Elizabeth pun diam sejenak dengan menghembuskan nafas.


"Semua aku kembalikan kepadamu"imbuh David Reno dengan senyum khasnya.


Kami mengobrol kesana kemari,ada saja yang kami bicarakan,hingga tak terasa matahari sudah condong ke barat.


Ibu pun menyiapkan makan siang untuk kami semua, makanan yang tersaji adalah makanan khas dari Indonesia.


"Ayo makan dulu,ibu sudah menyiapkan makanannya"ujar ibu yang mendapatkan anggukan dari kami semua.


Kami semua kini pindah tempat dimana makanan disiapkan,


kami pun makan dengan lahap karena memang masakan ibu sangat enak.


"Makaanan ini sangat enak sekali,selama di Indonesia baru kali ini aku memakannya"celoteh Chris.


Kami mengobrol ringan,disela sela menyantap makanan kami,


tak butuh lama untuk kami meludeskan makanan di meja,


ibu pun nampak senang karena para bule ini suka dengan masakan Indonesia.


Karena hari semakin sore akhirnya David Reno,Elizabeth,Raka dan Chris pun kembali ke penginapan,bagitu pula aku dan David Bryan mengundurkan diri untuk istirahat sejenak.


Aku melepas semua pakaianku,begitu pula dengan David Bryan.


"Istriku sangat cantik sekali"bisiknya sambil memelukku dari belakang.


"Kamu juga sangat tampan sayang,baru sehari disini tu banyak mak mak yang tergila gila"aku pun melepaskan pelukan David dan membalikan badanku.


Mendengar kata kataku David Bryan hanya tertawa,


"Eh,sayang bagaimana kalau nanti malam kita cari penginapan atau hotel"kata David yang membuatku mengerutkan alis


"Why???"tanyaku.


"Lihatlah kamarmu,bagaimana kalau jeritanmu terdengar orang lain,kamu kan selalu menjerit penuh kenikmatan ketika aku di atasmu"kata David yang membuat tanganku mencubit perutnya.


"Tenang saja,nanti aku akan mengaktifkan mode diam,"kataku sambil terkekeh


"Kalau kamu cuma diam aku seperti menggagahi boneka,kurang nikmat sayang karena yang membuat aku semakin cepat memompa adalah suara jeritanmu"goda David dengan fulgarnya.

__ADS_1


Aku pun malu mendengar kata kata David,sungguh ketidaksenonohannya membuatku geleng geleng kepala.


"Terserah kamu lah sayang,bagaimana baiknya saja"kataku dengan memegang pelipisku.


Aku pun merebahkan tubuhku di kasur,David Bryan pun menyusulku.


Tak lama kami berdua menutup mata dan menuju alam mimpi.


Disisi lain di sebuah penginapan,


Elizabeth menyandarkan kepalanya di bahu David Reno.


"Apa kamu ingin cepat menikah sayang???"tanya Elizabeth yang membuyarkan lamunan David Reno.


"Aku tidak akan memaksamu kalau kamu belum siap"jawab datar David Reno.


Elizabeth pun memikirkan ulang keinginan mommy dan juga David Bryan,apalagi David Reno juga ingin segera menikah.


Saling kalut dengan pikiran masing masing akhirnya mereka berdua pun tertidur.


Di kamar lain Chris dan Raka menikmati sore mereka dengan minum beberapa minuman beralkohol.


"Bagaimana perasaanmu Raka,"tanya Chris khawatir karena sedari tadi Raka minum lumayan banyak.


"Im fine Chris,why???"Raka pun menjawab dan melontarkan pertanyaan balik pada Chris.


"Aku tahu kamu pasti patah hati,sepandai pandainya kamu menyembunyikannya padaku,aku tetap tahu.


Aku salut padamu Raka,bisa berakting sangat bagus di depan kami semua"batin Chris yang memandang nanar Raka.


*******


Mentari pun menghilang di ufuk barat,hari yang terang pun mulai gelap.


Aku pun membuka mataku perlahan,hendak bangkit namun tangan kekar David mengungkungku,tak hanya tangan kaki nya pun diatas kakiku.


"Sayang,bangun....Lihatlah tangan dan kakimu,apa kamu tidak bisa membedakan mana guling dan mana istrimu"aku pun menggerutu karena kesal,badannya yang begitu besar menindihi badanku yang begitu kecil.


"Tubuhmu lebih nyaman dari guling sayang,"timpalnya dengan terkekeh.


"Ini mau di singkirkan apa tidak"kataku Pada David.


Karena suka sekali menggodaku,David pun malah mempererat pelukannya.


Aku pun tersenyum licik,ntah mengapa tanganku bergerilya di daerah sensitifnya,perlahan sentuhanku membuat David mendesah,lalu melonggarkan pelukannya,setelah agak longgar aku pun lari keluar kamar dan melihatnya dengan tersenyum manis.


"Bye bye sayang"kataku lalu menutup pintu.


David hanya diam tanpa ekspresi,


"Shit,,istri macam apa itu,membuat orang berhasrat lalu di tinggal pergi,tunggu pembalasanku"


David pun beranjak dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2