Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Sembuh


__ADS_3

Beberapa hari aku sibuk dengan mainan baru ku,selain itu aku juga sibuk belajar dengan trainer,begitu pula dengan David,dia sibuk dengan Work From Home.


Tak terasa waktu cepat berlalu,dan sore hari pun tiba,


aku pun melihat David di ruang kerjanya,


"Sayang,bagaimana kerjanya!sudah kelar apa belum???tanyaku dan spontan membuat David menoleh kepadaku.


"Kurang sedikit lagi sayang,sebentar ya???"jawabnya lalu kembali ke benda elektronik kotak di depannya.


Aku pun berjalan menuju sofa dan langsung merebahkan diri.


"Enaknya berbaring??"kata kataku membuat David melirik dan tersenyum.


"Menggemaskan,pasti sebentar lagi tidur"katanya sambil geleng geleng.


Dan memang benar,sebentar saja aku merebahkan diri,aku sudah ke alam mimpi.


David yang sudah selesai dengan pekerjaannya,menghampiriku yang sedang asik di alam mimpi,


"Kamu itu menggemaskan banget,"sambil memainkan pipiku.


Aku merasa ada yang mengganggu pun akhirnya terpental dari dunia mimpi dan kembali ke dunia nyata.


"Eh..sayang,maaf ya ketiduran"kataku sambil menguap dan bangkit dari rebahanku.


"Kamu kan memang Putri tidur sayang,"goda David yang langsung membuat aku mendaratkan cubitan di perut.


"Auwww"Pekiknya di buat buat


"Sudah jangan bersandiwara"aku pun memindah posisiku di pangkuannya.


"pindah ke kamar yuk"bisik David


Aku pun hanya mengangguk,lalu David menggendongku ke kamar,


Perlahan dia membaringkanku di kasur


"Eh sayang,aku cek dulu ya luka khitannya"ucapku dan mendapatkan anggukan dari David.


Aku pun membuka celana David dan melepaskan perbannya.


"Lihatlah sayang,lukanya sudah sembuh"ucapku agak berteriak.


"Jadi aku bisa menjenguk David junior"gumam David.


"Sayang bentuknya ternyata jadi seperti ini ya?lucu ya!!"aku yang geli melihat bentuk baru milik David pun tertawa sendiri,


Dengan tertawa aku pun penasaran dan terus mencermati perubahan bentuknya.


"Katanya kemarin sama saja,"kata David komplain dengan pernyataanku sebelumnya.

__ADS_1


"Ternyata beda ya sayang,bagusan bentuk yang ini"kataku dengan tertawa cekikikan.


David yang heran dengan sikapku hanya geleng geleng kepala,


"Kenapa dia begitu senang dengan bentuk barunya"batin David dengan tersenyum.


"Sudah sayang jangan terus melihatnya,kalau dia berdiri bisa berbahaya,"David pun merasa malu,


"Maaf sayang,aku sangat curious soalnya"Aku pun menutupnya kembali.


David pun menepuk dahiku,


"Kamu tu suka banget nepuk dahiku,lama lama aku bisa jenong ni,"gerutuku sambil mengaktifkan mode monyongku


Cup...


David pun menyambarnya,lama kelamaan semakin panas,dan aku merasakan ada yang mengeras di bawah sana.


Karena kehabisan nafas kami pun menyudahinya.


"I love you"bisiknya


"I love you too"timpalku.


"Ayo mandi bareng sayang"ajak David dengan senyum liciknya


"Ayo sekalian aku akan membersihkannya dari kulit kering yang mengelupas."Tanpa curiga aku langsung menerima tawaran David.


Setelah di kamar mandi,dengan telaten aku membersihkan kulit kering yang masih menempel,dan menggosoknya pelan.


"Tidak sama sekali"ucap David singkat.


"Bearti sudah sembuh total,jadi kita bisa ngabari ibu,ayah dan melangsungkan acara mualafnya"Kataku masih dengan membersihkan kepunyaan David.


Lama aku menggosok dan membersihkan kepunyaan David,tiba tiba berdiri tegak,aku yang kaget pun langsung melepaskannya.


"Kok jadi gini"batinku


"Jangan heran sayang,ini normal,jadi sekarang tanggung jawab kamu mempertemukan dengan rumahnya."katanya dan reflek aku memelototinya.


"Aku tidak peduli kata kata dokter,aku menginginkannya sekarang."kata David tegas seolah tidak membiarkanku menolaknya.


Kamar mandi menjadi saksi bisu tingkah kami, berbagai gaya David aplikasikan,erangan erangan yang keluar dari mulutku membuatnya semakin ganas dan liar.


Aku pun di hajar habis habisan untuk memenuhi hasrat nya yang terpindam selama kurang lebih dua minggu.


Akhirnya dia pun sampai pada puncaknya,


kami pun cepat cepat mandi,setelah memakai handuk, David pun menggendongku dan meletakan perlahan di kasur.


Aku pun mempunyai firasat buruk,kalau hal yang terjadi di kamar mandi akan terulang lagi.

__ADS_1


Dan benar saja David pun membuka lilitan handukku lalu menyerangku kembali,


Tak lama kemudian dia tumbang,karena sangat lelah,kami berdua pun tertidur sambil berpelukan tanpa memakai busana dengan melupakan makan malam.


Akibat pertempuran kemarin,membuat ku bangun dalam keadaan lapar,bergegas aku ke kamar mandi,untuk membersihkan diri lalu keluar menuju dapur.


Aku pun meminta para art untuk menemaniku makan,namun mereka semua menolak beralasan tidak pantas makan di meja makan bersamaku,dengan kekuasaanku aku sedikit mengancam mereka dan akhirnya mereka mau menemaniku makan.


Karena sangat lapar,aku makan makananku dengan lahap dan cepat.


"Kalian jangan memandangiku,aku sangat lapar dari semalam aku tidak makan"kataku dengan terkekeh.


Mereka semua pun tersenyum lalu memakan makanan mereka,setelah selesai makan aku membawakan makanan untuk David pasti setelah bangun dia lapar juga.


Aku meletakkan makanan yang ku bawa di atas meja karena agak gaduh membuat David terbangun


"Maaf ya sayang mengganggu tidurnya"aku pun menghampiri David dan duduk di tepi ranjang samping David


Masih dengan mode malas David bangkit dan duduk,lalu meminum air putih yang selalu tersedia di nakas.


"Aku lapar"lirihnya


"Aku sudah menyiapkannya sayang,kamu mau makan sendiri atau minta di suapin"Aku menawarkan dua opsi.


"Kamu sudah sarapan??"tanya David tanpa menjawab pertanyaanku


"Sudah sayang,maaf karena sangat lapar aku sarapan dulu,kataku dengan wajah sedikit sungkan.


"Kenapa tidak membangunkanku,jadi kan kita bisa sarapan berdua"protes David


"Maaf sayang,kamu kelihatan sangat capek jadi aku tidak berani membangunkanmu."kataku sambil mengangkat kedua jari telunjuk dan jari tengah.


"Ok..ok alasan di terima,dan sekarang suapin aku ya??David pun terkekeh


"Siap boz,"berjalan mengambil makanan dan susu.


"Sayang setelah ini aku akan menghubungi ibu dan ayah untuk datang kembali mengingat syarat administrasi kemarin salah satunya kehadiran ayah"ucapku sambil menyuapi David.


"Iya sayang,aku juga akan meminta Raka untuk mengatur ulang jadwal dengan pak Ustad."ucap David sambil mengunyah makanannya.


Seusai makan,David menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kamu sangat tampan sekali sayang dengan baju ini"godaku dengan tangan yang sibuk dengan kancing baju David.


"Apa baru sadar kalau suami kamu ini memang sangat tampan."kekehnya.


"Iya, paling tampan sedunia bahkan Chris evan pun kalah denganmu."kataku membandingkannya dengan salah satu artis tertampan hollywood.


David pun hanya terkekeh,


"Aku ke ruangan kerjaku dulu ya,"ucapnya lalu mencium keningku dan tak lupa mengelus elus perutku.

__ADS_1


Setelah David di ruang kerjanya aku pun menghubungi ibu terkait mualafnya David,


Lama mengobrol dengan ibu,kata kata ibu sungguh membuat aku menangis.......


__ADS_2